Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Melamar


__ADS_3

Bukannya pulang ke apartemennya William malah lebih memilih pulang ke rumah Jordan karena dia ingin membicarakan hal ini bersama Mami Sofia. Dia ingin membicarakan masalah ini karena dia ingin melamar cara untuk menjadi istrinya kelak.


Tapi, karena dia datang sudah sangat malam maka jadinya dia langsung pergi ke dalam kamarnya dan besok pagi dia akan membicarakan hal ini dengan Mami Sofia.


"Mereka pasti sudah tidur, jadi mungkin jika lebih baik aku membicarakan hal ini besok pagi saja." ucapnya lagi sebelum masuk ke dalam kamarnya.


Setelah membersihkan dirinya, William pun bergegas untuk tidur walau sepertinya dia berat untuk memejamkan kedua matanya karena apa yang akan di bicarakan besok dengan Mami Sofia.


Keesokan paginya, setelah William rapi dengan penampilannya, dia turun ke lantai satu untuk pergi sarapan bersama keluarganya. Di sana William sudah melihat sudah ada Jordan bersama istrinya, lalu Mami Sofia bersama Lucas, keponakan tersayangnya.


"William, sejak kapan kamu di sini nak? tanya Mami Sofia pada William ketika melihat anaknya itu juga berada di rumah ini.


Ya, Mami Sofia memang menganggap William juga sebagai putranya karena memang dia juga yang ikut andil dalam membesarkannya.


"Sejak semalam mom," jawab William yang memang selalu memanggil Mami Sofia dengan panggilan mom.


"Kenapa aku tidak tau?" tanya Jordan yang cukup kali dengan apa yang saya punya itu katakan bahwa will yang sudah berada di rumahnya sejak semalam dan itu artinya dia tidak pulang ke apartemennya melainkan pulang ke rumah mereka saat ini.


"Kenapa kau harus tau?"


"Cih, sombong sekali bujangan ini." sindir Jordan yang sengaja mengatakan William bujangan karena memang dia tidak memiliki kekasih apalagi calon istri. Setidaknya jalan sendiri menang dari William karena dia sudah dua kali menikah walau saat melahirkan putranya ke dunia.


"Aku tidak memiliki urusan apapun denganmu karena aku hanya perlu bantuan dari mom saja." ujar William pada mereka semua, karena tidak memiliki keperluan apapun dengan Jordan.


"Apa itu sayang?" tanya Mamo Sofia yang merasa penasaran dengan apa yang ingin mengirim katakan sebenarnya. Bahkan pertanyaan ini mengatakan bahwa ingin meminta bantuan darinya dan dia siap untuk membantu William dalam hal apapun.


"Will ingin melamar Sarah mom."

__ADS_1


Byur...


Kopi hangat yang di minumnya tadi langsung penyembur begitu saja ketika dia mendengar apa yang William katakan bahwa pria itu ingin menikahi Sarah. Tidak, Jordan harus merevisinya karena William tidak mengatakan dia ingin menikahi Sarah melainkan ingin melamar wanita itu.


"What the fvck man?" umpat William dengan kesal saat dia juga mendapatkan cipratan dari air hitam yang di minum suaminya Dara itu.


"William, are you seriously? you want to propose to Sarah?" tanya Jordan dengan raut wajah yang masih tidak percaya dengan apa yang sepupunya ini katakan.


Dia tidak salah dengar bukan jika William ingin melamar Sarah?


"Bukan urusanmu!"


"Hey, ini akan menjadi urusanku juga karena aku ini sepupumu. Kau adalah saudara laki-lakiku satu-satunya jadi mau tidak mau aku harus ikut campur dalam urusanmu. Apalagi kau ingin melamar seseorang yang sangat aku kenal lalu bagaimana bisa kau mengatakan bahwa itu bukan urusanku." ucap cerpen dengan perasaan yang menggebu-gebu.


Entah mengapa rasanya dia juga ingin ikut adil dalam setiap momen berharga sepupu tercintanya ini. William adalah saudaranya, pria itu sendirian di hari bahagianya.


"Mom, bantu William untuk datang ke rumah keluarga Sarah dan membicarakan hal ini. dia benar-benar menyukainya dan William ingin menikah dengannya. Setidaknya biarkan kami saling mengenal lebih dulu dengan proses lamaran karena Sarah masih ragu dengan perasaannya saat ini. Bantu memilih untuk meyakinkan hatinya bahwa William benar-benar ingin membina rumah tangga bersamanya."


"Biar aku bantu." ucap Jordan tiba-tiba yang langsung memotong pembicaraan di antara ibu dan anak itu.


"Tapi aku tidak membutuhkan bantuanmu jika kawannya ingin mengacau urusanku. Sekarang pergilah ke kantor karena aku akan libur hari ini."


"Tidak bisa!" teriak Jordan dengan lantang saat William ingin meminta libur padanya hari ini.


"Aku tidak peduli."


"Tapi aku peduli. Aku sangat peduli dengan aku tidaklah membiarkan menghibur hari ini karena pekerjaanku sangat banyak dan kau harus membantunya."

__ADS_1


"Bagaimana jika aku tidak mau?" tanya William yang masih saja berdebat dengan sepupunya ini.


"Dan kau harus mau jika tidak ingin aku berhenti dari perusahaan dan kaus sendiri yang akan bekerja." ancam Jordan dan ternyata itu semua masih ampuh karena William benar-benar takut jika dia harus bekerja sendirian di perusahaan besar itu


Jordan memang terlihat jauh lebih santai dan terlihat seperti main-main dalam bekerja. Tapi, jika dia sudah dalam mode seriusnya maka hujan badai sekalipun tidak akan bisa menghentikan pekerjaannya.


"Kau benar-benar bajingan dan aku membencimu."


"Tapi aku tidak " jawab Jordan yang semakin membuat William kesal setengah mati.


"William, kamu yakin jika kamu ingin melamar seorang gadis nak? kamu harus tahu bahwa pernikahan itu bukan main-main. Jika bisa, menikah itu sekali seumur hidup sampai mau memisahkan."


"Tapi jika dua kali seperti Jordan tidak masalah kan Mi?"


"Bisa diak tidak? kalau tidak bisa diam biar mami yang akan membuatmu diam." Jordan sendiri langsung terdiam ketika dia mendapatkan ancaman dari maminya. Dia sudah tidak bisa membantah lagi jika wanita itu sudah dalam model seperti ini dan itu artinya William dan Jordan harus siap siaga.


"Pikirkan lagi dengan baik-baik William. Maaf, bukan maksud mami tidak ingin membantumu melamar wanita tersebut, tapi kau harus meyakini dirimu sendiri bahwa kamulah benar-benar mencintainya dan kau akan siap untuk menikah dengannya serta membangun rumah tangga kalian berdua,"


"Sebenarnya William sangat yakin dengan keputusan William dan juga keinginan William mom. Sarah juga sudah menyetujui dengan rencana William kali ini dan dia meminta waktu sebelum hubungan mereka terjadi lebih dekat lagi. Maka dari itu William datang pada mami dan meminta bantuan mami untuk melamarnya dan menerima cinta William. Bisa kan Mom?" tanya William dengan wajahnya yang terlihat polos dan mengiba seperti itu di hadapannya saat ini.


"Baik jika kamu sudah yakin, mami akan membantu kamu untuk melamarnya tapi dengan satu catatan." perasaan Jordan sudah tidak enak saat ini karena dia yakin bahwa akan ada kejutan di balik semua ini.


"Apa itu mom?"


"Berikan kartu hitam milik mu dan kau tidak boleh mengangguk kami nantinya."


"Oke William siap." dia sengaja mengeluarkan semua kartu miliknya dan menyerahkan semua kartu miliknya ke tangan sang ibu sambung menurutnya karena memang Mami Sofia yang banyak mengurusnya.

__ADS_1


__ADS_2