Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Jalan Pagi


__ADS_3

Meninggalkan William dan istrinya yang sedang berlibur entah di mana, pagi ini Jordan bertugas untuk menemani istrinya jalan pagi karena memang dari apa yang dokter jelaskan pada mereka kemarin jika Dara harus sering bejalan lagi karena bisa menetralkan sirkulasi darah dan membantu sang ibu muda yang sedang mengandung karena memang itu penting.


"Bagaimana hari-hari kamu sayang? apa kamu merasa bahagia?" tanya Jordan pada Dara karena memang dia ingin memastikan pada istrinya bahwa Dara dan calon anak mereka dalam keadaan baik-baik saja.


"Aku bahagia itu tergantung kamu. Jika kamu tidak menyebalkan dan tidak berbuat ulah maka aku akan bahagia. Tapi jika kamu menyebalkan maka aku akan marah dan kesal." jawab Dara apa adanya karena memang itu yang terjadi.


Terkadang dia berpikir bahwa suaminya ini sangat luar biasa sekali tingkah lakunya. Seperti tadi malam dia malah bertengkar dengan Lucas hanya karena Lucas ingin bermanja dengannya.


"Aku melakukan hal itu karena juga ingin diperhatikan lebih olehmu. Kamu selalu saja sibuk dengan Lucas dan mengabaikan aku. Apa kamu tau, bahwa aku juga ingin di sayang." adunya dengan manja karena memang dia ingin di sayang oleh istrinya.


Dara hanya memutar bola matanya dengan malas. Mereka terus saja berjalan sampai tiba-tiba Dara memekik keras karena merasa ada sesuatu yang nendang perutnya.


"Auh..." Data memegang perutnya yang terasa sakit ketika dia merasa ada yang menendangnya dari dalam.


Jordan langsung panik ketika melihat istrinya merasa kesakitan seperti itu.


"Sayang, jamu baik-baik saja Dara? apa yang sakit?" tanya Jordan dengan panik karena dia takut ada sesuatu yang terjadi pada istrinya dan juga kandungannya.


Dia tau, bahwa usia kandungan istrinya sekarang sudah memasuki ke trimester kedua yaitu 5 bulan, jadi dia mulai panik jika istrinya merasakan sakit seperti itu.

__ADS_1


"Sa-sayang, anak kita bergerak. Dia memandang perutku tadi, ini adalah gerakan pertamanya untukku. Dia ingin mengatakan padaku bahwa dia hidup dengan baik di dalam perutku. Anak kita menyapaku sayang." ucap Dara dengan sangat antusias. Perasaannya saat ini berbunga-bunga, dia benar-benar merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Apalagi saat merasakan anak mereka yang bergerak di dalam perutnya


"Benarkah?" tanya Jordan yang ikut memegang perut Dara dan dia menunggu apa yang akan terjadi nanti, namun hingga beberapa saat calon anak mereka belum juga bergerak lagi dan itu membuatnya sedikit kecewa padahal dia sangat ingin mengetahui perkembangan calon anaknya saat ini.


"Bicaralah, pasti dia mendengarkannya." ucap Dara seraya mengelus puncak kepala suaminya yang sedang berlutut di hadapannya saat ini dan Jordan sedang menempelkan telinganya di perut buncit sang istri.


"Hey anak papi dan mami, apa kamu baik-baik saja di dalam sana sayang? jika kamu di sana baik-baik saja dan merasa bahagia tolong berikan kode untuk papi nak,"


dug..


Pipi Jordan seperti mendapatkan tonjokan dari perut istrinya dan itu membuatnya sangat bahagia karena apa yang dirasakannya saat ini tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata.


"Iya papi," jawab Dara yang menirukan suara anak kecil sekolah yang bicara saat ini adalah anak mereka.


Jordan tersenyum untuk itu apalagi ketika melihat istrinya yang juga terlihat bahagia sepertinya. Apa yang mereka rasakan ini benar-benar sangat luar biasa dan kebahagiaan mereka karena hadirnya calon buah hati mereka saat ini.


"Astaga, aku benar-benar merasa bahagia sayang. Kamu, Lucas, mami dan calon anak kita menjadi penyemangat terbesar dalam hidupku. Aku tidak tahu bagaimana hidupku kedepannya jika tidak ada kalian semua dalam hidupku. Kamu, Lucas, mami dan calon anak kita saat ini adalah sumber kekuatanku untuk melewati semua masalah yang pernah aku hadapi. Jadi aku teruslah sehat dan bahagia agar aku bisa merasakan kebahagiaan ini pula." ujar Jordan yang terus saja mengusap perut Dara karena dia merasa sangat bahagia dengan apa yang didapatkannya saat ini.


Tidak ada yang salah dengan apa yang terjadi dalam hidupmu dan dia tidak pernah menyesalinya. Satu-satunya kesalahan yang terakhir dan lakukan saat dia menjauh dari Tuhan. Penyesalan terbesar dalam hidupnya adalah jauh dari Tuhan dan melihat maminya menangis.

__ADS_1


Jordan tidak tahu seberapa banyak air mata yang dikeluarkan maminya tapi saya jauh dari genggaman Tuhan. Tapi satu yang Jordan yakin bahwa maminya benar-benar sangat terpukul saat itu. Ibu mana yang tidak sedih melihat putranya hancur dan Jordan telah mengabaikan semua itu. Dia mengabaikan kasih sayang ibunya yang sangat luar biasa dan larut dalam kesedihannya.


"Menyesal itu boleh, tapi tidak harus berlebihan sayang. Jika kamu merasa bahwa apa yang telah kamu lakukan di masa lalu sangat menyakiti hatimu maka pergi dan minta maaf padanya. Katakan pada mami bahwa kamu menyesal atas perlakuanmu terhadapnya dulu. Minta maaf, dan minta restu dari mami untuk kehidupan kita di masa depan." Jordan menganggukkan kepalanya karena memang dia akan melakukan itu. Dia akan pergi menghampiri mami dan mengatakan semua penyesalannya. Penyesalan akan apa yang dilakukannya pada sang mami dulu.


"Baiklah, aku rasa sudah cukup jalan paginya dan kita harus segera pulang karena sudah memasuki waktu untuk sarapan. Kamu dan baby harus mendapatkan asupan gizi yang seimbang sesuai dengan takaran dari dokter." ucap Jordan dengan wajah yang tertunduk lesu.


Dara yang melihat wajah suaminya terlihat lesu seperti itu membuatnya merasa penasaran dengan suaminya.


"Ada apa lagi sayang? kenapa tiba-tiba kamu murung seperti ini?" tanya Dara seraya memegang kedua sisi rahang suami tercintanya.


"Tidak ada sayang, hanya saja aku merasa bahwa satu bulan ini aku tidak bisa selalu berada di sisi kamu karena William yang masih libur. Maaf, tapi sebisa mungkin aku akan berusaha untuk mengatur waktuku bersamamu. Kapanpun kamu membutuhkan aku maka saat itu juga aku akan datang untuk kamu Dara." wanita yang sangat di cintainya itu tersenyum ketika mendengar apa yang dia katakan.


Jordan memang sangat luar biasa sekali dan Dara bangga untuk itu.


"Lakukan semuanya dengan baik maka aku akan terus baik-baik saja. Sekarang yang seharusnya menjaga diri itu kamu, karena kamu harus tetap untuk saat ini karena tidak ada William, jadi ayo semangat papi." ucapan semangat dari Dara langsung mengobarkan api semangat di dalam dirinya seolah Dara adalah obat dari segala rasa sakitnya.


"Aku mencintaimu Dara,"


"Dan aku juga mencintai kamu dan uang kamu sayang. Love you suami tercintaku, Jordan Brussels."

__ADS_1


"Love you more my lovely wife".


__ADS_2