
"Ah, sayang ini sakit, ah aku tidak bisa melakukan apa-apa." ucap Jordan pada istrinya dengan begitu lebay karena dia saat ini hanya berpura-pura saja.
Mami Sofia yang mengetahui bagaimana lebaynya sang putra hanya bisa menggelengkan kepalanya saja karena dia tidak tahu harus melakukan apa lagi agar putranya itu bisa kembali waras.
"Melihat kalian berdua yang seperti ini membuat mami merasa mual karena ini. Sudahlah, lebih baik mami menghabiskan uang saja daripada harus melihat hal-hal yang tidak berguna seperti ini." ucap manusia yang langsung pergi meninggalkan kamar milik Jordan.
"Ya, pergilah jika memang mami ingin pergi. Dari pada di sini semakin membuat udara terasa sesak. Sudahlah, lebih baik mami-"
bugh...
Wajahnya langsung di hantam dengan bantal yang melayang dan itu lemparan dari Mami Sofia karena dia terlalu kesal dengan putranya itu.
"Jika tangan kamu tidak patah sudah bisa kamu pastikan bahwa kamu akan mendapatkan balasannya. Jadi bersyukurlah karena tangan kamu patah saat ini." ucap Mami Sofia dan setelah itu langsung pergi meninggalkan ruangan anak dan menantunya itu.
"Sayang,"
"Tidak bisakah kamu tidak membuat wanita?" tanya Dara pada suaminya karena dia terus saja membuat maminya kesal.
"Aku sengaja melakukan hal ini agar suami tidak merasa sedih dengan keadaan ku saat ini. Kemarin kami buru-buru mengejar waktu untuk pergi ke acara lamaran William, di tengah jalan tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang menyeramkan kami dan mobil tersebut juga sedang buru-buru untuk membawa istrinya pergi ke rumah sakit yang hendak melahirkan. Jadi, kami juga tidak bisa menuntutnya karena bagaimanapun dia tidak sengaja melakukan hal itu. Jikapun bertanggung jawab apa yang akan dipertanggungjawabkan karena mobil yang dipakainya dengan mobil milik saudaranya. Jadi aku dan membebaskan dirinya dari pertanggungjawaban ini. Bahkan William juga memberikan santunan pada istrinya yang berada di rumah sakit atau paling tidak uang itu bisa digunakan untuk membayar kerusakan dari mobilnya." ujar Jordan karena bagaimanapun yang menyerempet keduanya jauh lebih membutuhkan uang daripada mereka berdua.
Maka dari itu Jordan dan William memberikan bantuan pada orang yang telah menyerempet mereka.
"Astaga, lalu bagaimana keadaan istrinya?" tanya Dara yang juga merasa khawatir dengan keadaan ibu hamil yang dibawa berada di dalam mobil tersebut.
"William bilang ibu dan anak yang sudah baik-baik saja. Setidaknya semuanya baik-baik saja jadi tidak ada yang harus disesali dari semuanya." jelas Jordan lagi.
__ADS_1
Sementara di ruangannya, William masih saja mendapatkan omelan dari Sarah karena sudah 3 kali percobaan hingga saat ini William juga belum bisa salah satu pil yang diberikan oleh Sarah tadi.
"Astaga William, usiamu sudah 38 tahun, dari obatnya tidak ada yang bisa kamu telan satu pun. Ayolah William, jangan membayangkan rasa pahitnya. Saat aku memasukkan pil ini ke dalam mulutmu kau harus minum dan menelannya. Itu tidak sulit atau kau ingin aku yang memberimu obat?" William terdiam karena dia tidak sabar menjawab apa pada Sarah.
Merasa kesal dengan William yang tidak kunjung bisa menelan obatnya membuat cara benar-benar kesal. Dia memasukan semua obat tersebut ke dalam mulutnya.
Melihat Sarah yang seperti itu membuat William cukup kaget, terlebih lagi saat Sarah mendekatinya dan menarik dagunya.
"Sarah apa yang kau-emph..." bibir William sudah dibongkar oleh burger Sarah hingga membuatnya tidak bisa melakukan apapun lagi saat ini. Sarah sendiri begitu lihat melakukan hal ini hingga membuat William tidak bisa berkutik lagi.
Setelah merasa bahwa semua obatnya masuk ke dalam mulut William, Sarah langsung ciumannya.
"Oh God, ini pahit sekali." ucap Sarah setelah menyelesaikan ciumannya. Dia masih benar-benar tidak habis pikir bagaimana bisa William tidak bisa meminum obat di saat usianya sudah 38 tahun.
Sementara William sendiri masih terdiam sambil terus saja memegangi bibirnya setelah dicium oleh Sarah tadi. Ini adalah ciuman pertamanya dan ciuman pertamanya hilang diambil oleh Sarah begitu saja.
"Jangan katakan bahwa ini ciuman pertama kamu?" tanya Sarah yang membuat William melihat ke arahnya lalu menganggukkan kepalanya karena memang ini adalah ciuman pertamanya dan itu dilakukannya bersama Sarah dalam keadaan yang dia sendiri tidak bisa mendefinisikannya harus seperti apa.
"Astaga, selain kamu tidak bisa minum obat kamu juga tidak pernah ciuman? apa itu artinya aku yang sudah mengambil ciuman pertama kamu?"
"Eh, tidak begitu. Aku hanya-"
"Waw, aku memiliki calon suami yang sangat luar biasa ternyata. Apa kamu juga kaya?" tanya Sarah pada William yang membuat pria itu malah menatap ke arahnya.
"Walau aku tidak sekaya Jordan, tapi aku cukup kayak untuk membiayai hidupmu dan 10 anak kita nanti."
__ADS_1
plak!
"Auh," William mengasuh kesakitan ketika mendapatkan pukulan dari calon istrinya.
"Kamu pikir aku ini kucing yang bisa melahirkan banyak anak begitu?" tanya Sarah yang merasa kesal karena omongan William yang menyinggung tentang anak dengan saah nanti.
Menikah saja belum lalu bagaimana bisa pria itu mengatakan banyak anak dengannya.
"Bukan seperti itu, kamu akan tau seberapa kayanya aku jika kita sudah menikah. Akan ku tunjukan seluruh kekayaan ku dan itu akan ku perlihatkan padamu nanti."
"Oh ya?" tanya Sarah
"Ya, bahkan aku juga akan menunjukan padamu sesuatu yang tidak pernah kamu lihat tentangku." ucap William dengan wajah sombongnya.
"Apa kamu yakin? lagi pula aku sudah melihatnya." jawab Sarah yang membuat William kaget.
"Oh ya? kapan?" tanya William yang merasa lemas saat Sarah ternyata sudah mengetahui apa yang ingin di perlihatkannya pada wanita itu.
"Tari saat kita di kamar mandi, dan ukurannya aku rasa bisa membengkak dua kali lipat dari saat dia tertidur."
"What?" tanya William dengan wajah kagetnya karena dia benar-benar tidak percaya saat ini.
Dia tidak menyangka jika Sarah memikirkan hal seperti ini sementara apa yang ingin di perlihatkannya pada Sarah itu bukan barang pribadi miliknya.
"Kenapa kaget?" tanya Sarah dengan begitu polosnya pada William karena dia tidak tau jika apa yang ingin William tunjukan bukan barang pribadi yang tersembunyi miliknya.
__ADS_1
"Hais, sudahlah. Jangan membicarakan hal ini lagi karena aku malu. Yang jelas apa yang ingin aku tunjukan padamu nanti bulan apa yang kamu lihat tadi. Jadi berhenti berpikiran kotor dan mesum seperti itu."
"Saat ini kamu bisa mengatakan mesum padaku, tapi jika sudah menikah nanti pasti kamu yang lebih dulu bersikap mesum terhadapku." ucap Sarah tanpa memikirkan bagaimana perasaan calon suaminya saat ini.