
Saat didalam kamar hotel, keduanya sudah resmi menjadi sepasang suami istri dan kini keduanya sedang berada di dalam kamar pengantin milik keduanya.
Mereka bisa beristirahat sejenak sebelum kembali di sibukkan dengan acara resepsi malam nanti.
"Sarah, apa kamu lelah?" tanya William Alda istrinya yang sedang merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Tidak untuk saat ini dan tidak tau jika nanti." jawab Sarah pada suaminya.
William kaget saat melihat istrinya yang tiba-tiba saja bangkit dari atas kasur mereka.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya William pada istrinya dan Sarah terdiam ketika mendengar bahwa suaminya yang memanggilnya sayang seperti itu.
Tapi secepat mungkin merubah wajah terkejutnya saat itu juga karena dia tidak ingin terlihat sangat tingkah di depan William.
"Oh ya, sayang?" tanya Sarah pada pria di hadapannya saat ini.
Sarah menghampiri William yang sedang berdiri di dekat sofa dan langsung mendekat ke arah William.
Brugh...
"Sa-rah," panggil William dengan gugup karena dia benar-benar gugup saat ini.
"Sayang," William memejamkan kedua matanya ketika mendapatkan sentuhan dari istrinya.
Apalagi Sarah mulai menggerayangi tubuh suaminya. Tangan Sarah mulai bergerilya meraba bagian tubuh suaminya dan dia mulai menggoda pria itu.
"Sa-yang," panggil William dengan terbata karena dia merasa bahwa tangan istrinya semakin nakal dan menggila.
__ADS_1
"Sa-yang..." panggil William lagi saat dia merasakan bagian lehernya di gerayangi oleh hembuskan nafas istrinya yang membuat seluruh aliran darahnya mengalir dua kali lebih cepat dari biasanya.
"Bisa tolong bantu aku untuk membuka gaun pengantin ini?" bisik Sarah di telinga suaminya hingga membuat William harus kembali menyadarkan dirinya yang hampir saja kehilangan kendali atas godaan dari istrinya.
Kedua tangan William bergetar memegang punggung istrinya. Kain punggung Sarah hanya di balut kain tipis yang membuatnya semakin bergetar ketika bisa merasakan kelembutan dari kulit sang istri.
Melihat William yang tidak kunjung membuka resleting gaunnya membuat Sarah langsung kembali bicara pada suaminya untuk segera membuka gaun ini karena dia mulai gerah.
"Ayo buka gaunnya, aku mulai gerah dan aku harus menghemat tenaga untuk nanti malam. Kita harus melewati malam panjang setelah ini." ucap Sarah yang membuat William kembali melanjutkan pekerjaannya untuk membuka gaun pengantin yang di pakai istrinya saat ini.
"Susah sayang," jawab William ketika dia sudah berhasil membuka gaun pengantin yang di pakai istrinya.
Merasa bahwa gaun ini sudah terbuka, Sarah langsung berdiri untuk melepaskannya.
"Ahk...akhirnya aku bisa lepas dari gaun ini." Sarah mendesah lega setelah lepas dari gaun itu.
William menelan ludahnya ketika melihat pemandangan yang ada di depannya saat ini.
Dengan begitu mudahnya Sarah membuka gaun pengantinnya yang tidak memakai bra di dalamnya tadi.
"Astaga, lelahnya. Aku benar-benar tidak mengerti lagi kenapa orang-orang ingin sekali melakukan pesta seperti ini? seharusnya mereka memilih untuk menikah saja dan tidak harus melakukan semua ini karena bagiku sangat menekankan sekali." ucap Sarah panjang lebar tanpa memikirkan apa yang terjadi dengan suaminya saat ini.
Sarah hanya memakai ****** ***** di balik gaunnya tadi dan tidak memakai apapun lagi di bagian atasnya dan kini dia hanya memakai handuk kimono tanpa memikirkan apa yang tengah di rasakan suaminya saat ini.
"Sayang," panggil Sarah lagi ketika tidak mendapati jawaban apapun dari suaminya.
Sata dia melihat ke belakang, Sarah terkejut ketika melihat posisi duduk suaminya yang merapatkan kedua kakinya bahkan saat ini pria itu sedang menutup area pribadinya dengan bantal sofa.
__ADS_1
Karena penasaran dengan apa yang terjadi pada suaminya, Sarah langsung menarik bantal sofanya begitu saja hingga membuat William semakin salah tingkah.
"Apa kamu penasaran?" tanya Sarah yang kembali duduk di pangkuan suaminya hingga membuat William semakin mengeratkan rahangnya ketika merasakan gesekan ketika Sarah menduduki bagian terlarangnya.
"Sayang, jangan seperti ini. Nanti kita bisa terlambat resepsinya jika kamu seperti ini. Aku tidak ingin membuat kamu merasakan sakitnya nanti." ucap William yang tidak ingin membuat istrinya kesakitan saat acara resepsi mereka nanti.
"Ayo pergi." ajak Sarah pada suaminya untuk pergi ke kamar mandi dan Sarah langsung menurunkan celana milik suaminya dan dia sudah melihat bahwa di balik segitiga besar itu sudah terlihat dengan jelas batangan besar milik suaminya.
Apa yang Sarah lakukan saat ini benar-benar membuat William semakin panik.
"Sayang, apa yang kamu lakukan Sarah? jangan pergi ini sayang." tanya William yang mulai panik dengan keadaan mereka saat ini.
Apalagi ketika melihat Sarah yang membuka handuk kimononya hingga William benar-benar bisa melihat bahwa saat ini kedua benda kenyal milik istrinya sudah terlihat jelas di kedua matanya.
"Sarah...ahk..." William mendesah ketika merasakan tangan istrinya yang menggenggam bayangan miliknya bahkan saat ini tangan lembut istrinya itu mulai bergerak naik turun membuat dirinya semakin mabuk kepayang.
"Ah...sayang..." William semakin mendesah ketika merasakan kenikmatan yang luar biasa saat Sarah terus saja melakukan hal itu sampai William tidak tahan dengan semua itu dan meledak di bantu oleh tangan istrinya.
"Aahhhkkk..." William mendesah panjang ketika dia tidak tahan dengan semua itu.
"Akhirnya, tangan ku pegal sekali karena semua ini. Astaga, kenapa lama sekali?" tanya Sarah yang langsung masuk ke dalam bathub untuk berendam.
"Sayang, ayo sini." ajak Sarah pada suaminya untuk kembali bergabung bersamanya di dalam bathub.
"Astaga, aku tidak akan melakukan apapun lagi. Ayo sini." ajak Sarah lagi karena dia melihat suaminya yang menggelengkan kepalanya tidak ingin ikut bergabung bersamanya.
"Ayo sini cepat." ajak Sarah lagi hingga membuat Wiliam masuk ke dalam bathtub bersamanya.
__ADS_1