
Jordan benar-benar memperlakukan Dara seperti orang lumpuh. Mereka sudah pulang dari villa dan saat ini dia tengah menerbitkan banyak perintah sesuai dengan daftar yang sudah di pikirannya.
"Ingat, jika aku bekerja nanti jangan pernah membiarkan istriku sendirian. Dia harus banyak istirahat dan tidak boleh kelelahan. Pindahkan semua barang-barang kami yang ada di lantai 2 dan bawa semuanya ke lantai satu karena mulai saat ini kami akan tinggal di lantai 1." ucap Jordan yang menentukan banyak perintah pada pelayan rumahnya.
Bahkan yang lebih tidak masuk akal lagi menurut mami Sofia adalah ketika pria itu menyewa dua orang perawat yang bisa bergantian untuk berjaga.
Entahlah, mami siapa yang benar-benar tidak habis pikir dengan putranya itu.
"Oh iya, dan satu lagi. Aku tidak ingin jika-"
"Tidak bisakah kamu menghentikan tingkah konyolmu ini Jordan?" tanya mami Sofia karena mulai jengah dengan kelakuan Jordan.
"Mami, Jordan tidak konyol mi. Jordan hanya mengupayakan yang terbaik untuk istri Jordan. Dara itu sedang mengandung saat ini jadi Jordan ingin-"
__ADS_1
Bugh...
Wajahnya di hantam banyak sofa oleh mami Sofia agar putranya itu sadar dengan apa yang dilakukannya saat ini.
"Mami..."
"Apa? ini hanya bantal sofa saja bahkan rasanya mami ingin menghantam dengan palu sekalian agar kamu sadar. Dara itu sedang mengandung bukan lumpuh. Dia memang pernah lumpuh, tapi bukan berarti kamu bisa bersikap berlebihan seperti ini. Wanita yang hamil juga butuh pergerakan tapi bukan berarti jika dia bergerak itu akan kelelahan. Tidak seperti itu cara kerjanya Jordan. Wanita hamil harus banyak bergerak, seperti senam hamil, makan buah, makan makanan sehat, minum susu dan vitamin bahkan cahaya matahari pagi juga bagus untuk ibu yang sedang hamil muda. Kau harus tau itu." jelas mami Sofia yang mulai bicara tegang urat dengan putranya yang bodoh ini
Mami Sofia memang paham apa yang Jordan rasakan saat ini, karena mungkin dia mengingat bagaimana dulu saat Anisa mengandung Lucas hingga berakhir dengan kematian.
"Ada mami disini yang bisa menjaga dan menemani istri kamu. Jika pun harus pindah dari lantai 2 ke lantai 1 itu masih masuk akal menurut mami. Tapi jika kamu harus menjawab perawat untuk menjaga Dara itu benar-benar tidak masuk akal. Sekarang yang harus kita lakukan adalah memperhatikan setiap gizi yang masuk ke tubuh Dara kaena saat ini apa yang di makan istrimu juga akan di makan calon anak kalian yang masih berbentuk berudu entah kacang hijau. Terserah apapun bentuknya saat ini, asal akhirnya menjadi anak yang sempurna nantinya. Jika perlu, mami berdoa pada Tuhan agar tidak mewarisi otakmu yang sedikit bergeser. Lebih baik seperti maminya saja yang memiliki sikap lemah lembut dan penyayang. Cukup kamu saja di dalam keluarga ini yang sedikit gila. Jangan yang lainnya lagi."
"Cih," Jordan berdecak kesal dengan apa yang maminya katakan saat ini.
__ADS_1
Dia benar-benar tidak tau harus melakukan apa lagi karena menurutnya mami Sofia ini ada benarnya juga. Tapi jika dia mengakui kesalahannya saat ini, itu akan membuat kegaduhan lagi. Jadi jalan ninjanya adalah diam dan patuh saja.
"Kenapa diam? sudah sadar jika apa yang kamu katakan tadi tidak masuk akal?"
"Hais sudahlah. Jordan pergi ke kantor dulu dan tolong jaga Dara. Jangan biarkan dia turun dari tangga sendirian. Satu lagi, jangan menganggu istri Jordan dan biarkan dia tidur dengan tenang karena tadi malam Dara terus saja mual dan muntah. William juga sudah menghubungi dokter untuk datang memeriksa keadaan Dara dan mungkin kami akan membuat janji untuk bertemu dokter kandungan besok sesuai dengan jadwal Jordan." ucap pria itu yang mencium kening kening dan kedua pipi sang mami lalu berlatih pada Lucas putranya.
Saat Jordan hendak pergi ke kantor, tiba-tiba saja putranya menghentikan langkahnya.
"Ada apa son?" tanya Jordan pada putranya.
"Hem, tidak bisakah Lucas di antar naik motor saja seperti teman-teman Lucas? jika pun naik mobil apa tidak ada mobil biasa seperti yang di pakai banyak orang?" Jordan masih diam memikirkan apa yang putranya minta saat ini.
Memangnya kenapa dengan mobil yang ada di rumah ini? apa ada yang salah?
__ADS_1
"Maksud kamu bagaimana sayang? apa kamu tidak ingin naik mobil papi lagi?"
"Iya, Lucas malu menjadi pusat perhatian banyak orang karena datang ke sekolah dengan Merci. Lebih baik naik motor saja seperti yang teman-teman Lucas miliki. Lucas lupa, tapi kebanyakan teman Lucas di antar naik motor Var*o. Ya, sepertinya Var*o." ucapnya lagi pada sang papi.