
Mendengar masuk rumah sakit membuat Jordan langsung ingin pergi melihat keadaan istrinya saat itu juga. Tapi kalian ndak turun dari atas tempat tidur tiba-tiba saja dia merasakan tangannya yang berdenyut.
"Apa kamu tidak bisa diam Jordan? biarkan perawat yang membawa Dara kemari. Sarah sudah melihat keadaannya saat ini dan sebentar lagi mungkin istri kamu akan dipindahkan ke ruang rawat biasa." ucap mami Sofia yang berusaha untuk mencegah putranya agar tidak turun dari atas tempat tidurnya saat ini.
Namun, putranya ini terlalu keras kepala sekali hingga membuatnya tidak mau mendengar apa yang mami Sofia katakan.
Kesal dengan putaran yang tidak bisa menurut seperti itu membuat mami Sofia langsung kembali menghajar Jordan agar dia mau mengerti tentang keadaannya saat ini.
"Tidak bisakah kamu mendengar mami sekali saja? Dara akan dipindahkan ke ruang rawat sebentar lagi dan dia bisa segera bertemu dengan kamu. Jika emang ingin bertemu dengan istri kamu diam di tempat kamu dan biarkan dia yang datang kemari karena mami sudah meminta pada dokter untuk menyatukan ruangan kalian berdua."
"Tapi Jordan tidak bisa tenang sebelum melihat Dara mi. Tolong mengerti posisi Jordan juga." ucapnya pada sembunyi karena dia juga tidak bisa berdiam diri seperti ini terus menerus. Dara adalah istrinya dan posisi istrinya saat itu sedang mengandung buah cinta mereka aja deh wajar saja jika Jordan merasakan kekhawatiran yang luar biasa terhadap keduanya.
"Mami mengerti jika kamu mengkhawatirkan anak dan istri kamu tapi tolong, pikirkan keadaan kamu juga. Istri kamu seperti ini juga karena ulahmu yang tidak bisa diam. Sekarang lihat, karena kecerobohan kamu, tangan patah, istri masuk rumah sakit, William juga terluka. Lalu apa lagi? bahkan Lucas-astaga mami lupa jika Lucas tertinggal di rumah." ucapnya ini karena merupakan cucu pertamanya.
Lucas masih di rumah dan dia meninggalkan yang begitu saja ketika mendapatkan kabar bahwa Jordan dan William kecelakaan lalu Dara yang harus segera dibawa ke rumah sakit. Entahlah, pikirannya semakin bercabang-cabang apalagi ketika aku mengingat bahwa Lukas tidak ada di dekatnya saat ini.
"Mami, lalu bagaimana keadaan Lucas sekarang? astaga, ini benar-benar tidak bisa dimengerti lagi. Sudahlah, biar Jordan yang menghubungi orang-orang di rumah untuk mengatakan pada Lucas bahwa kami semua baik-baik saja." ucapnya yang mencoba untuk menghubungi orang rumah mereka dan menjaga Lucas sampai maminya pulang.
"Sekarang sudahlah, mami pulang saja karena-" ucapannya tidak di lanjutkan karena melihat sang istri yang berada di atas tempat tidur di dorong masuk ke ruangannya.
"Sayang," panggil Jordan pada istrinya ketika melihat Dara yang tergeletak di atas tempat tidur seperti itu.
Mendengar suara suaminya membuat Dara langsung melihat ke arah pria yang sangat dikhawatirkan dan sejak tadi.
"Jordan..." panggil Dara dengan mata yang berkaca-kaca ketika melihat keadaan suaminya saat ini.
__ADS_1
Jordan terluka cukup parah dan tangannya saat ini juga di gips dan kepalanya juga di perban. Memikirkan hal itu membuat langsung menangis ketika melihat keadaan suaminya.
"Hey, kenapa menangis sayang?" tanya Jordan ketika melihat istrinya yang menangis seperti itu.
"Jangan menangis sayang, aku baik-baik saja."
"Bagaimana bisa dikatakan bahwa keadaan kamu saat ini baik-baik saja sementara kamu terluka cukup parah. Tangan kamu begitu, lalu kepala kamu juga diperban seperti itu. Apa ini masih bisa di katakan baik-baik saja?" tanya Dara dengan air mata yang sudah jatuh membasahi pipinya saat ini.
"Lihat, kamu terluka dan tangan kamu seperti itu, hiks...hiks...hiks..." ucapnya dengan tangisan.
Melihat istrinya yang menangis seperti itu membuat Jordan berusaha untuk mendekati sang istri namun dia tidak bisa karena posisinya saat ini.
Mami Sofia yang melihat Dara dan Jordan akan memulai drama mereka membuatnya malas melihat semua itu dan lebih baik dia pulang saja.
Begitu juga dengan Sarah, dia kembali melihat William di ruangannya saat ini sebelum dia pergi meninggalkan pria itu di rumah sakit ini.
Apalagi wanita itu yang menghampiri ranjang pasiennya saat ini.
"Aku-"
"Ayo kita menikah." ucap William yang langsung menunjukkan cincin yang tadi di perlihatkannya pada Sarah.
"Astaga, apa tidak bisa menunggu kamu sehat dulu?" tanya Sarah yang benar-benar tidak habis pikir dengan pria ini.
__ADS_1
Dalam keadaan terluka dan tergeletak di atas ranjang rumah sakit pun dia masih memikirkan kelanjutan lamarannya tadi.
"Tidak karena aku takut ada pria lain yang akan melamar kamu nanti." jawab William karena memang dia takut jika Sarah akan di lamar pria lain lagi.
"Ya Tuhan William, tolong pikirkan lagi apa yang kamu rasakan saat ini. Kamu terluka, lalu bagaimana bisa masih memikirkan tentang lamaran ini William?" tanya Sarah yang masih tidak habis pikir dengan pria ini.
Apa sebegitu inginnya kah William menikah dengannya hingga mengabaikan kesehatannya sendiri?
"Aku sudah memikirkan diriku dan aku akan memikirkannya nanti setelah kamu menerima lamaranku Sarah. Aku benar-benar tulus mencintai dan-apa ini?" tanya William ketika Sarah mengambil kotak cincin tersebut san langsung memakainya begitu saja.
"Lihat, kau sudah puas melihatnya?" tanya Sarah yang menunjukan cincin berlian itu sudah melingkar di jari manisnya.
"Bukan seperti itu maksudku Sarah. Seharusnya aku yang memasangkan cincinnya di jari manismu bukan malah kau yang mengambil dan memakainya sendiri."
"Apa bedanya dengan memakai sendiri? aku sudah memakai cinta lamaranmu jadi lamaran kamu sudah terima apa lagi?" tanya Sarah pada William yang membuat pria itu hanya bisa mendesah pasrah saja.
Setidaknya ini jauh lebih baik daripada wanita itu menolak lamaran darinya.
"Berapa banyak uang yang baik dikeluarkan untuk sebuah barang kecil seperti ini?" Sarah kembali bertanya pada William perihal cincin yang ada di jari manisnya saat ini karena jujur saja, walaupun dia memiliki banyak uang tapi tetap saja Sarah tidak menyukai barang-barang mewah seperti ini karena menurutnya tidak penting
"Tidak perlu tahu seberapa banyak uang yang aku keluarkan untuk cincin itu bahkan jika kamu menginginkan yang jauh lebih mahal lagi aku siap menggantinya. Katakan saja model seperti apa yang kamu inginkan maka aku akan membelikannya."
"Untuk apa?" tanya Sarah.
"Maksud kamu?"
__ADS_1
"Iya, untuk apa lagi membeli cincin seperti itu karena tidak menyukai barang-barang mewah seperti ini. Aku memakainya karena aku menghargai kamu saja jika tidak aku lebih baik tidak memakainya sama sekali karena itu jauh lebih aman dari ancaman kejahatan di luar sana."