Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Bukan Vario


__ADS_3

"Ayo Lucas, biar pagi ini papi yang akan mengantarkan kamu ke sekolah dengan motor seperti permintaan kamu." ucap Jordan pada putranya saat dia melihat bahwa Lucas sudah keluar dari rumah mereka dengan membawa bekal yang berada di kedua tangannya.


Lucas sendiri masih terdiam di tempatnya ketika melihat papinya yang sudah duduk di atas motor besar miliknya.


"Ini bukan Vario papi. Lucas bilangin motor Vario bukan motor Harley seperti itu." jawab Lucas pada papinya yang sudah duduk di atas motor siap untuk mengantarnya sekolah.



"Oh my God Lucas, yang benar saja motor Vario son. Itu sangat tidak mungkin jika papi yang menaikinya. Itu akan terlihat seperti sepeda jika papi yang menaikinya."


"Lucas meminta motor Vario bukan untuk papi yang mengantarkannya tapi pak Imam atau paling tidak pak Mardi, bukan papi." jawab Lucas pada papinya karena dia memang tidak menginginkan motor seperti itu, karena jika dia menaiki motor seperti itu sama saja itu seharga mobil mewah milik kepala sekolah bahkan mungkin bisa lebih mahal lagi motor yang dinaiki papinya itu daripada mobil kepala sekolahnya.


"Sudah ayo, biar hari ini papi yang mengantar kamu sekolah lalu besoknya tidak akan lagi. Jika nama ini motor Vario mah papa akan membelinya setelah ini, tapi hari ini biar papi yang mengantarkan kamu sekolah dulu." ucapkan lagi pada putranya hingga akhirnya Lucas mau pergi bersamanya menaiki motor baru yang dinaikinya saat ini.


Setelah berpamitan pada mami dan juga Omanya, akhirnya Lucas pergi ke sekolah bersama papinya.


Sepanjang perjalanan menuju sekolah Jordan terus saja bertanya pada putranya apakah dia menyukai sekolah yang sekarang atau tidak dan jawaban Lucas benar-benar di luar dugaannya.


"Lucas senang bersekolah di sana karena teman Lucas tidak ada yang mengetahui siapa papi. Mereka berteman dengan Lucas karena memang benar-benar berteman dengan tulus bukan karena Lucas ini anak dari seorang pengusaha."


"Jika begitu, ajak teman kamu main ke rumah untuk makan siang bersama. Biar nanti papi yang akan mengatakan pada mami kamu." ujar Jordan yang bicara pada putranya karena dia ingin melihat bagaimana teman-teman sekolah Lucas.


"Nanti akan Lucas katakan pada teman sekolah Lucas. Bukankah dua Minggu lagi Lucas ulang tahun?" tanya Lucas pada papinya hingga membuat Jordan baru sadar jika putranya ini akan berulang tahun sebentar lagi.


"Baik jika begitu, kita akan adakan pesta ulang tahun di rumah saja." akhirnya mereka sampai di sekolah Lucas hingga membuat putranya itu langsung turun dari atas motor papinya.

__ADS_1


Saat Jordan ingin pergi dia kaget ketika melihat tangan putranya yang meminta sesuatu padanya.


"Apa ini son? papi tidak mengerti."


"Mami biasanya akan memberi Lucas uang jajan, jadikan hari ini papa yang mengantar Lucas ke sekolah maka Lucas akan meminta pada papi saja," ujar anak itu.


Akhirnya Jordan mengeluarkan tempatnya dan mengeluarkan dua lembar pecahan uang 100.000 untuk putranya.


"Papi ini banyak sekali." ucap Lucas ketika dia mendapatkan dua lembar uang merah dari papinya.


"Ambil saja Lucas, ajak teman kamu jajan di kantin sekolah. Katakan ini salah perkenalan dari papi." akhirnya Lucas menerima uang yang papinya berikan karena memang pria itu yang memaksanya.


Setelah pergi mengantarkan putranya sekolah, Jordan pun langsung pergi ke kantor. Namun, di perjalanan menuju ke kantor dia mendapatkan telepon dari istrinya.


"Tidak ada, aku hanya ingin meminta di belikan bubur ketan hitam tapi kuah santannya di pisah."


"What? apa itu bubur ketan hitam? aku hanya mengetahui bubur ayam yang memakai kuah soto dan ayam sebagai toppingnya. Jika kamu mengatakan bubur ketan hitam aku sama sekali tidak mengetahuinya." jawab jangan pada istri karena dia memang tidak mengetahui libur ketan hitam yang dimaksud istrinya.


"Untuk itu aku memberitahu kamu agar kamu tahu dan bisa mencarinya." jawab Dara.


"Tapi seperti apa sayang? aku tidak mengetahuinya sama sekali. Apa kamu ngidam?" tanya Jordan yang ingin memastikan pada istrinya tidak mengetahui apa yang istrinya inginkan.


"Iya aku ngidam dan aku ingin bubur ketan hitam saat ini. Biasanya itu akan dijual di dekat pasar atau terminal. Lagi pula saat ini kamu menaiki motor jadi itu lebih mudah untuk pergi ke sana, jadi tolong carikan bubur ketan hitam untukku." ucap Dara yang kembali mengatakan pada suaminya bahwa dia menginginkan bubur ketan hitam karena dia sedang mengidam saat ini.


Mendengar istrinya yang mengidam membuat Jordan langsung bergegas dan bersemangat untuk mencari apa yang di inginkan Dara karena dulunya dia tidak pernah menuruti ngidamnya Anisa. Dulu, jika Anisa menginginkan sesuatu pasti Willian yang mencarinya dan ketika Anisa meninggal karena berjuang untuk melahirkan Lucas, dan itu lah yang menjadi hantaman terbesar baginya.

__ADS_1


"Baik jika begitu, aku akan mencarinya. Tunggu aku di rumah sayang." ucap Jordan sebelum dia mematikan sambungan teleponnya.


"Kemana dia? kenapa di saat aku membutuhkannya seperti ini dia tidak bisa mengangkat ponselnya?" ucap Jordan yang memasukan ponselnya setelah menghubungi William namun tidak di jawab oleh pria itu.


Saat dia dalam perjalanan untuk mencari pesanan istrinya, dia melihat pria yang sangat di kenalnya tengah berdebat dengan seseorang dan orang tersebut juga di kenal olehnya.


"Seharusnya kamu yang meminta maaf karena telah menabrak mobilku. Bukan malah menyalahkan orang lain atas kesalahan kamu sendiri."


"Bukan salahku jika kau tidak berhenti mendadak." jawab William yang tidak ingin kalah dan di salahkan.


"Lalu apa kau pikir aku ingin berhenti mendadak? di depan sana ada seekor anak kucing yang mungkin saja tersisa dan mencari ibunya. Apa aku harus melanjutkan mobilku begitu saja dan menabraknya? iya, apa begitu maksudmu?" tanya wanita itu dengan penuh amarah.


Jordan langsung turun dari atas motornya ketika melihat bahwa yang berdebat dengan William adalah Sarah teman mendiang mantan istrinya.


"William, Sarah." panggil Jordan ketika melihat sepasang anak manusia yang tengah berdebat di pinggir jalan saat ini.


"Sedang apa kalian? kenapa berdebat si pinggir jalan seperti ini?" tanya pria yang baru saja turun dari atas motornya.


"Jordan?" ucap keduanya dengan bersamaan hingga membuat William dan Sarah langsung menatap satu sama lain hingga membuat Jordan tertawa.


Melihat keduanya terlibat perselisihan seperti ini membuatnya tersenyum dan berpikir sesuatu yang tiba-tiba saja ada di pikirannya.


"Waw, kalian bersamaan begini. Apa itu artinya kalian berjodoh?" tanya Jordan yang membuat mereka berdua melihat ke arahnya lalu kembali menatap musuh mereka sambil berkata tidak dan itu kembali membuat Jordan tertawa.


"Tidak!" jawab keduanya sementara Jordan hanya bisa tertawa saja.

__ADS_1


__ADS_2