Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Bahagianya Kita


__ADS_3

"Apa mami boleh masuk?" tanya Dara saat dia melihat anak dan suaminya sedang berpelukan di atas tempat tidur seperti itu. Dia kalau bawa saat ini keduanya sedang merasa bahagia. Baik Laura maupun Jordan sendiri mereka memiliki kisah yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata karena sebagai ibu dan sebagai istri Dara mengetahui dengan jelas bagaimana hubungan ayah dan anak itu. Keduanya sama-sama memiliki cerita yang tidak bisa dilupakan seumur hidup mereka. Apalagi saat pertama kali Laura berhasil memanggil Jordan dengan sebutan papi. Itu saat yang paling membahagiakan dalam hidupnya.


"Mami,"


"Sayang," keduanya bicara serempak hingga membuat Laura dan Jordan langsung tertawa karena mereka lagi dan lagi menunjukkan kekompakannya sebagai ayah dan anak. Dara tersenyum ketika melihat reaksi kedua orang itu. Dia datang menghampiri keduanya dan langsung ikut bergabung di atas tempat tidur. Mereka kembali membicarakan banyak hal, utama tentang hubungan Laura dan juga Jeff.


"Tadi dengar ada yang membicarakan tentang hubungan anak gadis mami dengan pangerannya. Jika mami boleh tahu siapa itu? Apa itu Jeff?" tanya Dara yang sengaja menggoda Laura walau dia sudah tahu bahwa memang pria itu yang dekat dengan putrinya saat ini.


"His... kenapa selalu membicarakannya? Laura malas membicarakan dia." baik Jordan atau pun Dara hanya tersenyum saja ketika mendengar jawaban dari putrinya. Laura ini tipe gadis yang sangat menjunjung tinggi harga dirinya sama seperti saat Jordan mengejar Dara dulu. Dia melupakan segalanya karena yang dipikirkannya hanya bagaimana caranya dia bisa mendapatkan Dara saat itu dan terbukti bahwa usahanya tidak sia-sia karena dia bisa menikah dengan wanita yang sangat dicintainya.


"Memangnya kenapa? mami lihat Jeff itu anak yang baik dan dia juga sangat bertanggung jawab atas diri kamu. Mami tidak pernah bertemu dengan laki-laki seusia Jeff segala keberaniannya. Dia berani mengakui kesalahannya saat dia membawa kamu pulang telat waktu itu ketika kalian touring. Bahkan dengan berani dia mengakui kesalahannya dan meminta maaf karena telat mengantarkan kamu pulang ke rumah. Bukankah itu sangat hebat?" tanya Dara. Dia ingin mengatakan pada putrinya jika Jeff itu anak yang hebat sekali menurut Dara.

__ADS_1


"Apa kamu tahu sayang? Jeff itu laki-laki yang hebat menurut mami. Di berani mengakui kesalahan dan berani meminta maaf atas kesalahan yang tidak sengaja dibuat olehnya. Ingat saat kalian pulang dari puncak?" Laura menganggukkan kepalanya karena dia masih ingat dengan jelas beberapa waktu yang lalu mereka baru saja touring ke puncak dan di perjalanan pulang mereka kehujanan hingga berteduh.


"Kamu mungkin tidak mengetahuinya dan Jeff juga pasti tidak mengatakannya pada kamu bahwa dia terus-terusan meminta maaf atas kesalahan yang tidak kalian sengaja. Dia mau minta maaf pada mami dan papi karena telah mengantarkan kamu larut malam. Dia mengatakan bahwa kalian terjebak hujan dan karena tidak ingin membuat kamu kedinginan di jalan maka kalian memilih untuk berteduh sementara yang lainnya sudah pulang lebih dulu. Jeff mengatakan bisa saja dia melanjutkan perjalanan kalian, tapi dia lebih memilih mementingkan keadaan kamu daripada keadaannya sendiri. Dia nggak tahu apakah kamu pernah hujan-hujanan atau tidak dan dia takut kamu terkena hipotermia maka dia menghindari semua itu. Dia jug meminta maaf karena telah memegang tangan jamu untuk menghangatkan kamu pada saat itu. Sungguh luar biasa bukan?" penjelasan dari maminya membuat Laura tidak bisa mengatakan apa pun lagi. Dia benar-benar tidak percaya jika Jeff bisa melakukan hal seperti itu dan bahkan dia mempertanggungjawabkan apa yang seharusnya tidak dipertanggungjawabkan olehnya. Kehujanan di jalan saat melakukan Touring naik motor itu sudah biasa. Jadi dia tidak perlu meminta maaf pada keluarganya.


"Dia bahkan juga bersumpah atas hidupnya sendiri bahwa dia hanya menyentuh tangan kamu saja. Tidak menyentuh yang lainnya, dan papi bangga bisa mengenal anak muda sepertinya. Laki-laki seperti Jeff itu langka sayang. Dia anak orang kaya, tapi dia bisa tau dan mengerti cara menghargai orang yang lebih tua. Papi menyukainya sayang." jawab Jordan hingga membuat Laura hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Setidaknya dia mengatakan apa yang ingin dikatakannya pada Laura tentang pemikirannya terhadap Jeff.


"Papi ini apa sih? Gaje ah." sungut Laura. Dia mulai kesal dengan pembicaraan ini. Entah mengapa setiap membahas Jeff kedua orang tuanya sangat bersemangat sekali. Seolah-olah mereka sedang membicarakan masa depannya bersama Jeff.


"Ya sayang, ada apa?" tanya Dara.


"Memangnya benar jika Laura dan Jeff itu sudah di jodohkan?" tanya Laura yang merasa penasaran dengan hubungannya bersama Jeff. Dia juga ingin tau bagaimana kelanjutan hubungannya dengan Jeff. Apakah benar dia dan Jeff sudah di jodohkan?

__ADS_1


"Kamunya bagaimana? Jeff dan keluarganya sudah menerima perjodohan ini begitu juga mami dan papi. Sekarang tinggal kamunya saja bagaimana. Jika kamu menerima perjodohan ini kalian akan bertunangan setelah tamat SMA. Tidak perlu terburu-buru untuk menikah, jalannya saja hubungan kalian berdua. Setidaknya sudah ada ikatan di antara hubungan kalian berdua. Jadi walaupun kalian jauh nanti, kalian akan selalu mengingat satu sama lain." jelas Jordan. Dia mengatakan hal seperti itu agar putrinya tahu dan mengerti bagaimana sebenarnya hubungan antar keluarga mereka dengan keluarga Jeff. Perjodohan ini memang langsung di setujui oleh Jeff karena memang dia menyukai Laura.


"Kamu bagaimana?" tanya Dara yang ingin memastikan perasaan putrinya terhadap Jeff.


"Laura tidak tau," jawabnya dengan lesu. Dia juga bingung bagaimana menjelaskan perasaannya terhadap mami dan papinya saat ini. Dia tidak pernah menyukai laki-laki sebelum kenal dengan Jeff. Hanya saja dia merasa kesal setiap kali melihat Jeff teman-teman sekolahnya. Apalagi saat mereka melaksanakan acara pentas seni kemaren, Laura sering melihat Instagram pribadi Jeff di penuhi dengan komentar para gadis yang ingin berkenalan secara langsung dengan bintang sekolah mereka yang menjadi pengisi acaranya waktu itu.


"Loh, kenapa?" tanya Jordan yang semakin penasaran dengan hubungan putrinya


"Laura memang tidak tau. Intinya Laura kesal setiap kali melihat Jeff di dekati gadis-gadis di luar sana." jawabnya hingga membuat mami dan papinya tertawa mendengarnya.


"Ih, mami sama papi ngeselin! Laura marah!"

__ADS_1


"Lagian kamu ini ada aja. Itu namanya cemburu saja. C E M B U R U!" jelas Jordan yang sengaja mengeja satu-persatu huruf itu hingga membuat Laura semakin kesal dengan kedua orang tuanya.


__ADS_2