Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Arisan


__ADS_3

"Mami, Dara malu mi. Bagaimana jika teman-teman arisan Mama mengetahui bahwa Dara adalah mantan istri dari mas Antoni? lebih baik Dara di rumah saja ya." pinta Dara pada mami mertuanya.


Dia takut jika kehadiran dirinya nanti membuat mami mertuanya ini merasa malu dengan teman-temannya. Apalagi ini arisan para wanita-wanita yang memiliki uang banyak.


"Hais, kamu itu menantu mami jadi kamu harus ikut. Kamu istrinya Jordan bukan?" Dara menganggukkan kepanasan mendapatkan pertanyaan seperti itu dari mami Sofia.


"Jika begitu berarti memang kamu harus ikut. Ayo, cepat bersiap. Nanti kita akan pergi bersama. Ajak Lucas juga karena kita akan bersenang-senang nantinya." akhirnya Dara hanya bisa pasrah dengan apa yang mami mertuanya katakan.


Menolak pun percuma jadi dia harus tetap ikut. Setidaknya ada Lucas yang ikut bersamanya kegiatan tidak terlalu merasa bosan jika nantinya dia tidak nyaman di sana.


Jujur, selama menikah dengan Antoni Dara tidak pernah keluar ke manapun dan berkumpul-kumpul dengan orang-orang di luar sana negara ibu mertua ada yang melarang.


Dia dijadikan istri dalam rumah tapi dijadikan orang lain di luar rumah. Itulah yang Dara alami selama ini.


"Dara bersiap dulu jika begitu. Tolong bantu Dara untuk melihat Lucas."


"Beres sayang. Thank you honey." Dara hanya tersenyum saja saat mendapatkan kata terima kasih dari ibu mertuanya.


Mendapatkan ibu mertua seperti mami Sofia adalah keberkahan tersendiri dalam hidupnya. Dara benar-benar merasa sangat disayang oleh wanita itu bahkan dia merasa jika mami Sofia lebih menyayanginya daripada Jordan sendiri.


"Ahh... berapa kali menantuku itu cantik. Beruntung sekali duda karatan itu. Tapi jika dipikir-pikir lagi putraku itu tampan jadi dia pantas bersanding dengan menantu cantikku itu. Hais, aku jadi penasaran seperti apa cucuku yang kedua nanti. Lucas sudah jelas blasteran antara Madrid dan Indonesia. Lalu bagaimana jika Madrid mix Korea. Eh, Dara itu Korea atau Jepang ya? tapi sekilas juga ada China-nya juga. Ah, terserah lah jika Dara itu mau turunan siapa, yang penting dia baik dan mengerti putra ku. Dia juga sangat menyayangi Lucas jadi itu sudah sangat luar biasa." mami Sofia tetaplah mami Sofia dengan segala angan dan cita-citanya sangat luar biasa.


Dia terus saja memikirkan bagaimana penampilan cucunya kali ini. Perpaduan antara Jordan dan juga Dara pasti akan sangat luar biasa.


"Mami, Dara sudah siap." ucap Dara ketika dia sudah siap dengan penampilannya dan putranya juga sudah bersama ibu mertuanya.


Mami Sofia terkejut ketika melihat penampilan menantunya yang sangat luar biasa. Cantik dan elegan itulah kata yang cocok untuk penampilan Dara kali ini.

__ADS_1



"Waw, mami cantik sekali." puji Lucas saat lihat penampilan maminya yang sangat cantik siang ini.


"Sudah, ayo berangkat nanti kita terlambat. Kita bisa. Jika papi Lucas sudah pulang, maka dia tidak akan membiarkan kamu keluar dari rumah." ucap mami Sofia yang mengajak menantunya pergi.


Akhirnya mereka bertiga pergi ke sebuah restoran tempat di mana arisan diadakan. Saat sampai di sana, Mami Sofia langsung mengenalkan menantu kesayangannya.


Dara menjadi pusat perhatian kali ini, dan banyak yang bertanya di mana dia kuliah dan apa pekerjannya.


Entahlah, Dara sangat tidak menyukai sekali hal-hal seperti ini karena menurutnya tidak penting sekali.


"Hey, jangan bertanya seperti itu pada menantuku. Dara memang tidak bekerja dan tidak diperbolehkan bekerja oleh suaminya. Lagi pula itu sangat kaya jadi dia tidak perlu lagi untuk istrinya bekerja. Jordan tidak ingin istri yang kelelahan jadi tugas saudara hanya mengurus dirinya dan juga putranya saja. Selain itu, Dara juga harus belajar menghabiskan uang suaminya dan itulah yang putraku katakan." jelas mami Sofia dengan penuh kesombongan.


Sebenarnya bukan sombong, tapi memang seperti itu. Mana mungkin Jordan membiarkan Dara bekerja. Uangnya sudah banyak, jadi untuk apa lagi Dara bekerja.


"Tapi aku dengar menantu kamu ini janda dari Antoni ya? apakah benar gosip yang beredar tersebut jika menantumu ini meninggalkan mantan suaminya karena sudah?" tanya salah seorang wanita yang menatap Dara saat ini.


Dia benar-benar tidak habis pikir dengan teman-temannya ini terus saja mencari kesalahan Dara. Lagi pula itu bukan urusan mereka semua untuk apa mereka ingin tahu tentang masa lalu menantunya.


"Mami, sabar..." ucap Dara yang berusaha untuk menenangkan ibu mertuanya yang mulai terpancing emosi dengan teman-temannya sendiri. Mami Sofia hanya bisa menghembuskan nafas yang perlahan karena dia tidak ingin terpancing emosi.


Setelah berusaha untuk membuat ibu mertuanya tenang tiba-tiba saja ponsel Dara berdiri dengan itu panggilan masuk dari suaminya.


"Siapa sayang?" tanya mami Sofia ketika melihat ponsel menantunya berdering.


"Suami Dara Mi."

__ADS_1


"Angkat dan katakan jika kamu menemani mami." Dara menganggukkan kepalanya dan menjawab telepon dari Jordan.


"Halo sayang, ada apa?" tanya Dara ketika mendengar suara suaminya yang langsung bertanya dimana dirinya.


"Aku menemani mami arisan bersama Lucas juga."


"Kirimkan foto kamu sekarang. Jika kamu berdandan maka aku akan menyusulnya sekarang."ucap Jordan pada Dara.


Dia tidak sanggup membayangkan jika istrinya terlihat cantik di depan banyak orang.


"Sayang-"


"Katakan dimana kamu sekarang karena aku akan kesana. Aku tidak akan membiarkan kamu di sana sendirian."


Tut!


Jordan memutuskan sambungan teleponnya begitu saja dan dia langsung menuju tempat di mana istrinya berada.


Entah dari mana pria itu mengetahui keberadaannya, tapi yang pasti tak lama kemudian Jordan datang dan langsung menghampirinya.


Cup...


Bahkan dia mencium kening istrinya tanpa malu sedikit pun di depan banyak orang.


"Ayo kita makan siang. Temani aku makan siang sayang."


"Eh, tapi bagaimana dengan mami?" tanya Dara pada suaminya karena dia datang ke sini bersama maminya. Lalu bagaimana bisa dia meninggalkan mami Sofia begitu saja?

__ADS_1


"Ah, biarkan saja. Mami sudah besar. Dia tau jalan pulang. Sudah ayo temani aku makan." Jordan terus memaksa sang istri untuk ikut bersamanya karena memang dia datang ke sini untuk makan siang bersama istrinya.


"Lihat, bukan menantuku yang tergila-gila pada putraku, tapi putra ku lah yang bucin terhadap menantuku itu. Jadi jangan mengatakan hal buruk tentang menantu kesayanganku."


__ADS_2