Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Harinya Dahlia


__ADS_3

Dahlia langsung di ajak pergi ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan dirinya karena setelah pulang dari rumah sakit tadi, mereka langsung pergi untuk membeli susu hamil dan segala macam makanan yang bisa menunjang gizi untuk Dahlia dan juga calon anaknya.


Mereka pergi berlima menemani Dahlia dan hanya ada satu orang yang terlihat sangat heboh yaitu Jordan. Dia benar-benar membuat mereka malu dengan segala pembicaraannya ini dan itu tentang janin yang ada di dalam rahimnya Dahlia.


"Sayang, lihat lebih bagus susu ini bukan dari pada yang ini? aku masih ingat saat kamu mengandung Laura dulu, tapi juga minum susu ini bukan? ini susu terbaik bahkan ini merk luar negeri terkenal, jadi kita ambil yang ini saja ya," hujan jantan yang membuat mereka semua merasa jengah. Terkadang mereka berpikir apakah ini benar Jordan atau bukan? tapi jika dilihat-lihat seperti inilah memiliki kepribadian Jordan, yang heboh dan menyebalkan. Beruntung tidak ada satupun anak mereka yang menuruni sifat menyebalkan yaitu.


"Kenapa harus tanya aku? bukan aku yang mengandung tapi menantu kita. Tanyakan Dadali apakah dia suka susu yang rasa vanila atau rasa coklat, bahkan itu juga ada susu yang rasa strawberry dan juga matcha. Sekarang banyak varian rasa susu untuk ibu hamil agar tidak mempersulit mereka yang tidak menyukai rasa tertentu jadi tanyakan saja pada Dahlia. Lagi pula kamu ini sangat menyebalkan sekali, menantu yang hamil tapi hebohnya setengah mampus." sindir Dara pada suaminya itu sedangkan Dahlia hanya bisa tersenyum dan tertawa dibalik cadarnya. Dia sangat menghargai apa yang ayah mertuanya lakukan. Setidaknya dia bisa merasa tenang bahwa mereka semua menerima anak yang ada di kandungannya saat ini itu sudah jauh lebih dari paginya.


"Maaf sebelumnya Mi, tapi Dahlia lebih suka susu rasa strawberry. Jadi Dahlia-"


"Oke. Kita memilih rasa strawberry saja jika begitu. Ambil yang banyak untuk stok."Jordan mengambil beberapa kotak hingga membuat mereka semua kembali terheran-heran terutama William. Dia merasa bahwa saudaranya itu memang benar-benar gila.


"Untuk apa membeli susu sebanyak ini Jordan? menantumu hanya mengandung itu selama 9 bulan bukan selama 10 tahun jadi untuk apa susu sebanyak ini. Jika dikalikan dalam sebulan dia minum susu 2 kotak berarti selama setahun dia hanya menghabiskan 18 kotak saja. Lalu untuk apa kau mengambil susu sebanyak ini?" tanya William yang tidak habis pikir dengan saudaranya itu. Begitu juga dengan Dara dan Sarah serta Dahlia yang menjadi objek perhatian banyak orang saat ini. Ya, keluarga suaminya benar-benar sangat memperhatikannya bahkan mereka semua terlihat sangat antusias ketika mengetahui bahwa dia sedang mengandung calon cucu mereka saat ini.

__ADS_1


Di saat mereka sedang berdebat di supermarket, tiba-tiba saja Lucas datang menghampiri mereka dan langsung memeluk istrinya.


"Sayang ...," Lucas datang dan mencium puncak kepala sang istri karena dia baru saja menyelesaikan pekerjaannya, lalu langsung datang menghampiri Dahlia yang bersama keluarga besarnya saat ini.


"Mas," sapa Dahlia ketika suaminya datang.


Setelah keduanya berpelukan, Lucas melihat keranjang belanjaan yang saat ini di pegang oleh uncle William yang di penuhi dengan susu ibu hamil yang rasa strawberry. Dia tau ulah siapa ini. Itu pasti ulah papinya hingga tanpa mengatakan apa pun, Lucas langsung mengeluarkan kotak-kotak berwarna putih pink itu kembali ke tempatnya dan hanya menyisakan dua kotak saja di dalam keranjang belanjaan mereka. Melihat hal itu membuat Jordan tidak berani melakukan apapun lagi karena jika sudah Lucas yang melakukannya maka mereka hanya bisa pasrah dan mengikutinya saja.


William jika melihat ke arah saudaranya yang tidak berani berkutik jika itu sudah berhubungan dengan putranya. Dia hanya bisa mengatakan sabar untuk menghadapi ini semua karena memang apa yang Lucas lakukan itu benar.


"Kau juga tidak waras jika itu berhubungan dengan istrimu. Jangan lupakan bagaimana saat istrimu mengandung dulu. Kau bahkan berharap jika istrimu itu mengidam agar kau tau bagaimana sensasinya menjadi orang gila' di waktu yang tidak tepat!" balas Jordan hingga membuat William tidak berani mengatakan apa pun lagi karena memang yang Jordan katakan itu memang benar.


"Cih, kau mengungkit masa lalu!"

__ADS_1


"Lalu kau pikir aku peduli?" semakin menjadi saja para orang tua hingga membuat Dara dan Sarah meninggalkan mereka berdua dan membiarkan Lucas menemani istrinya berbelanja sedangkan keduanya memilih untuk berbelanja yang lainnya saja. Mereka berpindah ke lantai atas untuk menghabiskan uang suami mereka. Belanja adalah pilihan terakhir Dara dan juga Sarah ketika menghadapi suami mereka yang terus saja berdebat tanpa henti.


Entah berapa lama mereka bertempat sampai keduanya sadar jika istri mereka sudah tidak ada di sini bahkan Lucas dan Dahlia saja sudah tidak berada di sini lagi.


"Ini semua karenamu. Jika saja kau tidak berdebat denganku tadi mungkin kita tidak kehilangan mereka. Lihat, sekarang istri kita sudah tidak ada di sini." ucap William dengan kesal namun tidak dengan joran Karena dia sudah tahu ke mana para istri mereka pergi. Tanpa menunggu waktu lama lagi, Jordan pergi bergegas meninggalkan William karena dia tahu di mana istrinya berada.


William juga langsung mengikuti saudaranya itu, walau dia tidak tahu kemana Jordan akan pergi. Namun, Ketika mereka berdua memasuki butik brand ternama dunia keluaran Paris, di situlah William sadar jika istrinya juga berada di dalam sana.


"Keluarkan dompetmu karena sebentar lagi kita akan membayar tagihan para wanita itu. Ayo duduk saja dan siapkan dompetmu. Mereka pasti akan mencari kita sebentar lagi." Akhirnya kedua saudara itu duduk di sofa yang tersedia dan ketika para istri mereka datang, Jordan dan William sudah tidak kaget lagi karena para wanita itu hanya mencari dompet mereka saja. Bukan dengan diri mereka.


"Terima kasih suamiku," ucap mereka bersamaan hingga membuat Jordan dan William hanya bisa mendesah pasrah karena memang hanya dompet mereka saja yang di butuhkan wanita itu. Bukan dengan diri mereka sendiri.


"Halah, kalian akan terlihat manis jika membutuhkan uang. Tapi akan terlihat garang jika kami melakukan kesalahan!"

__ADS_1


"Memang!" jawab Dara yang membuat Jordan langsung diam seketika.


__ADS_2