
Plak ... plak ... plak ...
Laura terus saja memukuli bang Jeff setelah motor mereka berhenti di sebuah tempat yang tidak pernah didatanginya selama ini. Ini adalah pertama kalinya Laura datang ke tempat seperti ini dan itu bersama Jeff. Sedangkan Jeff sendiri yang masih memakai helm pun langsung membukanya begitu saja setelah mereka salai di tempat tujuannya.
"Kenapa terus saja memukuliku sejak tadi? kau terus saja memukulku bahkan ketika aku mengendarai motor. Apa kau tau jika itu bisa membuat kita berdua dalam bahaya?"
"Ya, bahkan aku sudah berada di dalam bahaya bersamamu di atas motor itu. Kau pikir aku ini apa bisa kau bawa balapan seperti itu?" tanya Laura dengan wajah masamnya.
"Kau tau itu seru. Mereka menantangku untuk balapan jadi aku beri tahu mereka siapa aku. Dulu, saat aku di L.A, aku sering melakukan hal ini, jadi tidak perlu kaget lagi karena aku sudah sering melakukannya," ucap Jeff hingga membuat Laura semakin kesal padanya.
"Tapi, untuk apa kamu membawaku ke tempat seperti ini. Ini pasar malam, lalu apa yang akan kita lakukan di tempat ini?"
" Kencan," jawabnya dengan datar dan langsung menarik lengan Laura untuk masuk ke dalamnya.
__ADS_1
Jeff tidak mendengarkan apa yang Laura katakan tentang semua itu karena yang ada di pikirannya saat ini adalah menikmati hidupnya sebelum kelulusan dan dia harus kuliah dan duduk di perusahaan seperti yang daddy-nya jelaskan padanya.
"Lihat, apa yang kau inginkan malam ini aku akan mengabulkannya. Kita akan bermain di sini dan kau bebas meminta apa pun karena aku punya uang 2 juta di dompetku, jika uangnya kurang kita bisa menggadaikan helmku, karena itu seharga motor Beat." ucapnya dengan penuh kesombongan dan itu membuat Laura muak.
Tapi ketika melihat tempat ini rasanya Laura merasakan bahwa dia harus menikmati semua ini. Tidak terlalu buruk dan dia harus menikmati semuanya bukan? Dia akan menghabiskan uangnya Jeff malam ini karena laki-laki itu yang mengajaknya ke tempat ini.
"Ayo kita cari makanan dulu, itu ice Boba sepertinya enak," Jeff kembali menarik tangan Laura dan mereka mendatangi beberapa tempat food court yang tersedia di sana dan mencoba beberapa makanan atau jajanan yang mereka sajikan di sana.
"Aku ingin bakso dan sosis bakar, lalu minumnya ice Boba sugar latte with cream cheese," ucap Jeff dengan pesanannya sementara Laura masih melihat apa yang ingin di makannya malam ini.
"Kau yakin tidak makan? bukankah wanita itu akan sangat senang diajak ke tempat-tempat seperti ini karena begitu banyak makanan-makanan yang terjadi di sini. Katanya, banyak anak yang nge-date di tempat seperti ini karena ini lebih seru dari pada ke mall bukan? Di L.A tidak ada seperti ini, adanya cuma Disneyland California, adalah Disneyland tertua yang pernah di bangun di tahun 1955, juga menjadi salah satu tempat yang paling banyak di kunjungi di seluruh dunia. Apa kamu tau La, terkadang aku berpikir kenapa orang-orang seperti kit yang terlahir dari keluarga yang background-nya pengusaha tidak bisa bebas melakukan banyak hal? Kita harus di tuntut untuk mengikuti alur bisnis." Jeff mulai menceritakan apa yang di rasakannya selama ini. Apalagi dengan segala hal dan ketentuan yang di terapkan di dalam keluarganya dan itu membuat Jeff merasa tersakiti dengan semua peraturan itu.
"Tapi papiku tidak seperti itu," jawab Laura karena dia berpikir bahwa papinya tidak melakukan hal seperti itu.
__ADS_1
"Bulshit! tidak ada yang benar-benar membiarkan anak-anak mereka bebas hidup di luar. Pegang omonganku La, jika papimu tidak akan membiarkan anak-anaknya hidup di luar dengan jalannya sendiri. Sekarang aku tanya, apa papimu bisa membebaskan kalian? Yakin jika papimu akan membiarkan putrinya menikah dengan seorang yang hanya memiliki pekerjaan biasa saja? Oke, jika memang dia akan membiarkanmu menikah dengan orang biasa, tapi apa kau yakin jika papimu tidak membantu kehidupan kalian? Rasanya tidak mungkin La, Impossible!" Laura masih mencerna dan memikirkan kata-kata yang Jeff katakan padanya. Jika dipikir-pikir lagi apa yang laki-laki itu katakan semuanya benar bahwa tidak mungkin papinya membiarkannya menikah dengan orang biasa dan tidak membantunya.
"La, kau tau, anak-anak dengan background pengusaha seperti kita ini sudah memiliki takdir sendiri yang digariskan oleh keluarga kita. Jika tidak dengan penguasaan lainnya, maka yang setara dengan mereka. Kakak kamu, menikahi seorang guru dan sekarang dia tidak bekerja karena dia mampu menghidupinya. Lalu bagaimana dengan kamu nanti? Tidak mungkin kamu yang bekerja dan memenuhi serta menutupi kekurangan di dalam rumah tangga kalian. I really don't know who my soul mate is, but I ask God to give me a partner who can love me sincerely. Itu cukup bagiku,"
"Tidak bisakah menggunakan bahasa Indonesia saja? Jika ingin menggunakan bahasa inggris, lakukan keseluruhannya, bukan bergaya layaknya anak Jaksel. Kau tau, itu menyebalkan."
"Jaksel? Apa itu Jaksel? Apa itu seperti makanan ringan atau semacamnya?" tanya Jeff yang tidak mengerti dengan apa yang Laura katakan.
Karena tidak ingin terus-terusan di buat kesal oleh Jeff, Laura memilih meninggalkannya dan menaiki sebuah wahana permainan di sana begitu juga dengan Jeff. Dia ikut bersama Laura menaikinya dan ketika wahana itu mulai bergerak rasanya cukup menyenangkan. Apalagi ketika ketika melihat Laura yang terlihat bahagia seperti itu. Sungguh ini membuatnya merasa senang bisa mengajak Laura ke tempat seperti ini.
"Are you happy?" tanya Jeff pada Laura ketika mereka berada di atas wahana seperti ini.
"Setidaknya ini lebih baik dari pada harus mendengarkan omonganmu yang tidak masuk akal itu, jadi diam saja dan tutup mulutmu karena aku sedang menikmati semua ini." mendengar apa yang Laura katakan membuat Jeff langsung terdiam dan tidak bisa mengatakan apa pun lagi selain hanya bisa menatap ke arah Laura yang terlihat sangat cantik sekali.
Wajahnya tanpa sentuhan make up dan itu membuatnya semakin jatuh hati dengan sosok itu. Hanya saja memang dia tidak berani mengatakan hal itu lagi karena takut jika Laura semakin merasa tidak nyaman dengannya nanti.
__ADS_1
"Kau cantik La," ucap Jeff dengan suara yang rendah hingga membuat Laura langsung membuka kedua kelopak matanya ketika mendengar apa yang laki-laki itu katakan.
"Apa? Aku hanya mengatakan bahwa kau cantik, lalu di mana letak kesalahannya?" tanya Jeff yang tidak bisa di jawab lagi oleh Laura karena dia tidak memiliki jawaban untuk menjawabnya.