Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Kantor


__ADS_3

Dara udah menyiapkan makan siang yang diminta oleh suaminya karena hari ini Jordan ingin diantarkan menu makan siang. Jordan bilang dia ingin merasakan masakan istrinya dan untuk itulah Dara memasak.


Seperti saat ini, Dara baru saja turun dari mobilnya dan dia sudah di tunggu oleh seseorang ayang akan mengantarnya ke ruangan kerja sang suami.


"Mari saya antar ke ruangan pak Jordan, Buk. Ibu sudah ditunggu pak Jordan di ruangan kerjanya karena beliau berpesan bahwa jika istrinya datang saya harus mengantarkannya ke ruangan." ucap seorang wanita yang sudah menunggu udara di depan pintu lobi utama.


Mendapatkan perlakuan seperti ini membuat Dara semakin merasa tidak enak dengan suaminya. Apalagi pria itu menurunkan suatu karyawannya untuk menunggu dirinya.


"Lalu bagaimana bisa kamu mengetahui jika aku istrinya Jordan?"


"Pak jalan berkesan bahwa jika ada wanita cantik yang masuk ke perusahaan ini itu artinya dia istrinya dan sejauh ini hanya anda wanita paling cantik yang datang ke perusahaan ini." sungguh, rasanya Dara malu sekali ketika karyawan suaminya hanya mengatakan jika dia itu cantik. Lagi apa maksud suaminya mengatakan bahwa dirinya cantik di depan banyak orang seperti ini?


Lihat, bahkan saat ini dia sudah menjadi pusat perhatian banyak orang. Entahlah, Dara benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya itu.


Dara juga tidak bisa menjawab apa yang wanita ini katakan karena dia tidak tahu harus menjawab apa. Intinya saat ini Dara merasa malu karena suaminya itu.


"Silahkan ibu, Pak Jordan sudah menunggu di dalam." wanita yang mengantarkannya tadi langsung pamit begitu saja setelah mengantarkan yang tepat di depan pintu ruangan kerja suaminya.


Tanpa menunggu waktu lama lagi Dara langsung mengetuk pintu ruangan kerja itu termasuk ke dalamnya. Betapa kagumnya darah saat melihat ruangan kerja suaminya yang sangat megah itu.


"Hai cinta, i Miss you so much baby..." ucap Jordan yang menyambut kedatangan istrinya.


Dia datang memeluk Dara dan memberikan banyak ciuman di wajah wanita itu. Sementara Dara sendiri hanya bisa mendesah pasrah atas tingkah laku suaminya.


"Ayo sini duduk cinta. Kamu masak apa hari ini?" tanya Jordan yang bawa istrinya duduk di sofa dekat meja kerjanya.

__ADS_1



"Cinta, kenapa menatapku seperti itu sayang? apa aku berbuat kesalahan lagi?" tanya Jordan pada istrinya saat melihat wajah Dara yang menatap datar ke arahnya.


"Apa yang kamu katakan pada salah satu karyawan kamu yang menungguku di bawah tadi?"


"Oh, itu namanya Andira. Dia sekretarisnya William dan aku memintanya untuk menjemputmu. Lalu apa dia berbuat kesalahan?" tanya Jordan yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang ditanyakan istrinya.


Dia sudah menegaskan Andira untuk menjemputnya lalu di mana letak kesalahannya?


"Aku malu Jordan. Andira tadi mengatakan bahwa dia harus menunggu wanita yang paling cantik datang ke perusahaan ini dan dia mengatakan jika ada wanita cantik datang ke perusahaan ini itu berarti istri kamu. Lihat, aku menjadi pusat perhatian banyak orang karena apa yang Andira katakan dan itu semua salah kamu." tuding Dara.


Entah apalagi yang akan terjadi pada dirinya nanti karena ulah suaminya ini.


Melihat istrinya yang kesal membuat Jordan menghampiri wanita itu dan membawanya duduk di pangkuannya.


Cup...


jalan memberi sebuah kecupan di bibir sang istri agar wanita itu tidak lagi marah terhadapnya.


"Kenapa kamu harus terlihat kesal seperti ini Dara? aku memang mengatakan hal seperti itu pada Andira dan itu kenyataannya. Kamu memang wanita yang paling cantik di dalam hidupku dan aku tidak berbohong untuk itu. Bahkan mungkin banyak orang juga akan setuju dengan apa yang aku katakan karena memang kamu itu benar-benar cantik dan luar biasa. Kamu itu cantik Dara, cantik rupamu dan juga cantik hatimu."


Bugh...


Dara memukul dada suaminya karena dia merasa malu digombalin seperti ini. Usia Jordan sudah hampir memasuki 40 tahun sementara darah sendiri baru berusia 30 tahun. Usia mereka terpaut hampir 10 tahun dan untuk itu dia merasa malu karena menurutnya itu sangat tidak cocok sekali dengan usia mereka saat ini.

__ADS_1


Cup...


"Aahhh... Jordan, jangan seperti itu." ucap Dara yang merasa bahwa suaminya terus saja mencium bibirnya.


Mendengar bahwa Dara kembali memanggilnya Jordan membuat pria itu langsung menarik pita baju yang di pakai istrinya. Bahkan Jordan sudah menariknya hingga hingga membuat pita yang terikat di bagian leher Dara itu sudah terlepas dan memperlihatkan bagian dada istrinya yang sangat bersih.


"Ahhh...maaf, sayang. Aku lupa..." ucap Dara mulai panik saat melihat suaminya yang sudah bersiap untuk menghajarnya.


Lagi pula kenapa Dara belum terbiasa dengan panggilan sayang itu dan suaminya itu tidak memakluminya sama sekali. Jika dia memanggilnya Jordan maka pria itu langsung ingin mengeksekusi dirinya.


"Katakan sekali lagi sayang, jika tidak aku tidak bisa menjamin jika kamu tidak aku telanjangi di tempat ini. Sepertinya bercinta di ruangan kerja itu juga bagus. Kita bermain di gedung dengan pemandangan kota besar ini dari atas."


"Tidak!" jawab Dara yang langsung menolak ide gila dari suaminya.


Mana dia mau bercinta di ruangan kerja seperti ini dan memperlihatkan adegan panas mereka yang bisa saja dilihat banyak orang dari gedung-gedung yang berada di sekitar mereka.


"Kenapa tidak mau sayang? ini pasti akan terasa sangat luar biasa sekali. Bercinta di ketinggian seperti ini." ucap Jordan yang terus aja menggerayangi bagian leher sang istri hingga membuat Dara semakin pasrah dan menginginkan lebih dengan apa yang suaminya lakukan saat ini.


Entah mengapa Dara merasa bahwa semakin hari, dirinya semakin murahan dan cenderung lebih menginginkan hal panas itu setiap kali Jordan memberikannya sentuhan nakal seperti ini.


"Sayang...Aahhhh..." Dara mulai mendesah saat tubuhnya sudah di tidurkan di sofa panjang itu sementara tangan suaminya sudah mulai meraba dan naik ke pangkal paha mulus miliknya hingga membuat seluruh tubuh Dara mulai bereaksi.


Bahkan saat Jordan memainkan bagian dadanya pun Dara hanya bisa pasrah dan mendesah karena ini sangat luar biasa sekali.


Permainan suaminya memang sangat luar biasa dan itu sangat menggairahkan menurutnya.

__ADS_1


"Aahhh...sayang..." Dara membusungkan dadanya saat Jordan yang menghisap bagian dadanya hingga membuat Dara semakin menekan kepala pria itu agar semakin dalam menghisap bagian dadanya.


"Aaaahhhh...." Dara semakin mendesah saat merasakan jari-jari suaminya yang mulai menggelitik di arena terlarang miliknya yang masih memakai segitiga berwarna baby pink yang belum di ketahui Jordan itu warna apa.


__ADS_2