
Dara panik saat mengetahui bahwa supir yang di utus Jordan tidak membawanya ke rumahnya. Karena hal itu pula membuat Dara panik.
" Pak, ke mana anda akan membawaku? aku tahu bahwa ini bukan jalan untuk pulang ke rumahku." Ucap Dara yang mengetahui bahwa jalan ini bukan jalan menuju rumahnya dan mungkin saja sopir ini akan membawanya ke tempat lain
" Ini memang bukan jalan pulang ke rumah anda Non. Ini jalan menuju ke rumah tuan Jordan karena beliau mau minta saya untuk membawa anda ke sana." Jawab pak supir.
Ya, Jordan yang sudah memerintahkan sopirnya untuk membawa Dara ke rumahnya setelah selesai menjalani terapinya tadi.
Apalagi Lucas yang juga meminta tante cantiknya untuk datang mengunjunginya yang sedang sakit saat ini.
" Pak, lebih baik bawa saya pulang ke rumah saya saja. Saya tidak ingin pergi ke rumah Jordan." Ucap Dara.
Dia sangat malu sekali ingin pergi ke rumah pria itu. Dara merasa bahwa dirinya tidak pantas untuk datang ke rumah pria itu.
" Tapi kita sudah sampai non." Ucap pak sopir.
Mereka di rumah pria itu dan saat melihat rumah milik Jordan, Dara semakin menatap tidak percaya untuk itu.
__ADS_1
Gila, ternyata rumah Jordan jauh lebih besar dari rumah Antoni dan lihatlah di sana. Bahkan pria itu sudah berdiri di depan pintu utama untuk menyambut kedatangannya.
" Hey, apa kabar?" Dara menatap heran pada pria ini yang menayangkan kabarnya. Sungguh, ini benar-benar membuatnya semakin tidak habis pikir dengan Jordan.
Bukankah mereka baru bertemu tadi? lagi pula baru dua jam saja mereka tidak bertemu. Lalu bagaimana bisa pria ini menanyakan kabarnya?
" Kabar apa Jordan? baru saja bertemu dua jam yang lalu, jadi kenapa bertanya lagi?" Tanya Dara.
Bahkan dia juga membiarkan saja pria itu yang menggendong tubuhnya. Seolah Dara sudah terbiasa untuk ini semua. Semua perlakuan Jordan padanya.
" Is, sudah turunkan aku. Kenapa malah terus menggendong ku?" Tanya Dara saat Jordan terus saja menggendongnya.
Saat Dara duduk di sana, Lucas langsung datang padanya dengan panggilan yang berbeda. Jika biasanya anak laki-laki itu akan memanggilnya Tante cantik, maka tidak dengan kali ini.
" Mami Dara..." Panggil Lucas dengan berteriak.
Teriakan dari Lucas membuat Jordan tersenyum untuk itu. Sementara Dara hanya bisa menatap kesal pada ayah dari anak tampan yang telah memanggilnya Mami tadi.
" Mami, kenapa diam saja? Lucas merindukan Mami. Kata Papi, Mami akan menginap di sini. Apa itu benar Mi?"
__ADS_1
" Hah?" Tanya Dara yang semakin tidak percaya karena Lucas mengatakan bahwa dia akan menginap di sini dan itu dari Papinya.
Papinya Lucas, itu Jordan bukan? apakah ini saatnya untuk Dara melampiaskan amarahnya?
" Lucas, biarkan Tante bicara dengan Papi kamu dulu ya. Ada yang ingin Tante bicarakan dengan Papi kamu."
" Apa yang Oma katakan itu benar?" Tanya Lucas sih anak polos.
" Apa?" Dara dan Jordan mengatakan hal yang sama sehingga membuat keduanya saling bertatapan laku kembali fokus pada lucas.
" Oma bilang Lucas akan segera punya adik bayi. Oma juga bilang Papi dan Mami akan memberikan Lucas adik. Apa itu benar?"
Krik...krik...krik...
Tiba-tiba saja ada terdengar suara jangkrik di rumah Jordan karena baik Dara atau pun Jordan, keduanya tidak bisa menjawab pertanyaan dari anak laki-laki itu.
Sementara Jordan sendiri, dia hanya bisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena dia merasa malu.
Lagi pula ini semua pasti ulah Maminya. Sudah bisa di pastikan bahwa ini benar-benar ulah wanita bernama Sofia Anna itu.
__ADS_1
Bersambung ❤️