
Hari ini, setelah acara lamarannya kemarin bersama Laura, Jeff benar-benar memutuskan bahwa dia akan datang ke rumah tempat di mana dia tinggal kemarin. Dia datang ke rumah utama untuk bertemu dengan daddy-nya. Dia akan meminta haknya untuk tabungan dirinya dan selama mereka tinggal di Amerika nanti.
Dad Erlan langsung menyambut kedatangan putra kesayangannya. Jeff adalah putra kesayangannya dan ketika mendengar bahwa anak itu akan datang dad Erlan langsung menyambutnya. Dia berpikir jika Jeff sudah memaafkannya.
"Jeff, akhirnya kamu datang juga nak," ucap dad Erlan ketika melihat Jeff datang ke rumah mereka. Dia tau bahwa putranya ini membutuhkan sesuatu darinya jika tidak mana mungkin Jeff datang ke rumah mereka.
"Aku ingin bicara dengan Daddy!"
"Oh oke, apa tidak ingin memberi salam pada ibumu lebih dulu? Setidaknya-"
"Tidak perlu! Aku tidak memiliki urusan apapun dengannya selain urusan darah, jadi aku tidak butuh apa pun darinya karena darahku juga sama dengan daddy," jawab Jeff dengan wajah datarnya. Dia memang datang ke tempat ini bukan untuk berbicara dengan wanita yang berstatus ibu kandungnya itu karena dia tidak memiliki urusan apapun dengannya selain urusan darah seperti apa yang dikatakannya tadi. Jeff langsung melewati mereka begitu saja dan masuk ke ruangan kerja Daddy-nya.
__ADS_1
Begitu juga dengan dad Erlan, dia langsung menyusul Jeff yang sudah masuk lebih dulu ke ruangan kerjanya. Saat dad Erlan masuk ke ruangan kerjanya, Jeff langsung membicarakan apa yang ingin dibicarakannya. Dia tidak ingin membuang-buang waktu di tempat ini.
"Langsung saja Dad, aku ingin meminta uang untuk kuliahku nanti di Amerika. Aku datang ke sini hanya untuk meminta hakku. Aku juga berhak atas harta yang Daddy miliki, bukan hanya kak Johny saja." dad Erlan masih mendengarkan apa yang akan dia katakan lagi setelah ini. Sebagai seorang ayah dia tahu apa yang ada di isi pikiran putranya itu.
"Untuk apa? jika itu hanya untuk keperluan sekolah saja Daddy yakin kamu tidak akan repot-repot datang ke sini. Uang mommy kamu saja sudah lebih dari cukup untuk menyekolahkan sampai tamat. Jadi, katakan yang sebenarnya untuk apa kamu meminta uang Daddy?" tanya dad Erlan karena dia yakin bahwa ada yang disembunyikan Jeff darinya. Sebisa mungkin dia ingin mengetahui apa yang disembunyikan putranya itu hingga dia membutuhkan uang banyak.
Jeff terlihat frustrasi dan menghela nafasnya dengan berat. Dia tau daddy-nya tidak akan memberikan uang itu dengan mudah untuk ya sebelum mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
"MBA?"
"No! Aku memang anak Daddy, tapi bukan berarti aku mewarisi segala sifat yang Daddy miliki. Aku menikah akan menikah dengan Laura karena suami sama suami menyukai dan tidak terjadi apapun pada kami berdua. Aku ingin menikah dengannya karena kami benar-benar sama-sama mencintai dan kamu siap untuk menjalani kehidupan rumah tangga bersama. Kami juga cita-cita kami di luar negeri. Sekali lagi aku ingin mengatakan bahwa aku memang anak Daddy, tapi bukan berarti aku seperti Daddy! Aku tidak bermain wanita dan aku tidak pernah menyentuh wanita sembarangan. Bahkan dengan Laura sekali pun aku hanya sekali mencium keningnya dan itu juga tadi malam setelah acara lamaran." dad Erlan terlihat kaget ketika mendengar apa yang Jeff katakan. Dia tidak menyangka jika putranya sudah lamaran tanpa memberitahunya sama sekali.
__ADS_1
"Kenapa tidak mengatakan semuanya? Jika saja kamu mengatakannya Daddy akan datang menemani kamu untuk melamar Laura. Apa kamu sangat membenci Daddy hingga bicara pada Daddy saja pun kamu tidak. Lamaran Jeff, kamu melamar seorang wanita tanpa memberitahunya pada Daddy?"
"Yes! I hate you! Aku membenci Daddy dan tabiat buruk Daddy. Andai saja Daddy tidak menikahi wanita itu mungkin aku tidak akan terlalu membenci Daddy. Tapi apa? Daddy lebih memilih menikahinya dan kembali menyakiti hati mom Veni. Pernahkah berpikir tentang perasaan mom Veni? Sedikit saja dad, sedikit saja tolong pikirkan perasaan mom Veni sebagai seorang wanita. Mom Veni juga berhak bahagia dan mendapatkan kebahagiaannya, bukan malah seperti ini." untuk pertama kalinya Jeff bicara dengan daddy-nya seperti ini. Mereka tidak pernah memiliki waktu bersama untuk membahas hal-hal seperti ini dan kali ini Jeff ingin daddy-nya mengerti tentang mom Veni.
"Daddy tidak akan melakukan semua ini jika tidak mommy kamu yang menyuruhnya. Dia yang menyuruh Daddy untuk mencari wanita di luar sana karena dia tidak bisa memilliki anak. Tanyakan pada mommy kamu, pernahkah dia melayani Daddy? tidak Jeff, dia tidak pernah lagi melayani Daddy sebagai seorang istri di atas ranjang setelah mengetahui jika mom kamu tidak bisa memiliki anak. Dia di nyatakan tidak bisa punya anak lagi setelah rahimnya di angkat total atas kecelakaan yang pernah di alaminya. Apa kamu tau, seberapa sakitnya hati Daddy setiap kali dia menolak untuk melayani Daddy? Daddy mencintainya tapi dia tidak percaya dan selalu menyalahkan dirinya atas ketidakberdayaannya untuk itu. Daddy memiliki Johny setelah 3 tahun pernikahan dengan mommy kamu. Satu tahun setelah kecelakaan itu dan Daddy kembali memiliki kamu setelah usia kakak kamu 10 tahun dan Daddy bertemu dengan ibumu di sebuah club' malam. Lalu salahkah Daddy jika Daddy mencintai ibu kamu sekarang?" Jeff terdiam dan dia bingung bagaimana menyikapi semua ini. Untuk pertama kalinya dia baru mengetahui masalah apa yang terjadi pada mom Veni dan juga Daddy-nya. Sebagai seorang anak dia juga merasa kasihan dengan mom Veni, tapi di sisi lain dia baru mengetahui tentang kebenaran di antara kedua orang tuanya.
"Jeff," panggil dad Erlan karena dia berpikir jika saat ini Jeff merasa kecewa dengan mommy-nya. Bagaimana pun dia tidak ingin Jeff berubah pada wanita yang telah membesarkannya selama ini.
"Im oke," jawabnya dengan perasan kecewa. Dia memang kecewa sekali dengan kenyataan yang baru diketahuinya. Semua ini benar-benar membuatnya terpukul.
"Tolong, jangan pernah berubah untuk mommy. Dia berhak mendapatkan kasih sayang darimu, tapi ibu kandungmu juga berhak atas diri kamu Jeff. Jadi dad mohon bersikaplah adil pada mereka berdua."
__ADS_1
"Tidak! Aku tidak bisa menyayanginya seperti aku menyayangi mom Veni. Aku menyayangi mom Veni karena ketulusan mom Veni. Sedangkan dia, dia tidak pernah menginginkanku bahkan sejak saat aku ada di kandungannya.!"