Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Kita Berdua


__ADS_3

Hari ini, entah kemana Jeff akan mengajaknya pergi, tapi yang pasti Laura hanya bisa mengikutinya saja. Bahkan tadi malam laki-laki itu mengatakan padanya untuk tidak memakai gaun atau rok. Jeff menyuruhnya memakai pakaian casual saja karena mereka bukan akan pergi ke mall.


Saat melihat Jeff datang dengan motornya, Laura langsung paham jika hari ini dia akan di ajak pergi naik motor dengan teman-temannya.


"Mau kemana?" tanya Laura ada melihat Jeff yang sudah datang. Pria itu juga memberikannya helm dan masker karena memang mereka akan pergi hari ini.


"Jangan banyak bertanya. Sekarang ayo pergi," ajak Jeff pada Laura tapi gadis itu belum mau pergi bersamanya karena mereka belum berpamitan pada mami dan papinya.


"Tapi mami dan papi belum tau kita mau pergi ke mana," ucap Laura pada Jeff. Dia Mereka pergi dan kedua orang tuanya tidak tahu maka mereka akan menjadi objek pencarian nantinya.


"Papimu sudah tau karena aku yang memberitahunya. Aku sudah menghubungi papimu lewat ponsel tadi dan beliau mengatakan kau boleh pergi bersamaku dan pulang jangan terlalu malam. Lalu apa lagi?" mendengar jawaban dari Jeff membuat Laura hanya bisa pasrah saja dan dia naik ke atas motor laki-laki itu.


"Kita mau kemana sih?" tanya Laura yang semakin penasaran kemana mereka akan pergi karena Jeff belum juga mengatakan padanya tujuan mereka pergi kali ini.


"Kau bisa diam tidak? sudah diam saja dan jangan banyak bertanya lagi. Kita akan berhenti untuk sarapan sebentar lagi karena teman-temanku sudah menunggu kita."

__ADS_1


"Kita touring? konvoi dengan teman-teman kamu gitu?" Jeff menganggukan kepalanya memakai helm. Setelah melewati jalanan kota, akhirnya mereka singgah di sebuah restoran tempat sarapan dan Laura kaget ketika melihat banyaknya motor sport seperti yang Jeff miliki saat ini dan mereka juga membawa pasangan mereka. Melihat itu membuat Laura merasa malu dan tidak ingin bergabung dengan mereka semua.


"Ada apa lagi Laura?" tanya Jeff yang benar-benar harus memiliki banyak stok kesabaran untuk menghadapi Laura yang seperti ini.


"Aku malu. Mereka banyak sekali dan mereka juga membawa pasangan mereka. Aku malu dan tidak terbiasa dengan banyak orang. Jadi ayo masuk," ajak Jeff yang menarik tangan Laura untuk masuk ke dalam restoran tersebut.


"Tidak akan ada yang berani menganggu kamu dan jika mereka berani mengganggu maka aku akan memberi pelajaran ke mereka. Percayalah padaku Laura, jika mereka tidak akan berani mengganggumu." ucap Jeff yang berusaha untuk meyakinkan Laura bahwa tidak akan ada yang berani padanya dan karena itu pula dia percaya pada Jeff. Laura masuk ke dalam restoran tersebut di gandeng oleh Jeff. Di dalam restoran ini, Laura sudah melihat jika Jesica juga ada di tempat ini bersama dengan mereka. Tiba-tiba saja moodnya hancur dan Jeff tau itu.


"Makan saja La, aku mengajakmu ke tempat ini tidak untuk memperdulikan mereka. Jadi ayo makan dan habiskan sarapanmu saja." ucap Jeff lagi sebelum mereka duduk di tempatnya. Banyak dari mereka yang bersorak ketika melihat Jeff sang pangeran jalanan datang dengan seorang gadis cantik yang membuat pandangan mereka tertuju ke arahnya. Bahkan menurut mereka Jesica gebetan baru Mike saja kalah keren dengan gadis yang di bawa Jeff pagi ini.


"Namanya Laura. Dia cewek gue dan kalian gak usah sok Deket sama dia. Laura anak bungsu dan dia adiknya Lucas Brussels. Jadi jangan macam-macam." ancam Jeff pada teman-temannya karena dia tidak ingin membuat Laura semakin tidak nyaman.


Saat mereka kembali fokus, tiba-tiba saja ada yah mengatakan bahwa nama Laura itu tidak asing. Apalagi nama belakangnya, Brussels.


"Bentaran deh, gue kayak gak asing sama nama belakang cewek Lo Jeff. Brussels kan ya, gue pernah denger di mana ya?" tanya Mike yang seperti pernah mendengar nama keluarga besar pacarnya Jeff.

__ADS_1


"Jordan Brussels, pemilik perusahaan otomotif terkenal yang berpusat di Madrid. Tanya aja sama Dirga, dia tau gimana tampang bokapnya Laura." semua tatapan kini tertuju pada Dirga yang sedang menyantap sarapan paginya dan itu membuat dia terpaksa harus menjelaskannya.


"Jordan Brussels om keren yang bawa Harley ke bengkel elu kemaren Mike. Yang tatonya keren itu. Inget kan Lo?" Mike baru mengingatnya menganggukkan kepalanya karena dia baru mengingat jika om-om yang datang ke bengkelnya kemaren adalah orang tuanya Laura. Tapi itu bule sedangkan Laura ini wajahnya asia sekali, jadi dia sedikit heran.


"Sudahlah, kita di sini mau sarapan bukan untuk membicarakan background keluarga besar bukan?" sindir Jesica yang mulai jengah dengan pembicaraan mereka kali ini. Apalagi saingannya adalah Laura. Teman satu sekolahnya. Dia mau pergi bersama Mike karena dia ingin membuat Jeff merasa cemburu. Tapi kenyataannya tidak seperti itu sama sekali.


"Aku tidak meminta di bicarakan, tapi kenapa kamu mengatakan hal seperti itu ke arahku?" tanya Laura yang mulai merasa tidak nyaman dengan adanya Jesica. Jeff yang mengerti pun langsung mengirimkan pesan pada Mike untuk membuat Jesica diam sebelum dia yang bersikap.


Mendapatkan pesan dari Jeff membuat Mike mengerti jika Laura dan Jesica tidak memiliki hubungan baik, maka Jeff mengatakan hal seperti ini padanya.


"Sudahlah, ayo habiskan sarapan kalian dan kita akan melanjutkan perjalanan kita." mereka pun kembali melanjutkan perjalanan setelah menghabiskan sarapannya. Perjalanan menuju puncak Bogor terasa sangat menyenangkan sekali bagi Laura karena ini adalah pertama kalinya bagi dia sendiri pergi touring.


"Kau suka?" tanya Jeff yang memulai pembicaraan di antara mereka. Jeff juga mengaktifkan karema yang memang sudah di setelnya agar bisa merekam kegiatan mereka saat ini.


"Suka, ini terlihat menyenangkan dan apa bis kita makan jagung bakar di puncak nanti? Aku ingin merekam kegiatan kita. Ayo kita buat vlog tentang perjalanan kita. Aku ingin menjadi konten creator untuk merekam keseharian kita seperti ini. Apa boleh?" tanya Laura pada Jeff dan Jeff pun mengijinkannya.

__ADS_1


Mereka mulai merekam kegiatan keduanya sampai di puncak Bogor.


__ADS_2