
Dara langsung di larikan ke rumah sakit saat itu juga ketika dia mengeluarkan darah.
Jika di tanya siapa yang paling khawatir maka jawabannya adalah Mami Sofia karena dia sangat khawatir dengan keadaan menantunya itu.
Saat mereka sampai di rumah sakit, Dara langsung masuk ke IGD untuk melakukan pemeriksaaan dan Mami Sofia harus menunggu lebih dulu untuk mengetahui keadaan menantunya.
Namun, saat dia sedang menunggu Dara, tiba-tiba saja dia teringat akan anak-anaknya. William dan Jordan, bagaimana keadaan keduanya hingga membuat Mami Sofia langsung mencari tahu keberadaan kedua putranya itu.
Ketika dia mengetahui di mana keberadaan kedua anak nakal itu, Mami Sofia langsung pergi menuju ruangan tersebut.
Brak!
Baik Sarah maupun William, kedua sangat kaget ketika melihat siapa yang membuka pintu ruangan rawatnya saat ini.
"Mom," panggil William ketika melihat bahwa ibunya Jordan yang berada di sana.
Melihat William yang terbuka seperti itu membuat air matanya mengalir begitu saja tanpa di komando olehnya.
Begitu juga dengan Sarah, dia memberikan tempat untuk wanita berambut putih itu untuk melihat keadaan William saat ini.
William sendiri langsung berusaha untuk duduk dengan tenang karena dia tau apa yang akan wanita itu lakukan jika dia ataupun Jordan terluka.
Plak...plak...plak...
Mami Sofia langsung memukuli William karena itulah yang akan dilakukannya jika kedua anak nakal itu terluka.
Melihat bagaimana mami Sofia yang memukuli William seperti itu membuat Sarah cukup kaget. Apalagi melihat William yang tidak bergerak sedikitpun ketika dia mendapatkan pukulan seperti itu seolah-olah dia sudah terbiasa dengan hal yang sedang terjadi padanya saat ini.
Bahkan wanita tua itu terus saja memukuli William tanpa henti sambil menangis untuk meluapkan kekesalan hatinya saat ini.
__ADS_1
"Rasakan ini, rasakan, rasakan!" ucap Mami Sofia dengan air mata yang terus saja membanjiri pipinya.
William terus aja diam dengan posisi duduk tegak saat ini dan membiarkan wanita itu memukulnya sampai benar-benar puas dan setelah puas, Mami Sofia akan memeluk putranya erat-erat dan menumpahkan tangisnya di sana.
"Lihat, kamu terluka bukan? Mami sudah katakan untuk hati-hati dalam melakukan hal apapun agar kalian tidak terluka. Tapi apa yang kalian berdua lakukan, kalian berdua selalu saja membuat mami khawatir. Kalian berdua selalu saja membuat ulah hingga membuat mami marah. Tidak bisakah bersikap biasa saja dan tidak melakukan hal-hal aneh lagi? sejak dulu kalian selalu saja membuat mami kerepotan dalam mengurus kalian berdua. Lihat, tangan kamu terluka William, hiks...hiks...hiks..." Mami Sofia menumpahkan tangisannya di bahu William. Dia terus saja mengatakan hal-hal yang selama ini dikatakannya pada kedua anak nakal itu, untuk tidak membuatnya kerepotan lagi. Tapi hingga saat ini mereka terus saja melakukan hal yang membuat Mami Sofia marah dan kesal terhadap ulah keduanya.
"Maaf, mom." ucap William yang merasa menyesal karena telah membuat wanita ini merasa sedih. Tapi dia juga tidak bisa melakukan apa-apa karena semuanya terjadi tiba-tiba.
"Sekarang di mana anak nakal itu? mami juga akan menghajarnya sampai habis. Pasti dia yang mengajak kamu untuk melakukan hal aneh ini kan?"
"Jordan di ruangan sebelah mom. Lukanya lebih parah." jawab William yang membuat Mami Sofia semakin menangis dengan keadaan kedua anak-anaknya ini.
"Dara juga masuk rumah sakit karena dia kaget mendengar kabar bahwa suaminya kecelakaan. Saat ini dia sedang di IGD untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut."
"Dara masuk rumah sakit juga? lalu bagaimana keadaannya?" tanya cara yang tiba-tiba saja ikut nyambung dalam pembicaraan ibu dan anak tersebut.
Sadar akan posisinya saat ini membuat Sarah langsung meminta maaf atas kelakuannya tadi.
Baik Mami Sofia maupun William keduanya memaklumi wanita itu karena dia seorang dokter jadi nalurinya akan langsung panik ketika mendengar seorang wanita yang sedang mengandung masuk rumah sakit.
"Tidak masalah, sekarang ayo antarkan mami ke ruangan Jordan. Anak nakal itu harus menerima akibatnya." Mami Sofia langsung meninggalkan William begitu saja setelah puas melampiaskan kekesalan.
"Jangan kaget dengan apa yang dilakukan maminya Jordan. Kami sudah terbiasa mendapatkan amukan seperti itu darinya jadi tidak usah khawatir karena begitulah cara beliau menyayangi kami berdua. Aku sudah tidak memiliki ibu sedang aku kecil jadi aku besar dan tumbuh bersama Jordan di bawah asuhan Mami Sofia. Setidaknya Jordan jauh lebih beruntung karena dia masih memiliki ibu sementara aku tidak memiliki siapapun sejak usiaku 7 tahun karena kedua orang tuaku meninggal dalam kecelakaan." Jelas William sebelum Sarah pergi mengantarkan Mami Sofia untuk menjenguk Jordan.
Sarah tidak menjawab, tapi dia menganggukkan kepalanya karena memang dia tidak tau harus bersikap bagaimana lagi saat ini.
"Ini ruangannya Nyonya, biarkan saya yang melihat keadaan Dara."
"Panggil saja mami seperti William dan Jordan memanggilku. Jadi, tidak perlu seperti itu karena kamu bukan pembantu rumah tangga kami."
__ADS_1
"Tapi,"
"Hais, sudahlah. Mami titip Dara dulu." ucap Mami Sofia yang masuk ke ruangan Jordan.
Betapa kagetnya dia saat melihat putranya yang sedang tertidur di atas ranjang rumah sakitnya.
Melihat putrinya yang banyak terluka seperti itu membuat hati Mami Sofia seperti teriris. Tadi William, lalu sekarang bahkan hanya ada Jordan jauh lebih buruk dari William.
"Kenapa seperti ini? apa yang terjadi pada kalian berdua hingga bisa kecelakaan seperti ini Jordan? kenapa bisa?" tanya Mami Sofia pada putra kandungnya itu.
Hati ibu mana yang tidak sedih ketika melihat putranya terluka seperti ini. Terlebih lagi saat ini bukan hanya mereka saja yang masuk rumah sakit, tapi Dara jika berada di rumah sakit yang sama dengan kedua putranya saat ini.
"Ayo bangun Jordan, Dara sedang sakit saat ini. Kamu harus melihatnya sekarang. Ayo bangun." ucap Mami Sofia yang berusaha untuk membangunkan suaminya.
Suara tangisannya berhasil membangunkan Jordan yang merasakan sakit di seluruh tubuhnya saat ini.
"Mami," ucapnya pertama kali saat dia baru saja bangun.
"Sakit tangan Jordan mi," adunya dengan manja karena merasakan sakit di tubuhnya. Apalagi tangannya saat ini yang mengalami patah tulang.
"Rasakan!" jawab Mami Sofia ketika mendengar aduan manja dari putranya itu.
"Mami, kok gitu banget sama anaknya. William di sayang, aku gak."
plak!
"Aahhkkk..." jeritnya kesakitan saat mendapatkan pukulan seperti itu.
"Rasakan itu. Bahkan William mendapatkan banyak pukulan, apa kamu juga ingin mendapatkan pukulan yang sama juga?"
__ADS_1
"Ah, jangan. Jordan patah tulang mi, seharusnya di sayang bukan malah di kdrt seperti ini."