
Jordan membersihkan tubuh istrinya dengan begitu telaten. Entah mengapa rasanya sakit sekali ketika dia melihat istrinya yang menangis ketakutan seperti itu.
Rasanya benar-benar sakit sekali ketika melihat Dara yang menangis memanggil namanya tadi. Jika tidak memikirkan keadaan darah tadi sudah pasti Jordan akan menghabisi Antoni saat itu juga.
"Tenanglah sayang, aku disini." ucap Jordan dengan penuh kelembutan.
Di tatapnya dengan begitu intens wajah cantik sang istri hingga membuatnya menghembuskan nafasnya dengan berat.
"Andai saja aku bisa lebih cepat mungkin kamu tidak akan mengalami ini semua sayang. Maafkan aku karena terlambat menyelamatkan mu sayang." Jordan meminta maaf sambil menelungkupkan wajahnya di punggung tangan sang istri karena dia merasa sangat bersalah pada istrinya.
Namun saat di merasakan kehancuran ini, Dara sadar dan langsung mengusap kepalanya.
"Dara.." Jordan yang kaget langsung melihat ke arah istrinya yang baru saja bangun.
"Kita dimana?" tanya Dara pada suaminya.
"Kita berada di villa sayang. Kita tidak mungkin pulang dalam keadaan kamu yang seperti ini. Aku takut menjadi bahan pertanyaan dari mami dan juga Lucas." jawab Jordan karena dia sangat memikirkan keadaan istrinya.
Dia takut jika mereka pulang maminya akan bertanya banyak hal tentang bagaimana bisa Dara di culik.
"Lucas, bagaimana keadaan Lucas?" tanya Dara yang begitu menghadirkan keadaan putranya sementara keadaan dia jauh lebih memprihatinkan lagi.
Ada bekas luka di bahu bagian kirinya dan itu seperti cakaran. Jordan yakin itu adalah perbuatan Antoni saat hendak melakukan pelecehan terhadap istrinya.
Bukan hanya itu, tapi ada memar di bagian punggungnya dan Jordan yakin itu bekas pukulan dan mungkin saja itu pukulan dari orang yang bertugas untuk menculik istrinya.
__ADS_1
"Lucas baik-baik saja sayang dan dia mengerti bahwa aku membawamu berlibur. Maaf, aku menjanjikan seorang adik untuknya agar Lucas tidak terus bertanya ke mana kita pergi. Setidaknya Lucas tidak mempertanyakan di mana keberadaan kamu." ujar Jordan. Sementara Dara sendiri dia tidak tahu harus memberi jawaban apa pada suaminya karena dia juga bingung.
Dara takut jika angan Jordan tidak pernah kesampaian karena dirinya yang tidak bisa memiliki keturunan.
"Tenang saja Dara, aku yakin bahwa kita akan bisa memiliki keturunan. Kamu dan aku, kita harus terus berusaha dan dokter juga sudah mengatakan bahwa kamu normal dan kamu sehat. Percayalah Dara, jika kamu sehat. Jika pun dulunya kamu dikatakan mandul itu berarti bukan kamu yang mandul. Tapi Antoni." ucap Jordan dengan penuh penekanan ketika dia menyebutkan nama pria b******* itu.
Entah Jordan kembali emosi dan ingin mencari-capeknya saat itu juga.
"Maaf sayang, tapi aku tidak bisa menahan emosiku terhadapnya. Andai saja aku tidak memikirkan keadaanmu tadi sudah ku habisi dia saat itu juga. Sungguh Dara, rasanya aku benar-benar ingin melenyapkannya dari dunia ini."
"Jangan pernah melakukan hal kotor demi diriku. Aku tidak ingin dunia semakin menghakimi-mu dengan apa yang kamu lakukan. Tanpa kamu melakukan hal buruk pun sudah banyak orang yang mencabuli tentang dirimu dengan apa yang ada di tubuhmu. Jadi aku mohon untuk tidak melakukan hal apapun lagi yang bisa membuatmu semakin dibenci orang banyak. Jika ingin menghukumnya, masukkan dia ke penjara dan jangan biarkan dia keluar itu sudah jauh lebih dari cukup untukku. Maaf, jika kamu merasa marah dengan keputusanku tapi aku tidak ingin kamu berbuat dosa besar dan aku juga tidak pernah bermaksud untuk membelanya. Sumpah demi Tuhan aku benar-benar tidak membelanya. Aku hanya mengkhawatirkan tentang nama besarmu karena kamu adalah pebisnis yang dikenal banyak orang." ujar Dara pada suaminya karena niatnya dengan mengatakan semua itu demi suaminya.
Jordan benar-benar tidak menyangka jika Dara bisa memikirkan dirinya hingga sejauh ini. Bahkan istrinya itu takut jika dia menghakiminya.
"Tapi sayang--"
"Sudahlah, ayo tidur. Eh, tapi kamu belum makan jadi kita makan dulu." jalan bersiap untuk membawakan makanan malam mereka berdua karena dia tahu bahwa istrinya itu pasti belum makan.
Dara tidak bisa melakukan apapun lagi karena memang itu sudah keputusan suaminya. Jordan telah membawa makan malam untuk mereka dan langsung menyuapi dirinya.
Makan malam ini terasa sangat berbeda sekali karena Jordan yang melayani dirinya dengan begitu sangat penuh perhatian. Kasih sayang pria itu memang tidak bisa diragukan lagi dan Data mengakuinya.
Dara mengaku seluruh cinta dan kasih sayang yang suaminya miliki begitu sangat luar biasa untuknya dan dia merasa beruntung sekali menjadi istri dari Jordan.
"Sudah sayang..." tolak Dara saat Jordan terus saja menyuapi dirinya.
__ADS_1
"Apa kamu yakin sudah kenyang?" Dara menganggukkan kepalanya sambil menerima satu gelas air hangat yang suaminya berikan.
Jika kalian pikir Dara menyukai air dingin maka kalian salah karena Dara minum air hangat dimana pun. Bahkan di mall sekali pun dia akan meminta air hangat.
"Terima kasih..." ucap Dara dan suaminya karena pria itu telah menyuapinya dengan begitu telaten.
"Kembali kasih sayang..." jawab Jordan.
Dia membantu istrinya untuk bersandar di divan tempat tidur mereka dan Dara tersenyum ketika mendapatkan perhatian yang sangat luar biasa dari suaminya ini.
"Jordan..." Pria itu melihat ke arah istrinya saat Dara kembali memanggilnya dengan nama. Jika Dara sehat, maka Jordan akan langsung menghajarnya saat itu juga. Tapi berhubung istrinya sedang sakit maka dia memakluminya.
"Ya?" tanya Jordan yang berusaha untuk tersenyum walau rasanya sangat berat sekali karena Dara kemarin memanggil namanya bukan sayang seperti biasa.
"Apa jika aku mengatakan bahwa aku mencintaimu kamu akan percaya?"
"Hah? maksudnya bagaimana?" tanya Jordan yang masih sedikit bingung dengan apa yang istrinya ucapkan.
Dia mendengar dengan jelas apa yang istrinya katakan. Tapi rasanya masih tidak percaya dengan itu.
"Aku bilang, bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku mencintai kamu apa kamu akan percaya?" Jordan masih diam saat istrinya kembali mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakannya tadi.
Melihat suaminya yang masih tidak mengerti dengan apa yang dikatakannya membuat Data kembali mengatakannya lagi.
"Dengarkan aku baik-baik sayang. Aku Dara Clarita, aku mencintai suami ku. Aku mencintai pria bernama Jordan Brussels ayah dari Lucas Brussels dan anak dari Mami Sofia Anna." Jelas Dara dan itu membuat Jordan langsung memeluk tubuh istrinya ketika dia mendengar kata cinta dari istrinya ini.
__ADS_1