Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Ngidam


__ADS_3

"Huekkk ..." Dahlia langsung memuntahkan isi perutnya ketika bubur ayam yang dibeli suaminya tadi masuk ke dalam perutnya. Dia menginginkan makanan itu tapi entah kenapa dia tidak bisa memakannya. Bahkan jawaban pertama dia langsung memuntahkannya begitu saja hingga membuat Lucas merasa khawatir.


"Sayang, kamu baik-baik saja?" tanya Lucas dengan panik. Dia panik dan khawatir melihat keadaan Dahlia yang seperti ini karena sudah dua hari ini dia tidak bisa makan dan hanya bisa makan buah dan susunya saja. Bahkan ketika mencium aroma tubuh Lucas saja dengan parfum dari dia kembali muntah. Dia benar-benar tidak tega melihat keadaan istrinya yang lemah seperti ini. Yang lebih membuatnya khawatir lagi adalah Dahlia yang terlihat seperti kehilangan tenaganya. Air matanya keluar dan keringat mulai membasahi wajahnya ketika muntah seperti ini.


"Aku baik-baik saja," ucapnya dengan suara yang bergetar. Dia ingin pulang ke rumahnya untuk menemui ibunya atau paling tidak mereka tinggal di sana sampai dia benar-benar sehat dan baik-baik saja. Tapi ingin membuat Lucas kecewa dengannya. Entah apa yang harus dilakukan saat ini, ingin pulang ke rumah orang tuanya dan satu sisi lagi dia memikirkan keadaan suaminya karena dari jarak rumah kedua orang tuanya ke kantor Lucas itu sangat jauh sekali.


"Sayang, kamu tinggal di rumah ibu saja? ingin tinggal di rumah ibu nggak papa kita akan tinggal di rumah ibu sama ayah. Kita akan pulang kesana biar kamu ada temennya." mata Dahlia tidak bisa berbohong, dia memasarkan mengirimkan hal itu hingga membuat Lucas langsung mengerti keadaannya tidak mengizinkannya untuk tinggal di rumah ibunya. Pelukan hangat Lucas berikan pada istri karena dia tahu bahwa Dahlia memang membutuhkan dorongan dan support keluarganya saat ini. Dia terus-terusan menemani wanita itu di rumah karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya. Jadi, keputusan ini adalah yang terbaik untuk mereka semua kalau dia harus menempuh perjalanan yang cukup jauh pulang pergi dari rumah mertuanya ke kantor.


"Aku baik-baik aja Mas, kalau memang kamu jauh dari rumah ibu ke kantor nggak apa-apa ya tinggal di sini aja. Aku beneran nggak apa-apa kok." lirih Dahlia, tanpa berani melihat ke arah suaminya sedikitpun. Sedangkan Lucas yang mengerti keadaan istrinya itu dia langsung membawa Dahlia untuk persiapkan dan mereka akan pergi ke rumah kedua orang tuanya.


"Pakai hijab saja ya, sama masker. Di dalam mobil gak usah pakai cadar ya," Dahlia menganggukkan kepalanya dengan lembut dan Lucas menggendong tubuh istrinya untuk masuk ke dalam kamar mereka dan mengambilkan hijabnya lalu mereka bergegas masuk mobil dan pergi ke rumah ayah Zaki.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan menuju rumah mertuanya, Lucas sering sekali melihat ke arah Dahlia karena dia ingin memastikan keadaan wanita itu tetap baik-baik saja bersamanya dalam mobil. Tapi saat Lucas melihatnya yang entah ke berapa, dia melihat jika Dahlia sedang tertidur dengan begitu lelapnya. Perasaan Lucas semakin tersentuh dengan semua perjuangan istrinya agar bayi yang ada di kandungannya saat ini bisa tetap sehat walau dia sulit untuk makan.


Tangan Lucas terulur untuk menyentuh perut sang istri dan mengucapkan begitu banyak terima kasih karena telah hadir dalam hidupnya dan juga Dahlia. "Sehat-sehat di dalam perut mama kamu ya sayang, jangan buat mama kamu sakit. Kalian lu harus sehat karena papa akan selalu ada bersama kalian. Papa sangat menyayangi kamu dan juga mama kamu. Papa harap kalian berdua akan selalu sehat dan berada dalam lindungannya," ucap Lucas dengan lembut. Usapan di perut Dahlia membuatnya merasa tenang. Lucas merasa bahwa saat ini dia menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini karena bisa memiliki istri yang sholehah dan cantik seperti Dahlia. Lalu kini dia kembali merasakan kebahagiaan yang luar biasa ketika mendapatkan calon buah hati mereka yang sedang tumbuh di dalam rahim wanita itu.


Saat mereka berdua sudah sampai di rumah ibu dan ayahnya, Lucas membangunkan istrinya dengan perlahan karena dia tidak ingin mengganggu wanita yang sedang tertidur dengan lelaki itu. Dia tau mungkin saat ini Dahlia sedang lelah maka dia membiarkannya untuk beberapa saat. Namun, saat mobil berhenti Dahlia juga langsung bangun dan membuka kedua matanya.


"Sudah sampai mas?" tanya Dahlia ketika mereka sudah sampai di rumah kedua orang tuanya. Lucas hanya menganggukkan kepalanya saja karena memang mereka Baru saja sampai di sini. Keduanya langsung keluar dari dalam mobil dan masuk ke rumah tempat di mana Dahlia dibesarkan. Tak lupa ibu dan ayahnya sudah menyambut kedatangan mereka berdua karena memang sudah cukup lama Dahlia tidak datang ke rumah ini semenjak dia pindah rumah.


"Kenapa nggak bilang-bilang kalau mau datang ke rumah? kalau datang kan ibu bisa memasak kan sesuatu untuk kamu dan juga Lucas." Dahlia dan Lucas hanya tersenyum saja. Niat mereka datang ke sini untuk tidak meminta makan, tapi Lucas ingin mengantarkan istrinya karena dia memang merindukan ibunya.


"Ibu maaf, sebelumnya kami datang ke sini bukan hanya untuk meminta makan saja. Tapi saat ini Dahlia sedang mengandung dan dia juga tidak bisa makan. Sedangkan di rumah kami tidak ada yang bisa menemaninya jadi kami memutuskan bahwa untuk sementara waktu sampai Dahlia benar-benar sudah membaik dan tidak mual lagi kami akan tinggal di rumah ini. Biar Lucas yang pergi bekerja dari sini," ujar Lucas yang membuat kedua orang tuanya Dahlia mengucap syukur atas karunia yang Allah berikan pada putri mereka saat ini.

__ADS_1


"Alhamdulillah ya Allah, akhirnya Dahlia hamil. Kita mau punya cucu ayah ..." seru ibunya Dahlia ketika mengetahui bahwa putrinya saat ini sedang mengandung sebentar lagi mereka akan memiliki cucu. Begitu juga dengan ayah Zaki yang langsung memeluk Dahlia dan mencium keningnya.


"Alhamdulilah ya Allah, semoga kelak menjadi anak yang Sholeh dan Sholeha, berkah selalu kehidupannya."


"Aamiin," jawab mereka semua karena saat ini berita kehamilan Dahlia adalah kebahagiaan besar untuk mereka semua yang sudah sangat menantikan kehadiran cucu pertama mereka.


"Sudah ayo masuk. Kita sarapan dulu ya. Kamu mau apa biar ibu masakan."


"Tidak perlu ibu, Lucas sudah sarapan dan harus berangkat ke kantor. Banyak pekerjaan yang harus Lucas selesaikan, jadi Lucas titip Dahlia selama Lucas bekerja."


"Bekerjalah nak, biarkan Dahlia di sini karena ibu dan ayah akan menjaganya."

__ADS_1


__ADS_2