
Jordan terus saja bersikap manja pada Dara hingga membuat mereka yang melihatnya hanya bisa tertunduk malu dan tersenyum untuk itu.
Brak!
Semua ada seseorang yang memukul meja makan mereka pagi ini. Jangan tanyakan siapa yang melakukannya sudah pasti yang melakukan semua itu adalah mami Sofia.
Ya, wanita tua itu melakukannya karena dia sudah terlalu kesal melihat putranya yang bersikap manja dan tidak tahu diri seperti itu.
" Mi, ada apa ini?" Tanya Jordan yang merasa heran dengan kelakuan mami Sofia.
" Seharusnya mami yang bertanya seperti itu padamu. Ada apa ini Jordan? kenapa kamu bersikap menjadikan seperti ini?" Tanya Mami Sofia.
Dia tidak habis pikir dengan putranya yang bersikap menjijikan seperti ini. Kenapa dia bilang menjijikan? jelas mami Sofia mengatakan Jordan bersikap menjijikan karena ulahnya yang sejak tadi menganggu Dara dengan segala tingkah tidak masuk akalnya itu.
Dari mulai bermesraan dan kini meminta di suapi oleh wanita itu. Sungguh menjijikan sekali bukan?
" Memangnya kenapa Mi? aku hanya meminta di suapi oleh Dara saja. Lalu di mana letak kesalahannya?" Tanya Jordan.
__ADS_1
Dia masih merasa tidak bersalah sama sekali. Menurutnya itu tidak salah, tapi menurut mami Sofia itu salah. Salah sekali Jordan.
" Anak ini, aku benar-benar akan memukul kepalanya." Mami Sofia ingin memukul Jordan dengan sendok makan miliknya namun Dara menghentikannya.
" Nyonya, aku--"
" Sudah berapa kali aku mengatakan bahwa jangan memanggil ku Nyonya. Panggil aku Mami, M A M I. Kau dengar itu? Mami!" Ucap Mami Sofia dengan penuh penekanan.
Dia tidak tau harus bagaimana caranya bicara dengan Dara ini. Menurutnya Dara itu bebal sekali.
" Tapi--"
Sebenarnya Dara tidak ingin melakukan hal itu, tapi melihat Mami Sofia yang terus saja menatap tajam ke arahnya membuat Dara pun harus pasrah dengan semua ini.
" Baiklah, Mami..." Jawab Dara.
Akhirnya Dara bisa memanggil Mami Sofia dengan benerin ama buat wanita tua itu bahagia.
__ADS_1
" Sudah sekarang aku harus pergi bekerja dulu. Tunggu aku pulang Dara." Ujar Jordan yang berpamitan pada Dara karena dia harus pergi bekerja.
Jika dia bolos lagi maka Willian bisa marah besar padanya nanti.
" Tapi aku mau pulang."
" Rumah mu masih dalam tahap renovasi Dara. Jadi lebih baik kamu tinggal di sini bersama kami. Kami bisa memantau mu di sini dan banyak orang yang bisa membantu kamu." Ucap Jordan.
Dia tidak ingin Dara pulang dan merasa sendirian di rumahnya nanti. Lagi pula jika di sini Jordan merasa lebih tenang lagi.
" Kenapa di renovasi? seharusnya tidak perlu seperti itu."
" Sudahlah, jangan membahas hal ini lagi karena aku tidak ingin membahasnya. Lagi pula ini semua untuk kenyamanan kamu. Jadi aku melakukan semua ini untuk kamu Dara "
" Tapi Jordan--"
" Sudahlah Dara, Terima saja apa yang di lakukan Jordan untuk mu. Biar aku beri tahu bahwa uangnya itu banyak dan tidak akan habis tujuh turunan, tujuh tanjakan, tujuh tikungan, dan tujuh putaran. Tapi ingat, jangan turunan ke delapan, karena aku takut jika turunan yang ke delapan nanti akan melarat. Sudah begini saja, jika ingin memiliki anak tujuh saja. Jadi masih bisa aman."
__ADS_1
Bersambung ❤️