Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Hasilnya


__ADS_3

Saat Jordan yang pergi meninggalkan dirinya bersama dokter yang tidak diketahui oleh Dara siapa namanya membuat kedua wanita itu sama-sama merasa canggung.


Baik itu Sarah ataupun Dara, mereka sama-sama merasa bingung karena jujur, ini adalah pertemuan pertama di antara mereka dan itu membuat mereka sedikit merasa canggung.


"Maaf," ucap Dara dengan wajah yang tertunduk karena tidak berani menatap pada dokter wanita tersebut.


Sementara Sarah sendiri, dia hanya tersenyum saja saat melihat dan mengetahui bahwa istri Jordan yang terlihat begitu polos.


"Untuk?" tanya Sarah yang ingin memulai pembicaraan mereka berdua.


"Untuk semua ini. Tidak seharusnya yang sedang pergi meninggalkan kita berdua di sini. Terlebih lagi membuat dokter menjaga ku disini." ucap Dara dengan wajah yang tertunduk.


"Tidak perlu bersikap seperti itu karena aku dan Jordan adalah teman lama. Kami berteman sudah sejak beberapa tahun yang lalu. Lebih tepatnya lagi aku adalah Sarah dan aku teman dekatnya Anisa mantan istrinya Jordan. Sayang, takdir berkata lain kerena Tuhannya lebih menyayangi dirinya dari pada Jordan jadi dia harus mengikhlaskan semuanya." Jelas Sarah yang mulai menceritakan apa yang terjadi di masa lalu pada mereka.


" Maaf, apa kalian kenal dekat?" tanya Dara yang ingin mengetahui bagaimana hubungan suaminya dengan dokter ini. Entah mengapa rasanya tiba-tiba saja Dara merasa ketakutan karena takut apakah terjadi padanya di masa lalu akan terjadi lagi di masa sekarang.


Sadar dengan apa yang istri Jordan tanyakan ini membuat Sarah tersenyum. Dia bahwa wanita ini merasa sedikit tidak nyaman dengan ceritanya.


"Kami hanya berteman saja dan itu tidak lama karena setelah jarang menikah dengan Anisa mereka hidup bahagia dan tinggal di Madrid. Aku juga tidak mengetahui jika Anisa sudah meninggal dan baru mengetahuinya 2 tahun setelah kepergiannya." Dara menganggukkan kepalanya ketika mendengar apa yang dokter Sarah ceritakan padanya.


Tak lama setelah itu, Jordan kembali datang dengan beberapa tespek di tangannya dan langsung diberikan kepada Dara.


"Sayang, apa ini?" tanya Dara ketika dia melihat begitu banyak benda kecil yang ditaruh Jordan di telapak tangannya.

__ADS_1


Sarah sendiri langsung tersenyum ketika mengetahui bahwa Jordan begitu peka terhadap apa yang terjadi dengan istrinya.


Tapi itu tidak heran karena Jordan sudah pernah berada di posisi seperti ini saat bersama Anisa dulu mungkin, ada jauh lebih paham daripada istrinya saat ini.


"Ini namanya tespeck dan segera pakai untuk mengetahui hasilnya sayang. Ayo cepat, karena aku sudah tidak sabar ingin melihat hasilnya." ucap Jordan dengan penuh harapan.


Sementara Dara sendiri, dia semakin merasa ketakutan ketika melihat suaminya yang begitu berharap pada dirinya. Dia takut jika hasilnya nanti tidak sesuai dengan keinginan suaminya. Data jika dia membuat suaminya kecewa dan itu semua karena dirinya.


"Percayalah, bahwa ini benar. Ayo cepat sayang. Atau mau aku bantu?" tanya Jordan yang berusaha untuk menawarkan sesuatu pada istrinya namun, Dara langsung menghilangkan kepala karena dia tidak ingin Jordan membantunya dan membuat dirinya malu di depan dokter Sarah.


"Baiklah, biar aku sendiri yang melihatnya. Tapi aku mohon jangan terlalu berharap dengan rasanya karena aku takut jika hasilnya akan mengecewakan kamu."


"Iya sayang, ayo cepat tes dan hati-hati di dalam kamar mandi oke." Dara pun langsung pergi masuk ke dalam kamar mandi untuk mencoba alat tes kehamilan yang dibawa suaminya tadi.


Mungkin memang benar jika cinta tidak harus memiliki dan Sarah berada di posisi itu saat ini. Dia sendiri sudah mencintai semua Jordan sejak lama tapi dia tidak berani mengakuinya.


"Kau terlihat sangat bahagia Jordan, dan aku harap hasilnya sesuai dengan keinginan." ucap Sarah yang juga terlihat ikut bahagia dengan apa yang Jordan rasakan saat ini.


"Astaga Sarah, aku benar-benar sangat mencintainya. Bukan aku bermaksud membandingkan antara Anisa dan juga Dara, tapi aku merasakan sesuatu yang tidak pernah aku rasakan bersama Anisa ketika aku bersama Dara. Banyak hal yang tidak bisa aku jelaskan dengan kata-kata karena saat ini aku benar-benar merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa bersama Dara." Sarah tersenyum dengan tulus mendengar apa yang Jordan katakan karena dia tahu bahwa pria yang dicintainya itu terlihat sangat bahagia dengan kehidupannya saat ini.


"Semoga Tuhan selalu memberkati kalian di dalam setiap langkah kalian. Aku harap hasilnya akan sesuai dengan keinginan kita semua."


"I hope so." jawab Jordan.

__ADS_1


Dia menunggu dengan cemas untuk hasilnya. karena dia benar-benar sudah tidak sabar untuk melihat hasilnya. Begitu juga dengan Dara yang berada di dalam kamar mandi saat ini.


Setelah membiarkan benda tersebut selama beberapa menit setelah melakukan tes dengan urinenya, Dara benar-benar tidak percaya dengan hasil yang ada di benda tersebut. Tidak hanya satu yang dipakai olehnya tapi kelimanya dipakai oleh Dara dan hasilnya semua positif. Dara benar-benar hamil dan kri membuat air matanya mengalir begitu saja ketika dia melihat hasilnya.


"Sayang, Jordan..." panggil Dara dari dalam kamar mandi.


Mendengar istrinya yang memanggil seperti itu membuat Jordan langsung pergi untuk menghampiri istrinya.


"Dara, bagaimana hasilnya sayang?" tanya Jordan yang sudah mulai cemas dengan hasilnya.


Data sendiri tidak menjawabnya, tapi dia memberikan satu buat alat tes kehamilan tadi ke tangan suaminya hingga membuat pria itu langsung berteriak dan menggendong tubuh istrinya.


"Muah...terima kasih karena telah hanya di perut mami kamu sayang. Sehat-sehat anak papi dan jangan membuat mami kamu kesusahan oke. Jika menginginkan apapun katakan saja pada papi maka papi akan langsung mencarikan apa yang kamu inginkan oke." Jordan kembali menggendong tubuh Dara setelah menerbitkan kecupan di perut istrinya yang ternyata sudah ada calon anak mereka di sana.


Melihat sepasang suami istri yang terlihat begitu sangat bahagia membuat Sarah seolah ikut merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan juga.


Sarah lebih memilih meninggalkan kamar ini karena dia tidak ingin menganggu mereka berdua.


Bugh...


"Astaga..." Sarah kaget saat ada seseorang yang menabrak dirinya. Untung saja pria itu langsung sigap untuk menahan tubuhnya. Jika tidak Sarah bisa saja jatuh ke lantai


"Maaf, aku terburu-buru hingga tidak melihat anda keluar dari kamar ini dokter." Sarah hanya tersenyum kecil namun sangat manis dan itu membuat William langsung terpana ketika melihatnya.

__ADS_1


Ini adalah pertama kalinya William merasa tertarik dengan seorang wanita dan itu Sarah.


__ADS_2