Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Pertemuan


__ADS_3

Karena Jordan yang tidak bisa menghadiri acara pertemuan bisnisnya dengan para pengusaha hebat lainnya, akhirnya William lah yang mengambil alih semua itu. Dia pergi ke acara tersebut bersama istrinya.


Melihat bagaimana sang istri berdandan membuat William benar-benar merasa kagum dengan kemampuan berdandan istrinya yang sangat sempurna jika dalam keadaan seperti ini.


"Sayang, kamu sudah memakan laksa tadi?" tanya William yang sudah tidak melihat makanan khas Singapura itu berada di meja.


"Sudah, dan rasanya sangat luar biasa. Enak, pedas dan asamnya sangat panas menurutku, jadi aku hanya ingin mengatakan terima kasih karena telah memberikan semua yang terbaik untukku dan juga calon anak kita. Aku benar-benar merasa beruntung karena mendapatkan suami seperti kamu." ucap Sarah dengan senyuman penuh di wajahnya hingga membuat senyuman itu tertular pada suaminya saat ini.


William juga benar-benar mendapatkan istri yang hebat seperti Sarah. Apalagi saat ini Sarah yang sudah berbadan dan terlihat sangat berbeda sekali dengan kesehariannya.



"Bagaimana, apa aku sudah cantik?" tanya Sarah pada suaminya ketika dia sudah selesai dengan acara berdandannya malam ini.


"Kamu cantik dan itu sangat sempurna sayang." jawab William hingga membuat Sarah tersipu malu.


William menghampirinya dan memberikan kecupan mesra di kening wanita itu.


Cup...


Sarah memejamkan kedua matanya ketika dia mendapatkan perlakuan baik seperti itu dari suaminya.


"Sudah, ayo sekarang kita pergi agar kita bisa pulang lebih cepat." ajak William pada istrinya dan Sarah sendiri langsung mengikuti suaminya.


Setibanya mereka di tempat acara pesta, dua bola mata Sarah langsung membulat begitu banyak makanan yang terjadi di depan sana. Entah mengapa resmi tiba-tiba dia menginginkan semua itu padahal tadi dia sudah menghabiskan satu porsi besar laksa yang di bawakan suaminya.


"Sayang, apa aku bisa memakan itu?" tanya Sarah pada suaminya karena dia begitu penasaran dengan begitu banyaknya makanan yang tersaji di meja prasmanan.

__ADS_1


"Kan aku temani." Sarah langsung menghilangkan kepalanya karena dia tidak ingin ditemani oleh suaminya. Dia bisa mengambil semua itu sendirian dan juga ada beberapa orang yang sejak tadi mengapa kamu menjadi menurut Sarah mungkin dia membutuhkan waktu untuk berbicara dengan mereka.


"Tidak perlu, kamu harus menemui rekan kerja kamu karena aku lihat sejak tadi mereka terus saja menyapa kamu bukan?"


"Tapi nggak ada yang lebih penting dari kamu sayang." jawab William karena memang begitu.


Saat ini Sarah dan calon anak yang ada di kandungan wanita itu adalah yang paling utama baginya. Dia tidak memperdulikan lagi dengan apa yang mereka lakukan di luar saja asal tidak menyakiti istrinya.


"Tapi sayang-"


"Sudahlah, aku baik-baik saja. Jadi pergilah."


"Kamu yakin?" tanya William lagi dan Sarah langsung menganggukkan kepalanya.


"Aku yakin, jadi pergilah." Sarah mendorong punggung suaminya untuk pergi meninggalkannya sendirian di sana.


Melihat begitu banyaknya makanan yang tersaji di meja prasmanan membuat Sarah kalap. Dia sampai lupa diri dengan apa yang dilakukan saat ini hingga tiba-tiba saja ada seorang wanita yang menghampirinya dan mengatakannya rakus.


"Astaga, wanita seperti apa yang datang ke tempat ini? lihat, bahkan cara makannya saja sangat mengerikan dan terlihat seperti tidak pernah melihat makanan saja." sindir seorang wanita yang memakai gaun yang sangat seksi.


Sarah sendiri tidak ingin menanggapi apapun yang wanita itu katakan karena menurutnya tidak penting sama sekali. Bagi Sarah saat ini mencoba semua makanan itu adalah yang terpenting.


Jadi dia tidak perduli dengan apa yang wanita itu katakan tentangnya.


Namun tidak sampai di situ saja, bahkan wanita itu dengan berani menghentikan Sarah yang ingin mengambil rujak yang tersedia di sana.


"Sebenarnya apa masalahmu? terkadang aku heran kenapa wanita-wanita yang berada di kelas atas seperti kalian ini memiliki etiket yang sangat buruk? kalian semua para wanita yang berada di kalangan atau selalu menatap wanita lain yang menurut kalian tidak selevel dengan kalian sangat rendah. Apa aku harus mengatakan pada kalian sekaya apapun kalian derajat kalian tidak akan tetap sama di hadapan Tuhan. Bahkan jika kalian muslim maka kalian akan mendapatkan pakaian yang sama yaitu kain kafan. Tapi jika kau non muslim, setidaknya kau bisa terlihat cantik dengan pakaian mahalmu itu." tunjuk Sarah dengan garpu yang di tangannya saat ini.

__ADS_1


Setelah mengatakan hal seperti itu pada wanita tadi, Sarah langsung duduk di sebuah kursi yang tak jauh dari suaminya.


Bahkan dia bisa melihat bahwa suaminya memberikan senyuman terhadapnya dan Sarah membalasnya.


Namun tanpa di duga olehnya, tiba-tiba dia mendengar wanita tadi bersama kedua temannya yang lain terlihat heboh ketika melihat William yang tersenyum padanya dan mereka mengira bahwa suaminya tersenyum untuk wanita sombong tadi.


"Lihatlah Megan, pria itu tersenyum padamu." ucap salah satu temannya ketika melihat seorang pria bule yang tersenyum pada teman mereka.


Mega sendiri semakin percaya diri karena dia berpikir bahwa pria tadi benar-benar tersenyum padanya. Apalagi kini dia kembali melihat ketika pria itu yang tersenyum ke arahnya.


"Tidak ada yang bisa menolak pesona seorang Megan karena aku yakin tidak ada satu orang pun yang akan menolak diriku." ucapnya dengan penuh kesombongan.


Sementara Sarah hanya tersenyum sambil menikmati makanan apa yang diambil dari bawahnya ke meja miliknya.


Saat wanita itu terus saja mendapatkan support dari teman-temannya untuk menghampiri William di sanalah Sarah ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya karena dia tahu bahwa suaminya tidak terbiasa dengan wanita lain.


"Hay, selamat malam." sapa Megan dengan penuh percaya diri.


Dia pakaian apa yang dipakai malam ini bisa membuat periode tertentu karena dia meyakini jika pria pria itu menyukai wanita seksi.


Mendapatkan sapaan dari wanita yang memakai pakaian kurang bahan di depannya saat ini membuat William merasa tidak nyaman. Bukan karena ada Sarah, tapi memang dia tidak nyaman dengan semua itu.


"Perkenalkan, nama ku Megan." ucapnya dengan mengulurkan sebelah tangannya ke arah William namun pria itu hanya menatap datar padanya.


Dia ingin melewatinya begitu saja, namun dengan berani Megan menghentikan William dan menyentuh tangannya dan itu membuat William kesal.


"Pertama, aku tidak mengenal siapa dirimu dan aku tidak ingin mengenalmu. Lalu yang kedua, apa kau pikir dengan cara kau berpakaian seperti ini aku akan tertarik padamu maka jawabannya tidak sama sekali. Bahkan di Madrid aku sudah sering melihat mereka yang hampir tidak memakai busana sama sekali tapi itu tidak membuatku tertarik pada mereka, dan yang ketiga, kau telah salah karena berani menghentikan langkahku!" William langsung menghempaskan tangan Megan dan melepaskan jas yang di pakainya saat ini dna meninggalkannya begitu saja.

__ADS_1


Megan menatap pria tadi dan betapa kagetnya dia ketika melihat wanita rakus tadi yang mendapatkan kecupan mesra di keningnya dan itu membuat Sarah langsung mengacungkan jari tengahnya pada wanita itu.


__ADS_2