
"Apa kamu sudah makan?" katanya Jordan pada putranya saat melihat bahwa Lucas sudah berada di ruangan kerjanya saat ini.
Lucas sendiri memberanikan dirinya untuk melihat sang papi dan menjawabnya karena dia tahu bahwa papinya itu sangat tidak menyukai jika ditanya dan Lucas hanya diam saja.
"Sudah Pi. Mami yang menemani Lucas." jawabnya dengan berani.
Dia harus mulai berani untuk dirinya sendiri karena dia anak laki-laki dan sebentar lagi dia akan memiliki adik. Lucas berpikir bahwa dia tidak boleh cengeng karena dia akan menjadi seorang kakak nantinya.
"Sekarang jelaskan pada papi apa yang terjadi sebenarnya. Papi sudah memutuskan bahwa kamu akan sekolah di tempat biasa. Kamu akan pergi sekolah kan di SD negeri karena itu sudah keputusan papi sendiri. Jadi jelaskan pada papi apa yang terjadi sebenarnya." tanya Jordan pada Lucas. Dia ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya di sekolah hingga membuat putranya berani bertengkar dan berkelahi seperti itu.
Bahkan dari apa yang kalian lihat tadi luka yang didapatkan teman Lucas cukup berat dan Jordan sendiri tidak menyangka jika putranya berani melakukan hal seperti itu.
"Lucas sudah katakan bahwa Lucas tidak salah. Dia yang memulainya lebih dulu karena dia pamer bisa menaiki motor trailer kecil dan dia mengejek bahwa Lucas tidak bisa naik sepeda karena dia bertanya apakah Lucas memiliki motor trail seperti itu atau tidak. Lucas menjawab bahwa Lukas tidak bisa naik sepeda dan jawaban Lucas itu yang menjadi bahan untuk mereka mengolok-olok Lucas." jelas anak berusia 6 tahun tersebut.
Dia menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pada sang papi karena dia tidak ingin menjadi anak yang berbohong pada orang tuanya.
__ADS_1
"Lalu kenapa sampai berkelahi seperti itu?"
"Karena dia mengatakan bahwa papi itu penjahat dan preman. Mereka mengatakan bahwa papi itu terlihat seperti perampok yang ada di film-film. Lucas tidak terima karena mereka menjelekkan papi. Lucas tau bahwa papi Lucas itu baik dan tidak akan mungkin melakukan hal kotor seperti itu." jawabnya lagi tanpa rasa takut sedikitpun papinya.
"Apa Lucas percaya jika papi orang jahat?"
"Tidak!" jawab Lucas dengan yakin karena dia benar-benar yakin jika papinya bukan orang jahat.
"Jika Lucas percaya bahwa papi buat orang jahat mulai dari sekarang Lucas tidak boleh berkelahi lagi dengan teman-teman Lucas. Apapun yang mereka katakan jangan pernah mempercayainya jika itu tidak keluar dari mulut papi langsung. Terserah mereka di luar sana ingin mengatakan apa tapi yang penting bagi papi Lucas dan juga mami percaya pada papi itu sudah lebih dari cukup. Jadilah anak yang hebat untuk mami kamu. Mami Dara benar-benar sangat menyayangi kamu dan kamu harus bersyukur untuk itu. Jangan pernah menyakiti hati mami Dara karena hatinya sangat tulus untuk kamu Lucas."
Bergetar hati Jordan mendengar semangat Lucas yang ingin membahagiakan mereka semua.
"Jika begitu keluar dari ruangan kerja papi dan minta maaf pada mami kamu. Mami adalah orang yang paling khawatir dengan keadaan kamu tadi saat mendapatkan kabar jika kamu bertengkar dengan teman sekolah. Jadi minta maaf sama mami kamu dan katakan bahwa kamu menyesal dan juga akan mengulanginya lagi."
"Iya Pi." Lucas pun pamit pergi meninggalkan ruangan kerja papinya karena dia ingin menemui mami Dara.
__ADS_1
Melihat putranya sudah keluar dari ruangan kerja saat ini membuat Jordan langsung menyadarkan tubuhnya di kursi kerja miliknya.
Entah mengapa pikiran yang melayang dan mengingat Annisa. Istri pertamanya.
"Lihat Annisa, putra kita sudah tumbuh menjadi Putra yang hebat. Lucas telah menjadi anak yang pintar. Kau tidak perlu takut Annisa karena aku bisa mengurus putra kita. Maaf, bukan aku tidak mencintaimu lagi karena sampai kapanpun kau akan tetap berada di hatiku karena kau adalah istri pertamaku. Tapi tolong, merestui pernikahanku bersama Dara karena Lucas sangat menyayanginya dan aku juga mencintainya. Aku akan terus berdoa agar kau tenang di sana dan mendapatkan tempat terbaik. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih atas waktu yang singkat itu. Waktu yang pernah kita lewati bersama dan aku tidak akan pernah melupakannya. Kau akan tetap tumbuh di dalam hatiku Annisa. Kau akan tetap menjadi yang pertama dalam hidupku. Terima kasih untuk waktu yang singkat itu." ucap Jordan yang kembali mengingat tentang masa lalu mereka berdua bersama Annisa.
Jordan memejamkan kedua matanya setelah dia mengingat masa lalunya bersama Annisa tanpa dia tau jika Dara mendengar semua yang dia katakan tadi.
Jika di tanya apakah Dara marah, maka jawabannya tidak. Dara tidak marah sama sekali karena dia tau bagaimana perasaan Jordan saat ini.
Sebaliknya, Dara malah merasa sangat beruntung bisa di cintai pria seperti Jordan dan itu sangat luar biasa sekali menurutnya.
"Aku tidak akan pernah ingin menghapuskan masa lalu mu Jordan. Tapi jika kamu percaya pada ku jika aku bisa mengurus Lucas maka aku akan berusaha untuk mengajarkan yang terbaik untuk Lucas. Kau berjanji." ucapnya dengan penuh keyakinan karena dia tahu diri siapa dirinya.
Sampai kapanpun dia tidak akan pernah bisa menggeser posisi Annisa di hati Jordan Karen wanita itu meninggal karena perjuangan dirinya untuk melahirkan lucas.ke dunia ini.
__ADS_1
"Dan untuk kamu Annisa, aku harap kamu bisa merestui ku dengan doa mu satu alam sana untuk Lucas kita."