
"Astaga, ada apa ini mi? kenapa tiba-tiba memanggil Jordan seperti ini? tidak tahukah mami jika ini malam pertama Jordan dan Dara?" tanya Jordan pada maminya yang terus saja menghubunginya sejak tadi.
Mami Sofia tidak lagi mempedulikan putranya lagi karena dia hanya perduli dengan tujuannya saat ini.
Dia mengeluarkan satu botol kaca yang masih di segel. Jelas itu bukan wine karena tidak ada botol wine yang seperti itu.
"Cepat minum ini dan habiskan." ujar mami Sofia yang mengeluarkan botol tadi dari paper bag untuk Jordan.
Melihat hal seperti itu membuat Jordan langsung menolaknya. Dia tidak ingin terjebak oleh mamanya yang memberikannya minum-minuman tidak masuk akal.
"Katakan minuman apa ini? tidak ingin meminumnya."
"Tapi kamu harus meminumnya. Sekarang buka mulut mu dan ayo minum. Ayo buka botol ini dan waktunya tidak banyak." Jordan tetap tidak ingin membukanya karena dia takut jika minuman itu bermasalah.
"Ayo cepat buka botol ini Jordan!" seru mami Sofia.
Melihat maminya sudah bersikap seperti itu membuat Jordan mau tidak mau membuka botol tersebut. Tanpa menunggu waktu lama lagi mami sofia langsung membuka mulut Jordan dan menuangkan isi dari botol tersebut dan dirasa Jordan sangat mengerikan.
"Ayo cepat habiskan!" terpaksa Jordan menelan semua isi yang ada di dalam botol tersebut hingga tandas.
"Ahhhkkk.... ini pahit sekali mami. Minuman apa yang memberikan pada Jordan?" tanya anaknya itu pada sang mami.
__ADS_1
Sungguh, minuman yang baru saja masuk ke dalam tubuhnya itu sangat mengerikan sekali. Jordan sendiri tidak bisa mendefinisikan rasa dari minuman tersebut. Tapi yang jelas itu sangat aneh menurutnya.
"Sekarang masuk ke dalam dan habiskan malam mu bersama Dara. Ini tidak terlalu sulit bagimu karena Dara bukan lagi wanita perawan. Kau bisa bermain sampai kandas nanti."
"Mami!" sentak Jordan.
Sungguh, dia merasa maminya ini sudah keterlaluan sekali dengan hal ini. Bahkan maminya itu langsung pergi meninggalkan putranya di sana.
Sementara Jordan, dia mulai merasa aneh setelah maminya pergi meninggalkan kamar hotel yang ditempatinya bersama sang istri malam ini.
"Hem, Jordan ada apa?" tanya Dara ketika melihat suaminya yang sejak tadi berada di depan pintu setelah dia keluar dari kamar mandi.
"Hah? tadi itu, apa ya aku juga tidak tau." jawabnya adal karena di tidak tau apa yang harus dikatakannya pada Dara.
"Kamu mandi?" tanya Jordan.
Dara menganggukkan kepalanya karena memang dia sudah mandi.
"Kenapa tidak menungguku? seharusnya kamu menungguku Dara." keluh Jordan.
Padahal dia sudah bersemangat ingin melihat apa yang sudah bisa di lihatnya secara sah. Namun semua angannya hilang begitu saja karena Dara sudah mandi lebih dulu?
__ADS_1
"Jordan, kamu kenapa? kenapa wajah mu memerah seperti ini?" tanya Dara ketika dia melihat wajah Jordan yang tiba-tiba memerah.
Begitu juga dengan Jordan, dia merasa bahwa seluruh tubuhnya terasa panas dan darahnya seperti mendidih. Apalagi saat mendapatkan sentuhan dari tangan lembut Dara seperti itu.
"Jordan?" panggil Dara lagi.
Jordan sendiri semakin merasa panas dan dia seperti ingin menerkam istrinya saat itu juga.
"Panas Dara, ini panas sekali." ucap Jordan karena dia memang merasa panas sekali saat ini.
Keringat dingin mulai keluar dari pelipis dan keningnya karena hawa panas di tubuhnya semakin menguasai dirinya.
"Kamu kenapa Jordan?" tanya Dara yang mulai panik dengan keadaan suaminya.
"Mami memberikanku minuman dari botol kaca jadul. Rasanya juga sulit di artikan, aku tidak tau minuman apa itu. Tapi rasanya panas sekali, tubuhku panas dan bahkan-" Jordan mengarahkan pandangannya ke arah senjata perang miliknya dan begitu juga dengan Dara.
Dia mengikuti arah pandangan suaminya dan Dara sudah bisa melihat bahwa ada sesuatu yang menonjol di balik celana bahan yang di pakai suaminya saat ini.
"To-tolong aku Dara. Tolong aku." ucapnya dengan penuh permohonan hingga membuat Dara tidak tega untuk menolaknya.
Lagi pula ini sudah menjadi hak dan kewajiban Dara untuk melayani suaminya maka dia meyakinkan dirinya bahwa dia siap untuk melakukan hal itu malam ini bersama Jordan.
__ADS_1
"Ayo..." ajak Dara yang membawa suaminya masuk ke dalam kamar mereka.