Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Bertengkar


__ADS_3

Dara langsung menghubungi suaminya saat mendapatkan kabar bahwa putra mereka bertengkar di sekolah hingga berkelahi.


Ini adalah pertama kalinya bagi Dara menghadapi anak seperti itu. Dia tidak ingin membela Lukas tapi jika memang putranya tidak bersalah maka Dara akan mendukung putranya sampai titik darah penghabisan.


"Sayang..." Dara langsung memeluk suaminya ketika dia melihat bahwa Jordan sudah datang ke sekolah Lucas.


Melihat istrinya yang begitu khawatir membuat Jordan langsung memeluk istrinya.


"Tenang oke. Aku disini dan Lucas akan baik-baik saja." Dara mulai sedikit tenang dan mereka masuk ke pekarangan sekolah.


"Tapi pakaian kamu sayang. Aku tidak ingin jika dikatakan bahwa orang tua Lucas adalah preman."


"Oke, aku akan ambil jaket dulu." Jordan kembali masuk ke dalam mobilnya dan mengambil jaketnya.



"Apa ini sudah cukup sayang?"


"Di turunkan lagi sayang. Tatonya masih kelihatan." ucap Dara seraya menurunkan lengan jaket jeans suaminya.


Setelah merasa bahwa penampilan suami sudah jauh lebih baik mereka pun masuk ke sekolah dan menuju ke ruangan tempat di mana Lucas berada.


"Tenanglah cinta, anak kita tidak bersalah. Aku yakin itu." ucap Jordan berusaha untuk menyakinkan istrinya bahwa putra mereka tidak bersalah.


Jordan ayah mau dicas dan dia yang membesarkan dulu dia tahu apa yang tidak mungkin dilakukan oleh putranya.

__ADS_1


"Aku harap begitu." jawab Dara.


Jordan menggandeng tangan istrinya yang terlihat begitu panik.



Lihat, dalam keadaan kami seperti ini pun Jordan masih melihat bahwa istrinya itu benar-benar cantik.


Tidak ada yang cacat dalam diri Dara dan semuanya sempurna. Yang cacat itu adalah Antoni yang telah melukai hatinya Dara.


"Permisi, kami orang tua dari Lucas." sapa Dara ketika mereka masuk ke ruangan guru dari saya sudah ada pikiran mereka dan juga anak yang mungkin bertengkar dengan Lucas.


Melihat Dara dan Jordan masuk membuat Lucas langsung menghampiri kedua orang tuanya. Dia memeluk mereka berdua merasakan ketakutan di ruangan ini. Sakit sekali hari Dara ketika melihat rupanya ketakutan seperti ini. Sebenarnya apa yang terjadi hingga membuat Lucas ketakutan?


"Oh, bagus jika kalian sudah datang. Tolong untuk bersikap lebih sopan santun lagi terhadap orang lain. Dia telah melukai anakku saja tapi dia juga berkata kasar terhadap kami. Sebagai orang tua seharusnya kalian tahu cara mendidik anak kalian. Jika tidak bisa mendidiknya maka biarkan aku yang mendidiknya." kedua tangan Jordan sudah terpal erat mendengar apa yang wanita itu bicarakan tentang putranya. Sungguh, rasanya Jordan ingin meratakan seluruh gedung sekolah ini agar mereka tahu siapa mereka bicara saat ini.


"Lucas tidak melakukan apapun Pi. Lucas hanya ingin berteman dengan mereka tapi mereka malah tidak mau berteman. Mereka mengatakan bahwa Lucas anak yang lemah hanya karena Lucas tidak bisa naik sepeda. Mereka juga mengatakan bahwa papi Lucas itu penjahat karena memiliki banyak tato di tubuhnya." jelas Lucas.


Anak itu menceritakan segala yang teman-temannya katakan tentang Papinya. Sebagai seorang anak Lucas pasti membela orang tuanya karena memang dia tahu bahwa papinya tidak bersalah dan papinya bukan orang jahat.


Merasa kesal dengan semua penjelasan dari putranya membuat Jordan langsung membuka jaket jeansnya dan memperlihatkan bagian tubuhnya memiliki banyak tato. Saat ini jaringan yang menggunakan kaos miliknya hingga membuat beberapa orang guru di sana menatap terkejut dengan apa yang dilihat mereka saat ini.


"Mulai sekarang aku tidak akan menyekolahkan putraku lagi di sini. Kalian semua orang-orang yang selalu menilai seseorang dari luarnya saja tanpa mengetahui apa isi di dalamnya. Aku aku bawa aku yang memiliki banyak tato dan menurutku itu biasa saja. Tato di tubuhku hanya semata-mata karena aku menyukai seni karya dari seorang seniman tato. Jika kalian keberatan kata putraku sekolah di sini karena penampilanku yang kalian cap sebagai salahku melihat maka aku akan membawa putraku keluar dari sekolah ini. Aku tidak akan pernah menyekolahkan putraku di tempat dan buruk seperti ini. Jadi aku tidak akan pernah meminta maaf pada siapapun karena memang putraku tidak bersalah." tutur Jordan dengan perasaan yang menggebu. Rasanya dia siap meledak saat itu juga namun dia berusaha untuk menahannya demi anak dan juga istrinya.


Dia kirain kedua orang yang paling dicintai di dunia ini mengetahui bagaimana kemarahannya.

__ADS_1


"Kita bisa membicarakan ini baik-baik pak Jordan. Ini masalah sepele, lagi pula pertengkaran di antara anak-anak itu biasa bukan?"


"Tidak!" sentak Jordan. Dia tidak akan memaklumi semua ini karena pembullyan itu bisa saja menjadi beban mental tersendiri bagi anak-anak.


Jordan tidak ingin jika anaknya memiliki trauma berat terhadap pembullyan seperti itu.


"Aku pada keputusanku bahwa aku akan membawa beberapa keluar dari sekolah ini. Kalian, aku akan mengingat satu persatu wajah kalian yang berada di sekitar pertama kalian sebagai orang tuanya. Berdoa saja jika suatu saat kita tidak akan bertemu di jalan. Jika sampai kita bertemu di jalan aku tidak akan bisa menjamin keselamatan kalian berdua. Urus anak kalian dengan baik agar tidak bersikap semena-mena." jelas Jordan.


Dia membawa anak dan istrinya keluar dari ruangan tersebut dan membawa mereka pulang.


Saat perjalanan dari sekolah hingga ke rumah mereka tidak satupun kata yang keluar dari ketiga orang yang berada di dalam mobil tersebut.


Baik itu Jordan ataupun Dara. Bahkan Lucas sendiri tidak berani bersuara ketika melihat wajah papinya yang terlihat sangat marah.


"Ganti baju Lucas dan temui papi di ruangan kerja setelahnya. Jangan harap kamu bisa makan sebelum menjelaskan semuanya."


"Ya Pi." Jawab anak usia 6 tahun itu dengan lesu.


Mami Sofia yang melihat Lucas seperti itu ikut merasa sedih. Dia ingin memarahi Japan tapi dia percaya pada menantunya bahwa Dara Jordan.


"Kenapa mengatakan hal seperti itu? bukan begitu caranya mendidik anak." ucap Dara yang memulai pembicaraan ini dengan suaminya


Ini masalah serius. Apalagi dengan Jordan yang mengatakan bahwa Lucas tidak boleh makan sebelum menjelaskan semuanya.


"Keputusan ju sudah bulat Dara. Kita harus menghukum Lucas agar-"

__ADS_1


"Tidak! aku memang bukan ibu yang melahirkannya tapi aku ada ibunya saat ini. Jika hukum yang aku juga karena aku yang bertanggung jawab untuk mengurusnya sekarang. Satu hal lagi, kamu bisa menghukumnya setelah dia makan. Aku tidak akan membiarkan kamu menghukum putraku dalam keadaan kelaparan. Putra ku harus tetap makan dan itu keputusan final." sentak Dara dengan berani melawan suaminya.


__ADS_2