
Setelah pulang dari puncak, Laura dan Jeff kembali melanjutkan perjalanan mereka dan langsung menuju restoran yang memang sudah di pesan secara khusu oleh dad Erlan. Awalnya Jeff tidak ingin pergi, tapi karena ada mom Veni maka dia juga datang ke sana bersama Laura.
Saat Jeff datang bersama Laura, dia langsung kaget ketika melihat ada ibu kandungnya di sana. Lucyana ada di sana bersama Daddy-nya dan duduk tepat di sisi kiri sang Daddy dan mom Veni duduk di sisi kanannya. Melihat pemandangan itu membuat Jeff mulai kehilangan moodnya.
"Duduklah Jeff, Daddy ingin bicara dengan kamu dan juga Laura." ucap dad Erlan. Dia bicara pada anak dan juga calon menantunya.
Terpaksa Jeff duduk di tempatnya bersebalahan dengan Laura. Jujur saja, dia tidak bersemangat sekali karena ada ibu kandungnya di sini.
"Jeff," panggil dad Erlan dengan lembut dan penuh kasih sayang. Dia benar-benar menyayangi Jeff, bukan berarti dia tidak menyayangi Johny, tapi rasanya Jeff ini berbeda sekali dengan Johny yang temperamental dan terkesan kasar. Sensagkan Jeff sendiri jauh lebih lembut dan penuh pengertian.
"Hem ...," jawabnya dengan datar hingga membuat Laura kesal dan mencubit pahanya saat itu juga.
"Auh ..., apa yang kau lakukan Laura?" tanya Jeff yang merasa kesakitan akibat cubitan dari Laura tadi.
"Mana ada aku mencubitmu," jawab Laura dengan berbohong ada tidak ingin terlihat buruk di depan keluarganya Jeff. Sedangkan Jeff sendiri hanya bisa pasrah saja ketika Laura tidak mau mengakui perbuatannya.
"Sudahlah, tidak perlu di bahas lagi. Sekarang Daddy hanya ingin memberikan sesuatu untuk kalian berdua. Anggap saja ini hadiah pernikahan kalian dari Daddy." dad Erlan memberikan sebuah mam coklat yang berisikan surat kepemilikan atas sebuah apartemen di pusat kota New York. Apartemen itu diberikan atas nama Laura, membuat Jeff kaget bukan main ketika membacanya.
__ADS_1
"Apa ini?" tanya jawab yang merasa penasaran kenapa daddy-nya memberikan apartemen untuk dirinya dan juga Laura. Padahal keduanya belum melangsungkan pernikahan tapi mereka sudah mendapatkan kado.
"Itu sebuah apartemen di pusat kota New York untuk kalian tinggalin nantinya. Ini hadiah dari Daddy dan juga-" dad Erlan bingung harus menjelaskannya karena jika memberikan hadiah itu darinya dan juga Lucy maka Jeff tidak akan mau menerimanya. Bagaimana pun Lucy memang pernah salah karena tidak menginginkan kehadiran Jeff dalam hidupnya. Maka jadilah dia mengatakan jika itu hadiah darinya saja.
"Itu hadiah dari Daddy dan keluarga besar kita. Di sana nanti kalian juga akan mendapatkan kendaraan untuk transfortasi untuk pergi kuliah. Tidak hanya itu saja, Daddy juga sudah menyiapkan tabungan untuk kalian selama di sana,"
"Tidak perlu seperti itu hem-"
"Panggil saja Daddy seperti Jeff memanggilnya. Bukankah kalian akan menikah?" Laura hanya menganggukkan kepalanya saja menanggapi apa yang dad Erlan katakan karena memang mereka akan menikah nantinya. Tapi jika untuk semua hadiah itu dia tidak bisa menerimanya.
"Dad, tidak perlu memberikan semua itu karena papi juga memiliki apartemen di New York. Mereka sudah menyiapkan segalanya untuk kebutuhan kami di sana. Jadi tidak perlu repot-repot untuk memberikan kami hal yang sama dengan apa yang papi berikan. Kami berdua juga sudah sepakat bahwa kami akan sama-sama bekerja untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga kami nantinya. Banyak hal yang bisa kami lakukan di sana karena kami ingin memulai kehidupan kami dengan kemampuan kamu sendiri. Sebelumnya terima kasih banyak atas pemberian itu tapi kamu tidak bisa menerimanya," Laura menolak dengan halus karena dia tidak ingin menyakiti hati pria itu. Setidaknya dia sudah mengatakan terima kasih atas pemberian dari keluarga Jeff, tapi mereka tidak bisa menempatinya juga.
"Lucy, jaga bicaramu!"
"Apa yang salah? Memang benar bukan? seharusnya mereka berterima kasih karena kita telah memberikan apartemen itu untuknya. Jika dia tidak mau menerimanya ya sudah berikan saja itu pada Jeff. Tidak perlu memberikan atas nama gadis yang tidak tau terima kasih itu!" mom Veni mulai tidak sabar menghadapi situasi seperti ini karena dia takut jika Jeff akan marah nantinya. Begitu juga dengan Laura yang terus saja menggenggam tangan Jeff agar tidak bersikap arogan kali ini.
"Kau tau dengan siapa kau bicara? Kau pikir calon menantuku itu orang susah? Dia sudah terbiasa hidup bergelimang harta tapi tidak sekalipun menunjukan pada dunia jika dia bisa memiliki apa pun yang diinginkannya. Tidak seperti dirimu yang lebih suka merebut apa yang menjadi hak milik orang lain!" sahut mom Veni yang memang sengaja mengatakan hal itu pada Lucy. Kenyataannya memang seperti itu. Laura sudah terbiasa hidup mewah dan Lucy yang suka merebut apa yang menjadi milik orang lain
__ADS_1
"Kau Veni! Aku sudah bersabar denganmu tapi kau selalu saja menggangguku."
"Kau bisa diam atau tidak? seharusnya kau sadar dengan apa yang ku katakan itu! sekarang terserah kalian ingin mengatakan apa tapi yang pasti aku tidak bisa berlama-lama di tempat ini lagi. Selesaikan semua ini dengan cepat dan jangan sampai putramu semakin membencimu dengan sikapmu ini Erlan. Ingat satu hal, kau bisa mencapai semua ini karena aku yang berhutang pada bank besar. Aku tidak ingin membicarakan hal ini lagi, tapi istrimu ini harus tau jika kekayaan yang di milikinya saat ini juga milikku!" ucap mom Veni dengan tegas.
...****************...
King Mafia Jatuh Cinta aku pindah ke lapak sebelah π«Άπ½
Pak Lurah Idaman Hati juga ada di lapak sebelah π«Άπ½
Udah tau dong ya ini di mana, jadi kalian bisa mampir ke lapak sebelah ya ππ½
Terima kasih semuanya π«Άπ½
__ADS_1
Yuk, mampir di sana di jamin gak kalah seru dengan yang ada di sini. Semangat untuk kita semua ππ½