
Setelah menumpahkan keluh kesannya pada Laura, Jordan sudah merasa bahwa dirinya sudah baik-baik saja setelah bercerita dengan putrinya. Kini, mereka keluar dari dalam kamar Laura, ternyata Lucas sudah menunggunya di depan pintu.
"Sudah menangisnya?" tanya Lucas ketika melihat papi dan juga Laura yang baru saja keluar.
"Hah mana ada aku menangis!" cerpen sengaja tidak jujur pada Lucas karena dia takut jika putranya itu akan mengejeknya nanti karena dia habis menangis.
"Oh ya? aku tidak mengatakan jika papi yang menangis lalu kenapa papi yang menjawabnya. Lucas hanya mengatakan apa sudah siap menangis saya kan bisa sajalah orang yang menangis, tapi kenapa malah papi yang menjawabnya?" tanya Lucas nggak membuat badan tidak bisa menjawab apapun lagi. Putranya itu benar-benar sangat mahir sekali membuatnya tidak bisa berkata-kata lagi. Entahlah, rasanya sulit sekali untuk menang dari Lucas dan kesempatannya hanya 10% dari 100% yang artinya Lucas sendiri memiliki kesempatan yang jauh lebih banyak untuk menang sementara dia sangat sulit mendapatkan kemenangan itu.
"Susah jangan banyak bicara lagi. Sekarang ayo turun ke bawah karena acara akan segera dimulai. Kita harus mengantarkan Laura ke atas pernikahan bersama dan menyerahkan kepada laki-laki yang akan memikul tanggung jawab selanjutnya."
"Hem," jawab Lucas. Dia terlihat sangat tidak baik saat ini karena dia merasa bahwa dia akan kehilangan adiknya. Lucas merasa bahwa Laura terlalu cepat untuk memutuskan menikah. Tapi seperti apa yang dikatakan istrinya lebih cepat lebih baik dan menjauhi yang namanya zina dan perbuatan dosa. Lucas berusaha untuk mengeluarkan hati dan perasaannya demi bisa mengantarkan adiknya ke altar pernikahan.
__ADS_1
"Kak," suara Laura mulai bergetar kalau sebelah tangan kirinya digenggam erat oleh kakaknya sendiri. Begitu juga dengan sarjana yang berusaha untuk menahan tangisnya agar tidak kembali pecah di sini. Laura adalah tuan putri di keluarga mereka dan hanya dia satu-satunya anak perempuan sementara kedua saudaranya sendiri laki-laki. Marcel dia berperan banyak dalam kehidupan Laura saat ini. Marcel yang begitu banyak membantu Laura dalam sekolahnya dan mengerjakan segala tugas-tugasnya.
"Don't cry Laura, please jangan membuat kakak merasa berat untuk melepaskan kamu. Ini adalah hari yang paling bahagia untuk kamu bukan?" dengan lembut Laura mengamalkan kepalanya. Matanya sudah mulai berkaca-kaca dan siap menumpahkan kristal beningnya. Laura merasa bahwa saat ini dia adalah satu-satunya wanita yang paling bahagia di dunia ini. Dia memiliki begitu banyak laki-laki yang paling berharga dalam hidupnya. Mereka semua menyayangi dan mencintainya dengan begitu luar biasa.
Ada papinya, lalu ada kak Lucas, ada papa William, ada Marcel yang selalu siap siaga untuk membantunya. Lalu dia juga memiliki mami yang lembut dan baik hati seperti mami Dara, dan mama yang sangat hebat seperti mama Sarah. Sungguh, kehidupan yang benar sangat sempurna dengan semua orang yang berada di sekelilingnya. Kini, mereka semua sama-sama berkumpul untuk mengatakannya pergi ke altar pernikahan bersama laki-laki yang dicintainya. Laki-laki yang dipilihnya untuk menjadi pendamping hidupnya.
Jeff, lorong damai yang berharap bahwa laki-laki itu bisa menyayanginya seperti keluarga besarnya yang selama ini mencintai dan mengasihi dirinya.
"Aku baik-baik saja dan aku ingin mengucapkan begitu banyak terima kasih pada kalian semua yang telah mencintaiku selama ini. Aku harap kebahagiaan kita akan selalu menyertai kita semua."
Mereka sudah turun ke lantai 1 dan keluar dari rumah utama. Saat ini, Jordan, Lucas dan Laura sedang berjalan menuju altar dan mereka sudah melihat bahwa Jeff sudah berdiri di sana dengan begitu gagahnya.
__ADS_1
Dia berdiri dengan setelan tuxedo hitam miliknya dan terlihat sangat tampan dan gagah sekali. Melihat Laura yang berjalan ke arah membuat detak jantung Jeff berdebar dengan begitu kencang. Entah mengapa rasanya Dia benar-benar terpukau dengan kecantikan Laura. Sebentar lagi mereka berdua akan sah menjadi sepasang suami istri. Banyak hal yang ingin dia melakukan bersama Laura nantinya.
Laura berjalan semakin dekat ke arah Jeff saat ini, dan ketika dia sampai di dekatnya Jeff langsung mengulurkan tangannya untuk menerima Laura. Tapi sebelum itu dia harus menghadapi dua orang laki-laki bertubuh besar itu untuk bisa menerima Laura.
"Aku adalah laki-laki pertama dalam hidupnya yang mencintainya dengan begitu. Aku juga laki-laki yang akan selalu mencintaimu bahkan sampai aku ke dalam kubur. Aku hanya ingin mengatakan padamu untuk tidak pernah menyakiti hatinya. Jangan pernah berani menyakiti hatinya jika tidak ingin aku menghancurkanmu sampai ke akarnya. Jika sampai sekali sudah kamu menyakitinya dan melukai hatinya maka itu adalah saat terakhirmu untuk bisa melihatnya. Aku sendiri yang akan memastikan bahwa kau tidak akan bisa hidup dengan tenang jika sampai menyakiti putriku. Katakan langsung padaku jika suatu saat kamu tidak lagi mencintainya maka aku dan keluargaku akan menjemput Laura lagi. Kami akan menjemputnya tanpa harus melihatmu menyakitinya!"
"Aku akan berusaha untuk terus menyayangi dan mencintainya. Aku mohon izinkan aku untuk membahagiakan Laura dengan caraku sendiri. Aku berjanji bahwa aku tidak akan pernah menyakiti hatinya, karena aku benar-benar mencintainya." jawab Jeff dengan begitu yakin. Dia tidak akan pernah menyakiti Laura dalam keadaan apapun karena dia benar-benar sangat mencintainya
"Ingat, setelah kau berjanji di hadapan Tuhan, maka Tuhan beserta para malaikat yang mencatat nama. Sekali saja kamu menyakiti adikku maka aku akan menjemput adik kesayanganku. Laura akan selalu menjadi tuan putri di keluarga kami, maka perlakukan dia dengan begitu baik, seperti kami memperlakukannya."
"Baik kak, aku berjanji di hadapan Tuhan jika aku tidak akan pernah menyakiti hatinya. Aku akan terus bersamanya dan mencintainya dengan setulus hatiku." jawab Jeff lagi.
__ADS_1
Setelah mendengar kata-kata dari Jeff kedua pria itu langsung menyerahkan Laura kepadanya. Laura terlihat cantik dan luar biasa hari ini. Jeff bahkan tidak bisa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari Laura karena apa yang di lihatnya saat ini sangat luar biasa sekali. Benar-benar luar biasa.
...****************...