Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Puncak


__ADS_3

Kini mereka semua sudah sampai di puncak Bogor tempat di mana acara akan diselenggarakan. Di tempat ini nanti akan diadakan acara fun game dengan pasangan mereka masing-masing.


Seperti saat ini, Jeff membantu Laura untuk membuka helmnya dan itu membuat Jesica merasa kesal dengan melihat semua itu.


"Lo cemburu?" tanya Mike ketika melihat Jesica yang terlihat murung dan menatap kesal pada Jeff dan juga Laura saat ini.


"Aku tidak cemburu. Lo salah kalau bilang gue cemburu."


"Terus kenapa muka Lo kayak begini? Inget ya Jes, gue mau ngajak Lo karena Lo itu anak temen mami gue. Kalau bukan karena mami yang suruh gue ajak Lo, gue gak ajak mau tau gak. Cewek manja kayak Lo itu buat ribet tau gak!" cibir Mike karena seperti itulah yang tentang Jessica yang ada di pikirannya. Gadis manja yang selalu saja mengeluh ini dan itu. Seharusnya dia tahu apa akibat jika touring menggunakan motor, utama harus siap kena panas. Lalu saat mereka di dalam perjalanan dia mengeluh panas begini begitu dan banyak hal lainnya lagi. Jika bukan karena maminya Mike sudah menurunkan Jessica di pinggir jalan.


"Apaan sih Lo? Tau gini gue gak ikut!"


"Lo pikir gue mau ajak Lo gitu? Kalau bukan karena mami, gue nggak akan mengajakmu mending gue single ride, dari pada punya partner kayak Lo!" balas Mike lagi yang langsung pergi meninggalkan Jessica begitu saja dan dia bergabung dengan teman-temannya yang lain. Jessica sendiri merasa marah dan kesal karena diperlakukan seperti ini oleh Mike. Dia benar-benar tidak percaya jika Mike bisa melakukan hal ini padanya.

__ADS_1


Karena tidak ingin semakin dipermalukan akhirnya Jessica memilih menyusul mereka semua walau rasanya dia juga kesal ketika melihat bagaimana sikap dan perilaku Jeff terhadap Laura. Jika ditanya apakah dia kesal maka jawabannya dia sangat kesal. Dia Dia tau apa seperti ini jadinya dia tidak akan ikut pergi. Apalagi ketika mengetahui bahwa Jeff akan pergi bersama Laura.


"Kamu suka La?" tanya Jeff ketika melihat Laura yang terlihat sangat bahagia di tempat seperti ini. Mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Jeff membuat Laura langsung menganggukkan kepalanya karena dia memang merasa bahagia bisa pergi ke tempat seperti ini.


"Jujur, aku nggak pernah pergi ke tempat beginian apalagi naik motor. Mami itu selalu ngelarang aku buat naik motor walau sebenarnya sih papi mengizinkannya. Tapi ya begitu, mami dan kakak nggak kasih izin buat naik motor padahal papi pernah beliin motor scooter matic untuk aku. Ya di pakai buat keliling komplek aja sih. Kalau keluar gak boleh sana papi." jawab Laura. Dia menceritakan apa yang terjadi sebenarnya tentang dirinya mengapa dia tidak boleh membawa motor karena alasannya dia adalah perempuan.


"Besok kita sekolah naik motor. Gue jemput Lo di rumah dan gue yang minta izin ke mami papi kamu."


"Yaudah, iya. Besok aku yang minta izin sama orang tua kamu buat bisa bawa motor. Aku akan dampingi kamu dari belakang."


"Serius?" tanya Laura dengan sangat antusias. Jika memang benar Jack akan meminta izin pada kedua orang tuanya untuk mengizinkan dirinya membawa motor pink yang sengaja di costume atas nama Laura itu, maka dia akan sangat bahagia sekali.


"Serius. Yuk, gabung ke mereka. Katanya nanti ada fun game. Mau ikut gak?" tanya Jeff pada Laura dan Laura sendiri langsung menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin ikut acara seperti itu. Sudah dia katakan bahwa ini adalah pertama kalinya dia bergabung dengan mereka. Jadi jika untuk ikut bermain game maka Laura akan menolaknya karena dia tidak bisa bermain game-game seperti ini. Dia takut jika dia ikut bersama Jeff dia akan membuat mereka kalah.

__ADS_1


"Oke kita ikut." ajak Jeff lagi yang membuat Laura langsung kaget. Bukankah dia mengatakan bahwa dia tidak ingin ikut permainan seperti itu? lalu kenapa Jeff mengatakan bahwa mereka akan ikut. Sungguh, tidak habis pikir dengan Jeff yang selalu saja memaksakan kehendaknya.


"Tidak. Ayolah Jeff, aku sudah mengatakannya bahwa aku tidak terbiasa dengan hal-hal seperti ini. Aku takut jika kita kalah nantinya dan kekalahan itu pasti karena aku."


"Kita akan menang. Jadi tenang saja!" ucap Jeff dengan tegas. Mereka ikut bergabung dengan teman-teman yang lainnya lagi untuk beristirahat dan makan sebentar. Nah di sini tidak ada yang harus membayarnya karena mereka sudah menyiapkan dana untuk semua itu dari uang kas jadi tidak ada yang bisa bersikap sok kaya di sini karena uang kas dan tabungan mereka semuanya sama rata disesuaikan dengan kemampuan teman-teman mereka yang berada di kalangan menengah.


Laura memilih untuk makan jagung bakar seperti keinginannya, dan saat dia memakan jagung bakar tersebut ada noda hitam yang tertinggal di bibirnya dan itu membuat Jeff merasa gemas. Dia mengambil tisu dan membersihkan sudut bibir Laura hingga membuat keduanya jadi pusat perhatian banyak orang. Banyak sorak-sorai dari teman-temannya yang membuat Laura merasa malu. Sungguh, dia benar-benar merasa malu saat ini apalagi mereka semua menjadikan keduanya pusat perhatian banyak orang.


"Cie ... couple goals terbaru kita nih guys. JeLau, alias Jeff Laura," ucap Dirga yang membuat suasana semakin heboh. Jeff hanya bisa menghilangkan kepalanya saja melihat teman-teman yang terus saja menggoda mereka saat ini. Dia tahu jikalau orang sangat malu saat ini tapi dia juga harus membuat gadis itu masa nyaman dengan keadaannya yang baru karena memang dia ditugaskan oleh papinya lah orang untuk membuat gadis itu semakin terbuka dengan dunia luar.


"Sudah, jangan dengarkan mereka. Anggap saja itu suara tawon atau lebah yang berdengung. Biarkan mereka dengan segala kehebohannya." Laura menganggukkan kepalanya dengan pelan karena dia masih merasa malu dengan keadaan mereka saat ini. Tatapan Jesica semakin sengit ke arah pasangan baru itu. JeLau, mereka menyebutnya JeLau couple goals.


"Sial! Jika aku tau akan seperti ini maka aku tidak akan mau mengikutinya apalagi melihat Jeff dan Laura. Oh god! Mami, Jess ingin pulang!" ucapnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2