
Laura buru-buru masuk ke ruangan kelas yang telah dia hampir saja telat. Benar saja, saat dia masuk ke dalam ruangan kelasnya tak lama setelah itu selama beberapa detik saja gurunya sudah. Dia hukuman yang bisa saja menantinya. Jika sampai dia terlambat tadi maka dia tidak akan bisa mengikuti ujian kali ini dan dia harus mengulangnya sendirian.
Jeff yang melihat Laura baru sampai di kelasnya hanya bisa menatap biasa saja pada gadis itu. Dia sudah menghubunginya untuk bangun tadi pagi tapi entahlah, apa yang terjadi di rumahnya Jeff sama sekali tidak mengetahuinya.
"Ban mobilku bocor di jalan, beruntung aku bisa mendapatkan ojek online dengan cepat di jalan tadi. Jika tidak mungkin aku akan terlambat," bisik Laura pada Jeff yang menatap agar pada calon istrinya.
"Kenapa tidak menghubungiku? aku sudah menawarkan untuk pergi sekolah bersama tapi kamu menolaknya. Lihat, kamu hampir saja terlambat dan tidak bisa mengikuti ujian!" mereka berdua terus saja bicara sampai guru yang akan mengawasi mereka ujian tadi langsung marah dan menggebrak meja.
"Jika tidak ingin mengikuti ujian silakan keluar! ini bukan waktunya untuk berbicara dan bercerita lagi!" Laura dan juga Jeff hanya bisa diam saja. Jika mereka melawan nantinya bisa akan semakin parah jadi lebih baik mereka harus diam dan mengalah.
Jesica yang melihat itu semua semakin merasa marah dan tidak suka pada Laura. Dia merasa bahwa Laura dan juga dia semakin dekat. Karena hal itu pula dia semakin tidak menyukai Laura karena menurutnya Laura adalah ancaman dan sains yang terberat baginya untuk mendapatkan Jeff. Jessica sendiri tidak mengetahui jika Laura dan Jeff sebentar lagi akan menikah. Hanya melihat mereka semakin dekat saja sudah membuat Jessica marah dan tidak suka, lalu bagaimana jika dia mengetahui bahwa mereka berdua akan menikah. Entahlah, sudah pasti dia semakin marah dan tidak terkendali lagi.
__ADS_1
Ujian berjalan dengan begitu lancar tanpa kendala sedikitpun. Kini keduanya sedang berada di kantin untuk menyantap menu makan siang mereka. Laura memesan bakso sedangkan Jeff sendiri memesan mie goreng saja serta jus. Namun, saat keduanya sedang menyantap menu makan siang ya tiba-tiba saja Jeff dipanggil ke ruangan guru karena ada berkas yang harus dilengkapi lagi. Jeff berpamitan pada Laura dan dia berjanji bahwa dia akan segera kembali.
Melihat Jeff yang pergi meninggalkan Laura menjadi kesempatan yang sangat bagus bagi Jessica untuk bicara padanya. Dia tidak menyukai itu dan dia ingin Laura menjauhi Jeff.
"Gue liat kalian semakin dekat? apa kalian berdua udah jadian?" tanya Jessica yang ingin tahu kebenarannya. Jika sangat penasaran sekali dengan hubungan mereka berdua maka dari itu dia ingin mengetahuinya saat ini juga. Sedangkan Laura hanya menanggapinya biasa saja dan dia tidak ingin mengatakan apapun. Laura masih sibuk dengan kuah baksonya dan menyeruputnya hingga membuat Jesica kesal dan marah.
"Lo tuli ya? gue lagi nanya sama Lo tau nggak. Apa hubungan kalian berdua? beberapa hari yang lalu gue lihat kalian berdua keluar dari restoran mewah terus nggak lama orang tuanya Jeff juga keluar dari tempat yang sama. Lalu kemarin gue juga liat kalian berdua pergi ke puncak!"
"Terus? masalahnya apa? gue single Jeff juga single. So there's nothing to worry about that!" jawab Laura dengan tegas. Dia ingin mengatakan pada Jesica jika itu bukan urusannya. Mau dia pergi kemanapun bersama Jack Jessica tidak berhak mengetahuinya karena itu bukan urusan yang sama sekali.
"Lo liat nanti! Gue bakalan rebut apa yang Lo miliki! Gue gak akan tinggal diam. Ingat Laura, gue gak akan biarin Lo bahagia gitu aja. Gak akan!" Jesica langsung pergi meninggalkan Laura begitu saja setelah dia mengatakan apa yang ingin dikatakannya. Sedangkan Laura sendiri kembali fokus pada makanannya saat ini dan dia tidak ingin menanggapi apa yang dia sudah katakan. Setidaknya dia tidak pernah mengganggu siapapun atas apa yang telah dia lakukannya dengan Jeff. Lagi pulang Mereka tidak pernah melakukan hal yang tidak tidak selama bersama. Keduanya sama-sama menghargai satu sama lain dan menjaga hingga mereka sah nantinya.
__ADS_1
"Huh, menyebalkan sekali! beruntung hanya ada satu jenis sepertinya. Entah bagaimana jika ada banyak jenis seperti itu," ucap Laura yang kembali melanjutkan makannya tanpa memperdulikan lagi apa yang di lakukan Jesica di ujung sana. Laura hampir selesai, dan Jeff kembali datang ke meja tempat di mana mereka duduk tadi.
"Ada apa?" tanya Laura yang penasaran dengan apa yang terjadi.
"Hanya butuh tanda tengah Daddy saja. Aku lupa memintanya. Kemarin dan yeah, you know that!" Laura hanya menganggukkan kepalanya saja karena itu kesalahan Jeff bukan?
"Ya sudah, nanti aku akan menemani kamu memintanya. Jangan lupa aku nebeng karena belum tentu di jemput jam berapa. Pak Mahmud cuti, jadi aku tidak ada yang jemput. Bisa saja minta jemput mami, tapi mana di kasih izin papi buat bawa mobil lagi."
"Ya sudah. Kita akan pulang bersama nanti. Sudah, jangan ribut lagi. Kepalaku pusing habis ujian dan aku harus makan banyak. Aku harus kembali memulihkan tenagaku untuk berjuang setelah ini lagi. Ada satu mata pelajarannya lagi yang harus kita selesaikan dan setelah itu aku bisa bebas! Dan kita aka meni-"
"Ssttt...." Laura langsung memotong pembicaraan mereka karena takut jika dia mengatakan tentang pernikahan mereka. Laura dan Jeff sengaja merasakan pernikahan mereka dari teman-teman sekolah mereka karena tidak ingin menjadi kehebohan. Sekarang sangat mudah sekali menggiring opini jadi sebisa mungkin Laura dan Jeff menghindari itu semua.
__ADS_1
"Sorry," ucapnya menyesal karena hampir saja membicarakan tentang pernikahan mereka dan Laura memakluminya. Bagaimana pun mereka harus menjaga rahasia ini sampai batas waktu yang tidak di tentukan.
"Its oke. Itu tidak masalah!" jawab Laura.