
Pagi ini, semua orang sedang bersiap-siap untuk acara pernikahan pada hari ini. Mereka tidak mengadakan acara pernikahan yang mewah dan banyak mengundang tamu dari luar, karena pernikahan ini adalah pernikahan yang digelar dengan sangat tertutup. Itu syarat utama dari kedua mempelai maka sebagai keluarga besar baik hanya bisa menurutinya saja. Seperti saat ini, Jordan sedang dibantu istrinya untuk bersiap-siap karena sebentar lagi mereka akan mengantarkan Laura ke altar pernikahan bersama dengan Jeff.
Jika biasanya Jordan terlihat sangat santai maka tidak dengan kami ini karena untuk pertama kalinya dalam hidup Jordan dia merasa kegugupan yang sangat luar biasa. Dia benar-benar merasa serba salah saat ini. Melihat suaminya yang terlihat sangat gelisah seperti itu membuat Dara sebagai istri langsung mengerti dengan apa yang dirasakannya.
"Kamu gugup?" tanya Dara pada jarak ketika melihat laki-laki itu yang seperti serba salah sejak tadi. Dia sudah berpakaian dan semua yang sudah benar-benar terlihat rapi dan sempurna tetapi tetap saja ada yang kurang baginya.
"Tidak, aku hanya merasa sedikit tidak nyaman. Seperti ada yang mengganjal di hatiku saat ini tapi tidak tau apa itu," ucap cermin yang berusaha menjelaskan pada istrinya bahwa dia merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.
"Pergilah datang ke kamar Laura dan bicara dengannya. Aku rasa kamu sedang merasa takut akan kehilangan Putri kamu. Laura akan menikah dan pergi meninggalkan kita berdua, dan aku tahu jika ada yang menjadi beban terberat kamu saat ini apalagi kamu sendiri yang akan mengantarkan putrimu ke altar pernikahan untuk bertemu dengan mempelai prianya. Bicara dengan Laura dan katakan padanya apa yang kamu rasakan saat ini. Aku rasa juga sedang merasakan hal yang sama dengan apa yang kamu rasakan karena menurutku kalian berdua dengan sangat kompak dan kalian berdua memiliki kepekaan perasaan satu sama lain. Jadi bicara apa adanya sebelum waktunya pergi ke altar," jelas Dara pada suaminya karena dia tau jika Jordan memang merasakan hal yang normal di rasakan semua ayah di dunia ini yang akan menikahkan putri mereka.
" Apa itu harus?" tanya Jordan sebelum dia pergi ke kamar Laura.
__ADS_1
"Aku rasa harus. Pergilah, temui orang dan katakan apa yang kamu rasakan saat ini. Aku sendiri akan keluar melihat para tamu yang sudah datang dan aku rasa keluarga Dahlia juga sudah datang." Dara menurut tugas suaminya sebelum laki-laki itu pergi ke kamar Putri mereka. Jordan sendiri menarik nafas dalam sebelum dia pergi ke kamar putrinya. Berat supaya rasanya untuk menjelaskan dan menceritakan semua ini pada Laura apa yang dirasakannya. Tapi bagaimanapun dia harus menjelaskan dan mengatakan pada putrinya bahwa cinta dan kasihnya tidak akan pernah berubah walau dia sudah menikah dan memiliki seorang laki-laki yang menjadi saingan terberatnya.
Sebelum masuk ke dalam kamar Laura dan mengetuk pintu kamar yang lebih dulu, berharap jika dia benar-benar bisa bicara dengan putrinya.
"Aku ingin bicara dengan putriku!" ucap Jordan dengan rambut wajah yang datar ketika melihat bahwa bukan orang yang membuka pintu kamarnya.
"Oh baiklah, silahkan tuan," penata rias Laura tadi mempersilahkan sang pemilik rumah untuk masuk ke dalam kamar putrinya sendiri.
"Tinggalkan kami berdua!" titah Jordan ketika dia sudah berada di dalam kamar putrinya. Dia ingin bicara dengan Laura sebelum gadis itu ke altar pernikahan nantinya.
"Papi,"
__ADS_1
"Ah, jangan memanggil aku seperti itu sayang. Papi takut jika papi tidak bisa menahannya dan akhirnya akan menangis nanti," ucap Jordan yang belum berani menatap wajah. Entah mengapa rasanya sesak sekali ketika melihat Laura memakai gaun pengantin seperti ini. Sepertinya baru saja kemarin dia mengajari Laura berjalan dan mengayuh sepeda mini berwarna pink miliknya, tapi kini dia akan mengantarkan Putri kecilnya itu menuju altar pernikahan.
"Aaahhh ..., papi kenapa bicara seperti itu?" tanya Laura yang mulai merasakan perasaan yang mulai menguasai dirinya.
"Hey, cantiknya papi, kesayangan papi, tuan putrinya papi dan belahan jiwa papi. Kamu tau nak, tapi benar-benar tidak menyangka jika bayi yang paling besar kan dengan penuh cinta beberapa waktu yang lalu sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat luar biasa cantiknya. Lihat, gaun ini mendengar sangat cocok saat kamu yang memakainya. Kamu terlihat jauh lebih cantik daripada Cinderella sekalipun dan itu adalah Putri papi," ucap Jordan yang sengaja berjongkok di depan Laura saat ini.
"Papi,"
"Sttt ..., jangan menangis sayang, papi gak mau make up kamu ya sudah sangat cantik ini menjadi berantakan nantinya oke. Papi bantu hapus ya sayang," Jordan menghapus air mata putrinya yang hampir saja jatuh dari matanya.
"Kamu tau sayang, kamu harus selalu percaya bahwa papi dan juga mami kamu tidak akan membiarkan kamu hidup kesusahan di luar sana. Kasih sayang dan cinta tapi tidak akan pernah berkurang sedikitpun untuk kamu walaupun sudah menjadi istri orang. Papi akan tetap menyayangi kamu dan mencintai kamu dengan sepenuh hati tapi. Papi hanya mau minta dan berharap bahwa Tuhan akan terus melindungi kamu dimanapun kamu berada. Papi akan meminta dan berdoa pada Tuhan setiap harinya untuk kebahagiaan kamu dan juga calon suami kamu. Tolong, jangan menangis dan membuat papi juga ikut menangis dengan kamu." sudah payah Jordan berusaha untuk menguasai diri dan hatinya agar dia tidak menangis di hadapan putrinya seperti ini. Rasanya sangat sulit sekali menjalankan apa yang dia rasakan saat ini itu normal. Tapi tetap saja rasanya akan berbeda.
__ADS_1
"Oh my God, apa ini gelang pemberian mami kamu?" tanya cari tempat olahraga ketika dia melihat bahwa ada gelang yang sangat dikenalinya. Gelang jangan itu terlihat biasa saja, tapi makna dan historical di balik gelang tersebut menyimpan banyak arti dalam kehidupan Dara.
"Kamu tau sayang, jika gelang ini sampai di tangan kamu itu artinya kamu sudah dewasa dan itu yang selalu mami kamu katakan pada papi jika dia akan memberikan gelang ini sebagai hadiah istimewa darinya tepat di hari pernikahan putri kandungnya. Itu artinya kamu adalah putri kandung kami berdua walau kamu lebih cenderung ke mami kamu, tapi tetap saja ini sah menurut papi karena kamu adalah permata yang paling berharga di dalam kehidupan kami semua dan lali harap kamu bisa menyikapi bagaimana arti kehidupan setelah ini. Papi harap kamu benar-benar berbahagia dalam hidup." ucap Jordan dengan penuh kesiapan untuk mengantarkan sang tuan putri ke altar pernikahan.