
Setelah acara pertemuan dengan keluarga Jeff, Laura memilih untuk menemani laki-laki itu malam ini karena dia tahu bahwa saat ini Jeff sangat membutuhkan kehadirannya.
"Bagaimana? apa kamu marah karena perkataan ibumu tadi?" tanya Laura pada Jeff.
"Aku tidak mengerti bagaimana cara bicara padanya lagi tapi yang pasti aku merasa bahwa dia sudah keterlaluan. Aku sudah tidak ingin membahas hal apapun tentang dirinya dan aku sudah menerima keputusan Daddy yang ingin menikahi tapi jangan pernah mengganggu kehidupanku lagi dan juga mom Veni. Aku tidak akan pernah menyesali hidupku yang telah lahir dari rahimnya, tapi jangan membuatku malu atas sikap dan perilakunya selama ini." jawab Jeff.
Dia tidak habis pikir dengan ibu kandungnya itu. Mereka sudah mengalah dan pergi menjauh dari kehidupan rumah utama, lalu kenapa dia masih saja menganggap mom venu sebagai saingannya. Seharusnya dia sadar jika dia itu yang merebut segalanya dari mom Veni.
"Sudahlah, jangan pernah memikirkan hal yang tidak penting sama sekali. Besok kita mulai ujian dan awas aja jika kamu mendapatkan nilai di bawah 7. Apa kamu sudah belajar untuk ujian besok?"
"Untuk apa aku belajar jika memiliki calon istri yang pintar? berikan aku 50% jawaban dari yang kamu miliki." ucapnya dengan begitu mudah. Jeff mengatakan hal seperti itu seolah-olah dia tidak memiliki beban apapun. Sedangkan Laura sendiri merasa tidak percaya dengan apa yang Jeff katakan. Sudah susah payah Dia belajar selama ini enak saja laki-laki itu tinggal, dan dengan mudahnya Jeff meminta 50% jawabannya.
"Enak saja! aku yang belajar kenapa kamu yang meminta jawabannya. Aku tidak akan memberikan jawaban kepada siapapun termasuk dirimu. Belajar. Kamu sudah berjanji padaku bahwa kamu akan belajar, jadi tepati janjimu untukku. Belajar dengan benar dan tunjukkan padaku bahwa kamu benar-benar bersungguh-sungguh waktu ujian. Banyak hal yang akan kita lalui nantinya Jeff, jadi jangan terlalu menganggap semua ini mudah. Tidak semuanya bisa di selesaikan dengan mudah. Terkadang kita harus banyak berkorban untuk suatu hal," ucap Laura pada Jeff. Dia ingin mengatakan pada laki-laki itu jika semuanya tidak bisa di selesaikan dengan begitu mudah, seperti apa yang dia katakan tadi.
__ADS_1
"Iya oke, aku akan belajar. Sudah jangan marah lagi. Ayo kita pulang." Jeff mengajak Laura pulang karena memang selain sudah malam, mereka juga harus ujian besok pagi jadi tidak perlu berlama-lama di luar seperti ini. Laura sendiri langsung naik ke atas motor milik Jeff, dan mereka langsung menuju rumah tempat di mana Laura tinggal. Namun, saat dalam perjalanan pulang, Laura melihat ada gerobak tukang sate Padang dan dia meminta Jeff untuk berhenti.
"Apa lagi Laura? ini sudah malam dan kita harus segera pulang. Bukan aku tidak ingin mengajakmu jalan-jalan lagi tapi kita memang harus sudah sampai di rumah saat jam 10.00 malam. Bukankah itu peraturan di rumah kamu?" Laura tidak menyalahkan Jeff untuk semua itu karena memang apa yang dikatakan yang benar. Tapi dia masih merasa lapar dan menginginkan sate padang tersebut maka dari itu dia meminta Jeff untuk berhenti.
"Sate Padang, aku ingin makan sate Padang karena aku tidak makan dengan puas tadi. Lagi pula makanan kita sudah tidak diberkati oleh Tuhan karena pembicaraan ibumu yang tidak masuk akal itu. Jadi lebih baik kita cari makan di luar untuk mencari keberkahan dari Tuhan. Sudah, ayo kita makan." Laura tetaplah Laura dan sekali dia menginginkan hal itu maka dia akan mendapatkannya. Jeff sendiri hanya bisa pasrah saja dengan semua itu. Dia terpaksa ikut turun dari motornya bersama Laura dan memesan sate padang.
Awalnya hanya Laura saja yang memesannya tapi melihat Laura yang makan dengan begitulah membuat Jeff merasa tergiur dengan makanan tersebut maka jadilah dia yang ikut memesan sate Padang tanpa lontong. Laura benar-benar terlihat bahagia dengan semua ini. Dia tidak pernah menginginkan makanan mewah karena dia sudah terbiasa dengan itu semua dan ketika kenal Jeff, dia merasa bahwa hidupnya semakin berwarna karena hadirnya laki-laki itu dengan segala kelebihan dan kekurangannya yang membuat Laura merasa nyaman hidup bersamanya.
"Ini enak sekali, ayo 3 bungkus lagi untuk orang rumahku. Mereka pasti sangat menyukai sate ini karena memang rasanya sangat enak. Aku suka bumbunya juga," ucapnya dengan penuh semangat. Namun, tiba-tiba saja dia memikirkan sesuatu yang akan dilakukannya di New York nanti.
"Aku punya ide," ucapkan secara tiba-tiba dan itu membuat Jeff merasa heran. Apa yang akan dilakukan gadis ini dengan ide-ide miliknya.
"Apa? jangan yang tidak-tidak Laura. Kamu kita perlu melakukan hal yang di luar kemampuanmu karena aku akan melarangnya. Cukup cari dirimu sendiri dan jangan pernah berpikir bahwa aku memintamu untuk menjadi orang lain. Jangan pernah lakukan hal itu karena aku tidak menyukainya. Aku lebih menyukai dirimu yang apa adanya seperti ini. Bukan yang dibuat-buat seperti gadis-gadis kebanyakan di luar sana."
__ADS_1
"Cih! aku belum mengatakan hal apapun tapi kamu sudah mengatakan hal panjang lebar seperti itu. Aku bilang aku memiliki ide bukan berarti aku ingin menjadi orang lain. Aku hanya berpikir bagaimana jika di New York nanti kita berjualan makanan khas Indonesia. Bukankah itu menyenangkan?" tanya Laura tanpa memikirkan apa pun lagi saat ini karena dia berpikir bahwa idenya itu sudah sangat luar biasa sekali. Sedangkan Jeff sendiri hanya bisa menghela nafasnya dengan berat. Dia tau jika Laura tidak berpikir bagaimana cara membangun usaha yang ingin dijalankan itu.
"Kenapa tidak senang?"
"Bukan tidak senang Laura. Aku tidak mengalahkan keinginanmu untuk berjualan makanan Indonesia dan mengenalkan makanan kita ke orang asing di luar sana. Tapi tolong pikirkan lagi bagaimana sepak terjangnya nanti. Pasar saham dan yang lainnya. Kita ambil contoh kecilnya saja, siapa yang akan memasaknya? Apa kamu bisa menjelaskannya?" tanya Jeff hingga membuat Laura merasa bodoh sekali saat ini. Dia tidak pernah berpikir hingga sampai di sana. Ternyata semua itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.
"Kenapa? sudah sadar?" tanya Jeff yang membuat Laura langsung kesal pada calon suaminya itu.
"Hais, sudahlah. Kamu menyebabkan! Aku membencimu Jeff,"
"Tapi aku mencintaimu, lalu bagaimana?" tanya Jeff hingga membuat Laura tidak bisa berkata-kata lagi.
...****************...
__ADS_1