
William terus hanya berada di sisi istrinya karena dia ingin segera merasakan bagaimana susahnya menghadapi wanita yang sedang hamil muda.
Seperti saat ini, William mengikuti kemanapun istrinya pergi hingga membuat wanita itu merasa kesal karena terus dibuntuti.
"Tidak kamu duduk diam dan membiarkanku bergerak dengan leluasa?"
"Hah, memangnya apa yang aku lakukan sayang? aku hanya ingin mengikuti kamu dan memastikan bahwa kamu baik-baik saja. Apalagi calon buah hati kita jadi aku benar-benar harus memastikan bahwa kamu itu berada dalam pengawasan ku di setiap saat." jawab William yang tidak memperdulikan lagi bagaimana kesalnya wajah sang istri saat ini.
Ya, Sarah benar-benar tidak habis pikir dengan suaminya itu bagaimana bisa dia bersikap seperti itu hanya karena Sarah tengah mengandung calon buah hati mereka.
"William tersayang, paling kucintai di dunia ini selain ayahku, biar aku beritahu padamu bahwa wanita yang sedang mengandung itu harus dijaga moodnya dengan baik dan apa kamu tahu yang kamu lakukan saat ini bisa saja merusak moodku sehingga berantakan dan aku bad mood. Aku sedang mengandung calon anak kita jadi biarkan aku hidup dengan tenang dan jangan pernah menggangguku hanya karena hal-hal tidak masuk akal seperti ini. Aku mengandung, bukan orang penyakitan yang harus dijaga setiap saat. Jadi, berhenti mengatakan dan melakukan hal yang tidak-tidak agar aku tidak marah." ujar Sarah pada suaminya. Sementara yang diberitahu hanya menganggukkan kepalanya saja walau dia tidak mengerti apa yang dimaksud istrinya saat ini. Tapi dari garis besar yang diambilnya saat ini adalah bahwa istrinya tidak ingin diganggu.
"Jadi kapan kamu ngidam sayang?"
Duar...
Meledak isi kepala Sarah ketika mendengar pertanyaan tidak masuk akal dari suaminya. Sedangkan Jordan sendiri malah menyemburkan air yang keluar dari dalam mulutnya ketika mendengar pertanyaan di luar nalar dari sepupunya itu.
Terkadang Jordan saja merasa kesal jika istrinya mengidam lalu apa kabar dengan William yang jelas-jelas mempertanyakan pada istrinya kapan wanita itu akan mengalami ngidam.
__ADS_1
"Coba tanyakan sekali lagi sayang?" pulang Sarah yang sengaja ingin mendengar pertanyaan dari suaminya lagi karena dia benar-benar tidak harus berpikir dengan pola jalan pikiran suaminya yang tidak masuk akal itu.
"Memangnya kenapa? aku hanya bertanya kapan kamu hidup, lalu di mana letak kesalahannya?"
Brak!
Sarah sengaja memukul meja makan karena dia sudah tidak habis pikir lagi harus bagaimana menyikapi suaminya. Sedangkan mami Sofia juga menghilangkan kepalanya saja ketika melihat kebodohan William seperti ini.
"Seharusnya kamu beruntung karena istri kamu tidak ngidam, lebih tepatnya belum ngidam karena wanita yang sedang mengandung itu berbeda. Jangan tanyakan kapan istri kamu akan mulai ngidam karena jika sudah pada waktunya nanti dia akan mengalami semua itu. Sekarang, sudahi semua omong kosong ini dan habiskan makanan kalian." semua orang kembali melanjutkan kegiatan mereka pagi ini dengan menghabiskan makanan mereka tapi tidak dengan William yang masih penasaran dengan istrinya.
Pria itu terus saja mencuri pandang ke arah istrinya karena dia masih merasa penasaran dengan apa yang terjadi padanya saat ini. Sungguh, dia juga bingung harus melakukan apa.
Sementara Sarah sendiri hanya bisa mendesak pasrah dengan sikap suaminya yang terlihat sangat overprotektif terhadapnya.
Ini baru hari pertama dia mengetahui bahwa Sarah tengah mengandung, bagaimana cara melewati semua ini selama 9 bulan ke depan dengan menghadapi segala sikap suaminya yang terkadang di luar nalar.
Entahlah, semoga saja Sarah bisa terus sabar untuk menghadapi pria itu karena dia tahu bahwa William sangat antusias dengan kehamilannya saat ini. Itu berarti pria itu benar-benar sangat mencintainya dan dibacakan anaknya ada di kandungannya saat ini.
Biarlah suaminya ingin melakukan apapun yang penting masih bisa dimaklumi olehnya.
__ADS_1
Siang hari, saat Dara tiba-tiba meminta rujak karena katanyab siang ini panas sekali jadi rasanya jika makan rujak pasti akan sangat menyegarkan sekali.
Sontak saja William langsung bangkit dari tempat duduknya ketika mendengar istri dari saudaranya itu menginginkan rujak. Dia langsung menghampiri sang istri dan bertanya apakah ada yang diinginkan wanita itu atau tidak. Dari apa yang salah lihat, film benar-benar sangat antusias sekali dengan kehamilannya ini bahkan dia terlalu bersemangat.
"Sayang, Dara menginginkan rujak lalu apa yang kamu inginkan apa kamu tidak menginginkan sesuatu? ayo katakan padaku apa yang kamu inginkan agar aku bisa mencarinya. Anak kita pasti akan sangat senang jika papanya mencari apa yang diinginkannya." ucap William dengan mengusap perut istrinya. Dari usapannya yang sangat lembut di perut saya istri, seolah apa yang dilakukannya saat ini terlihat sangat takut jika bisa melukai calon anak mereka nantinya.
"Is, aku belum menginginkan apapun. Lagi pula jika Dara mengizinkan rujak biar saja dia yang membelinya karena aku tidak menginginkan itu. Sekarang diam dan duduk di sini saja, aku ingin tidur siang di dekat kamu." William terpaksa menuruti apa yang istrinya inginkan.
Sarah sendiri langsung merupakan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di atas pangkuan sang suami. William juga langsung menarik selimut kecil yang ada di dekat gazebo untuk menutupi bagian kaki sang istri.
Terlihat William benar-benar sangat menyayangi dan mencintai istrinya karena dia merasa bahwa Sarah adalah wanita yang paling tepat yang Tuhan kirimkan untuknya.
"Waw, aku benar-benar merasa menjadi wanita yang paling dicintai di dunia ini. Apa aku banar?" tanya Sarah ketika dia merasakan usapan lembut ke puncak kepalanya dan itu di lakukan oleh William.
"Terserah apa yang ingin kamu katakan karena memang aku mencintai kamu. Aku akan melakukan apapun untuk kamu asal kamu bisa bahagia menjalani hari-hari kamu. Tidak banyak yang ku minta karena aku hanya meminta untuk terus bahagia dengan semua ini. Semua yang aku miliki sayang." ucap William dengan bersungguh-sungguh karena memang itu kenyataannya.
"Jika begitu, ayo terus lakukan agar aku bisa tidur dengan tenang. Aku harus banyak menyetok tenaga untuk menghadapi segala sikap kamu yang aneh ini. Jadi jangan ganggu aku." William menunduk untuk memberikan kecupan mesra dan penuh kasih sayang di kening istrinya. Dia ingin menunjukan bahwa apa yang dilakukannya saat ini karena memang dia benar-benar mencintai wanita itu.
"Tidurlah, aku akan di sini bersama kamu Sarah,"
__ADS_1
"Itu memang harus!" jawab Sarah hingga membuat William tersenyum ketika mendengar jawaban dari istrinya. Sarah memang sangat luar biasa dan William bahagia dengan semua ini.