Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Pusing


__ADS_3

Keesokkan harinya, Lucas pergi ke kantor karena ada pekerjaan yang harus dikerjakannya. Namun pagi-pagi sekali dah dia sudah menyiapkan segala keperluan suaminya walau hanya dengan celana panjang seadanya serta kemeja putih biasa, tapi tetap saja Lucas terlihat sangat tampan di matanya. Di dalam kamar seperti ini Dahlia tidak memakai apapun yang dipakainya saat keluar rumah dan itu membuat Lucas betah berlama-lama di dalam kamarnya karena dia bisa melihat wajah cantik istrinya tanpa balutan hijab dan cadarnya. Sungguh, dia merasa menjadi manusia paling beruntung di muka bumi ini ketika mendapatkan istri secantik Dahlia yang rela menutupi kecantikannya hanya untuk suaminya saja.


"Mas, berangkat dulu sayang. Nanti, kalau cepat selesai masakan jemput kamu dan kita akan lihat rumah baru kita. Maaf, tidak bisa memberikan rumah yang terlalu besar untuk kamu karena tidak bisa semudah itu mencarinya. Banyak hal yang harus kita urus jadi aku hanya bisa mendapatkan rumah sederhana saja." ucap Lucas karena dia belum bisa memberikan rumah mewah untuk istrinya. Sebenarnya bukan belum bisa waktunya saja yang belum tepat jadi untuk sementara mungkin mereka akan tinggal di rumah itu saja.


"Is, aku tuh nggak butuh rumah yang gede-gede banget tahu mas. Lagian cuman untuk kita tinggal berdua karena aku tidak ingin pakai pembantu kan. Jadi, rumah sederhana saja itu sudah jauh lebih dari cukup." jawab Dahlia karena dia tidak ingin membebani apapun dengan keinginannya. Dia tidak ingin menjadi beban bagi Lucas karena sepasang suami istri itu harus saling mengerti dan memahami satu sama lain. Bukan malah menghakimi seperti itu.


"Oke, mas berangkat dulu ya sayang. Assalamu'alaikum," pamit Lucas. Dia memasuki mobilnya dan pergi ke kantor meninggalkan rumah keluarga istrinya. Dahlia tersenyum setelah melihat mobil suaminya pergi dari rumah.


Sedangkan Lucas sendiri, dia juga tersedia tersenyum karena ini adalah pagi pertamanya sebagai seorang suami yang berangkat kerja di urusi oleh istrinya. Ini masih di rumah mertuanya, Lucas sudah sebahagia ini bagaimana jika mereka berada di rumah nantinya? rasanya Dia benar-benar tidak sabar untuk semua itu.

__ADS_1


Lucas terlihat begitu bahagia sepanjang perjalanan hingga sampai di kantor dan ketika dia sampai di gedung tempat di mana Dia bekerja senyumannya langsung luntur begitu saja bergantikan dengan raut wajah datar dan tegas miliknya. Dia di lantai 30. Namun, saatnya sampai di ruangan kerjanya dia cukup kaget ketika melihat bahwa ada papinya dan juga uncle William di sana. Entah apa yang mereka lakukan di sini tapi yang pasti jika dia tahu jika kedua pria dewasa itu berada di sini lalu untuk apa dia datang?


"Akhirnya, kau sampai juga." ucap Jordan ketika melihat putranya yang baru saja masuk ke ruangan kerja. Lain Jordan, maka lain juga dengan William yang menatap pada Lucas seperti sedang mencari sesuatu yang janggal. Entah apa yang di lakukannya dan itu membuat Lucas merasa kesal dengan tatapan dari uncle-nya.


"Berhenti menatapku seperti itu uncle. Apa yang uncle cari?" tanya Lucas ketika melihat tatapan dari William yang begitu meneliti ke arahnya. Dia juga penasaran apa yang pria itu lakukan dan apa yang dicarinya.


"Apa? Uncle hanya mencari sisa-sisa penjajahan semalam. Lagi pula rambut kamu masih basah dan itu artinya ada peperangan tadi malam bukan?" Lucas benar-benar menatap tidak percaya pada uncle-nya. Bagaimana bisa pria penderita mempertanyakan hal seperti ini karena dia berpikir bahwa papinya lah yang akan menolongnya dengan pertanyaan-pertanyaan konyol itu lalu apa ini? kenapa malah uncle William yang mempertanyakan hal itu padanya?


Kedua pria dewasa itu menarik tidak percaya dengan apa yang putra mereka katakan. Bagaimana bisa Lucas dan istri yang belum melakukan hal seperti itu bukankah itu kewajiban? hebat sekali putranya ini bisa menahan semua itu.

__ADS_1


"Waw, kamu benar-benar sangat luar biasa nak. Kamu bisa bertahan hidup dengan tenang bersama seorang wanita yang kamu cintai di atas ranjang tanpa melakukan hal apapun? Astaga, papi bener-bener tidak percaya dengan semua itu." ucap Jordan pada putranya. Lucas sendiri tidak tahu apa maksudnya entah itu pujian atau ejekan tapi yang pasti Lucas memang bisa menahannya walau ya begitulah pikirnya.


"Papi, stop. Berhenti memikirkan hal yang tidak tidak sekarang. Lucas datang ke perusahaan karena ada pekerjaan yang harus di selesaikan, jadi jangan membuang waktu terlalu banyak seperti ini. Tapi tunggu dulu, apa mami dan tante Sarah pernah berbelanja di pasar dan menawar harga yang tidak masuk akal? maksudnya seperti ini, mereka membeli barang yang mereka inginkan tapi harganya tidak sesuai dan hanya berbeda 5000 saja mereka mempertahankannya. Apa mami dan dan Tante Sarah juga seperti itu?" tanya Lucas dengan rasa penasarannya yang tinggi. Dia berharap bahwa dia akan menemukan jawaban di sini tapi apa yang diinginkannya tidak sesuai dengan harapannya Karena setelah mendengar pertanyaan darinya papi dan uncle William malah mentertawakannya.


"Astaga, akhirnya putraku merasakan apa yang aku rasakan selama ini Tuhan. Sekarang ayo ceritakan pada papi apa yang dilakukan istrimu. Apa dia membeli barang belanjaan dengan harga yang tidak sesuai? apakah yang pergi ke pasar untuk berbelanja? lalu apa yang terjadi di sana?" tanya Jordan yang semakin penasaran dengan cerita putranya. Dia sangat penasaran sekali dengan kehidupan rumah tangga putaran yang baru saja dijalani yang beberapa hari ini.


Lucas sendiri menjadi kesal ketika melihat papi dan pamannya menertawakan dirinya seperti ini. Entah apa yang membuat mereka tertawa lepas seperti itu, tapi Lucas yakin jika ini berhubungan dengan ceritanya tadi.


"Hah, sudahlah. Jangan mengingatnya lagi. Lupakan!" Lucas mulai kesal karena dia masih mengingat dengan jelas saat Dahlia mempertahankan uang 500 miliknya hanya demi membayar uang parkir di halaman warga. Seumur hidupnya, Lucas tidak pernah membayar parkir dengan uang 5000 seperti itu dan kemarin adalah pertama kalinya dalam hidup Lucas melakukan hal itu dan semuanya di sponsori oleh istrinya sendiri.

__ADS_1


"Kau baru mempertahankan uang 5000, paman sudah kenyang dengan hal-hal seperti itu. Walau kami tinggal di rumah mewah, tapi kami selalu saja makan di pinggir jalan walau sebenarnya tidak masalah dengan semua itu."


__ADS_2