
Jordan yang sedang bekerja langsung pergi ke rumah sakit ketika mendapatkan kabar bahwa istrinya akan melahirkan dan yang lebih membuatnya panik lagi ketika di rumah hanya ada para wanita dan yang membawa mobil adalah Sarah di karenakan supir sedang menjemput Lucas sekolah.
"Cepat sedikit William, istriku akan melahirkan dan yang membawa mobil adalah istrimu!" panik Jordan karena dia memikirkan keadaan istrinya saat ini dan di mobil yang kemudian istri William hanya ada mereka bertemu istrinya dan juga istri William.
"Tenanglah Jordan, kau tidak boleh panik seperti ini walau aku juga tahu tidak mungkin rasanya jika kau tidak panik. Tapi cobalah untuk tetap tenang, setidaknya bertahan sampai kita di rumah sakit." berusaha untuk menenangkan saudaranya.
Walau bagaimanapun tidak mungkin rasanya jika Jordan tidak tenang seperti ini, tapi berusaha untuk tetap tenang melewati semua ini dan percayalah bahwa Sarah itu sopir yang hebat.
"Tapi istrimu-"
"Percayalah bahwa istriku adalah pengendara yang hebat dan dia pasti bisa membawa istrimu selama sampai di rumah sakit." ucap diameter berusaha untuk menenangkan saudaranya sementara di mobil yang lainnya, Ami Sofia terus aja berusaha untuk membuat menantunya itu agar tetap tenang melewati semua ini karena mereka sedang dalam perjalanan ke rumah sakit.
"Dara, are you okay?" tanya Sarah pada wanita yang sedang berjuang untuk melahirkan putranya saat ini. Dara sedang mengalami kontraksi dan untuk itu secara harus memastikan bahwa Dara tetap baik-baik saja sampai mereka di rumah sakit.
"Sakit, mi sakit." Dara mencengkram tangan ibu mertuanya karena memang sakit yang dirasakannya ini begitu luar biasa walau terkadang sakitnya tiba-tiba datang dan tiba-tiba hilang.
"Sabar sayang, sabar oke. Kamu harus tetap sabar untuk semua ini." ujar sang ibu mertua yang berusaha menguatkan menantunya karena bagaimana pun dia tau seperti apa sakitnya karena dia juga melahirkan Jordan secara normal dulunya.
"Mami, tolong pastikan bahwa Dara tetap sadar sampai kita di rumah sakit. Pastikan juga bahwa di belakang bersih." ujar Sarah namun Dara semakin merasakan sakit yang luar biasa ketika sakit itu kembali datang menerjangnya.
"Ahhh...mami sakit..." rintih Dara ketik merasakan sakit yang luar biasa saat ini.
Bahkan dia merasakan bahwa saat ini kepala calon anak mereka sudah mau keluar.
__ADS_1
"Sarah, kepalanya mau keluar Sarah," ucap Dara jingga membuat Sarah langsung menghentikan mobilnya secara mendadak ketika mendengar hal itu.
Ketika dia melihat kebelakang dia sudah melihat Dara yang seperti sedang berjuang untuk mengejan agar anaknya keluar.
"Mami, tolong tenang dan kemudikan mobilnya biar Sarah yang menangani Dara di belakang."
"Tapi sayang, mami sudah lama tidak membawa mobil, bagaimana jika nanti kita-"
"Mami please, tenang dan percaya bahwa mami bisa. Kita harus memikirkan keadaan Dara saat ini. Jika kita menunggu sampai di rumah sakit itu tidak akan mungkin terkejar karena menurut saya saat ini pembukaan Dara sudah hampir lengkap dan itu artinya anak yang sudah ingin keluar. Ayolah mi, mami pasti bisa." ujar Sarah yang mengatakan hal seperti itu agar maminya percaya bahwa maminya melakukan semua itu.
Saat Sarah dan mami Sofia terus saja bicara, Dara semakin merasakan sakit yang luar biasa karena anaknya sudah akan lahir saat ini.
"Sarah, sakit Sarah..." Dara kembali merasa kesakitan ketika anak yang ada di dalam kandungannya sudah ingin keluar dan terus saja menghantam ruang panggul miliknya untuk mencari jalan lahir.
"Mami! please, tolong mengertilah keadaan kita saat ini dan hilangkan rasa ketakutan mami lalu kemudian mobilnya dengan baik!" sentak Sarah dia juga mau ikut panik ketika melihat keadaan Dara yang semakin dengan dengan kelahirannya.
"Mami! jalankan mobilnya!" bentak Sarah lagi hingga membuat mami Sofia mulai menginjakkan kakinya di pedal gas untuk melajukan mobilnya.
"Ya Tuhan, berkati kami semua tuhan." pintanya pada Tuhan karena merasa ketakutan saat ini.
Sedangkan di kursi penumpang saat ini, Sarah langsung menidurkan Dara di kursi penumpang dan dia bersiap untuk membantu wanita itu untuk melahirkan anaknya.
Jika sampai di rumah sakit itu tidak akan mungkin terkejar apalagi melihat mami Sofia yang mengemudikan mobilnya seperti ini rasanya sangat mustahil sekali mereka bisa sampai di rumah sakit dengan cepat.
__ADS_1
"Dara, ayo atur nafasmu Dara. Atur dengan baik. Tarik nafasmu secara perlahan lalu hembuskan lagi. Ayo lakukan itu Dara." Sarah memberikan instruksi pada wanita itu karena dia yang kan membantunya melahirkan calon anaknya bersama dengan Jordan.
"Sarah, dia mau keluar Sarah, dia mau keluar." mendengar hal itu membuat Sarah langsung melepaskan kain penutup milik Dara dan melihat bahwa kepala calon anak mereka sudah terlihat dan menurutnya ini sudah pembukaan lengkap.
"Ya, ikuti hitunganku Dara. Saat aku menghitungnya sampai 3 kau harus mendorongnya dari dalam." Sarah bersiap untuk menghitung semuanya, dan saat sampai hitungan ketiga, Dara mulai mendorong bayinya untuk keluar dengan kekuatannya yang tersisa.
"Oke bagus Dara, sedikit lagi Dara, ayo sedikit lagi." ucap Sarah yang memang melihat bahwa anaknya Dara akan keluar sebentar lagi.
"Sarah, bagaimana ini sayang?" tanya mami Sofia dengan panik ketika melihat menantunya yang semakin merasa kesakitan.
"Mami fokus saja pada jalanan dan jangan pernah lihat ke belakang. Tolong jangan lihat ke belakang mami." ucap Sarah lagi.
Dia kembali membantu Dara untuk melahirkan calon anaknya tanpa mereka ketahui bahwa kini Jordan dan William sudah sampai di rumah sakit lebih dulu dan mereka langsung berlari ke resepsionis untuk bertanya apakah ada pasien yang masuk bersama dokter Sarah maka jawaban mereka tidak sama sekali karena mereka memang tidak mengetahui jika dokter Sarah membawa pasien yang akan melahirkan.
"Bagaimana ini William? bagaimana dengan istriku? mereka belum sampai."
"Tenang dulu Jordan! aku akan menghubunginya." William mengambil ponselnya untuk menghubungi Sarah namun ketika William hendak menghubungi istrinya, dia melihat mobil milik istrinya masuk ke dalam pekarangan rumah sakit.
"Itu mereka." tunjuk William pada mobil istrinya dan betapa terkejutnya mereka yang mengendarai mobil adalah maminya.
"Mami, dimana Dara?" tanya William ketika membuka pintu mobil depan dan dia melihat sang mami yah terlihat pucat ketakutan.
Begitu juga dengan Jordan, ketika dia membuka pintu belakang mobil, dia melihat pemandangan yang tidak siap untuk di lihatnya karena sang istri sudah melahirkan anak mereka.
__ADS_1
Brugh...
Jordan terjatuh di lantai ketika mendengar suara tangisan bayi di di dalam mobil dan itu anaknya bersama Dara yang sudah lahir.