
Hari ini, Dara di ajak Mami mertuanya untuk pergi ke mall karena tak ingin menghabiskan uang pria bernama Jordan.
Pria itu sudah berjanji bahwa mereka akan bertemu di mall nantinya kakak akan makan siang bersama.
Tadi, setelah Dara dan Mami Sofia pulang menjemput Lucas sekolah, mereka langsung pergi ke pusat perbelanjaan tempat di mana mereka memiliki janji bersama Jordan.
Seperti saat ini, Dara menemani ibu mertuanya yang ingin mencari pakaian baru. Mereka tengah berada di salah satu butik ternama dunia keluaran Paris.
Awalnya semua terlihat baik-baik saja namun saat mereka tengah memilih, tiba-tiba saja datang seorang wanita yang sangat dikenali oleh Dara. Wanita itu adalah Liana mantan ibu mertuanya.
"Oh, hebat sekali kau Dara. Kau ceraikan putraku lalu menikah dengan pria lain dan sekarang hidupmu terlihat sangat bahagia sekali setelah menghancurkan kehidupan mantan suamimu." ucap Liana mantan ibu mertuanya Dara.
Beliau mengatakan hal itu tanpa pandang bulu sedikitpun. Sejak dulu dia adalah orang yang paling menentang pernikahan Antoni dan juga Dara. Bahkan hingga saat ini pun dia masih membenci wanita itu.
"Ma, Dara tidak mengerti apa yang mama katakan. Bukan Dara yang meninggalkan anak Mama, tapi anak mama sendiri yang meninggalkan Dara." ujar Dara.
Dia tidak ingin disalahkan atas peristiwa yang bukan salahnya. Perceraian ini bukan keinginannya, tapi Antoni sendirilah yang menginginkan perceraian di antara mereka.
"Halah, kamu itu wanita gak tau di untung. Sudah mandul, gak tau diri pula. Seharusnya kamu sadar, jika bukan karena Antoni, kamu tidak akan pernah merasakan yang namanya hidup senang."
"Heh! siapa yang kamu sebut mandul?" tanya mami Sofia yang merasa geram dengan mantan ibu mertua Dara ini.
Dia seorang wanita lalu bagaimana bisa dia merendahkan harga diri wanita lainnya. Terlebih lagi wanita yang direndahkannya adalah mantan istri dari putranya.
"Memang dia mandul. 3 tahun pernikahan yang bersama putra aku namun dia tidak juga hamil. Aku sudah mengatakan padaku tahu untuk menceraikannya dan beruntung putraku bisa pisah dan lepas dari wanita seperti dirinya. Wanita yang hanya bisa mengejar harta laki-laki saja dan sekarang saat dia mendapatkan mangsa baru dia langsung meninggalkan putraku yang dalam keadaan terpuruk."
__ADS_1
"Dara tidak begitu Ma. Mas Antoni yang menceraikan Dara, bukan Dara yang menceraikan Mas Antoni seperti yang mama katakan!" ucap Dara yang berusaha untuk membela dirinya sendiri.
"Antoni sekarang dalam keadaan terpuruk dan itu semua karena jamu Dara. Karena jamu Antoni menjadi seperti ini." tunjuknya dengan begitu kejam pada Dara.
Di saat seperti ini, Dara merasa sangat terlindungi sekali dengan keberadaan mami mertuanya.
"Lepaskan aku!" ucap Liana saat tangannya di pegang oleh wanita yang seusianya.
"Aku mendiamkan-mu sejak tadi bukan karena aku membiarkanmu menyakiti menantuku. Aku hanya ingin melihat seberapa jauh kau berani menyakiti hati menantuku dan ternyata kau sudah kelewatan. Aku akan membuat mu menyesal karena telah melakukan hal ini pada menantu ku." ucap mami Sofia yang tidak terima dengan apa yang Liana katakan tentang Dara.
Di saat mereka terlibat cekcok seperti ini Antoni datang menjemput ibunya dan dia kaget ketika melihat Dara yang jauh lebih luar biasa penampilannya di bandingkan saat bersamanya dulu.
"Lepaskan!" ucap Antoni yang langsung melepaskan tangan mamanya dari cengkraman tangan ibu mertuanya Dara yang baru.
Itu menjadi momen terbaik baginya untuk menghancurkan hubungan Dara dan juga suaminya yang sombong itu.
"Maksud kamu?" tanya Dara.
Dia tidak tau apa yang dimaksud mantan suaminya ini. Dara benar-benar tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya di antara mereka.
"Tanyakan itu kepada suamimu sendiri akan telah dia lakukan terhadap perusahaanku. Dan kau, kau benar-benar wanita murahan yang menjual dirimu pada pria yang jauh lebih kaya dariku Dara. Kau itu--"
Bugh...
"Jordan..." Dara kaget saat tiba-tiba saja suaminya datang dengan memukul Antoni begitu saja.
__ADS_1
"Kau, aku sudah mengatakan padamu untuk tidak pernah mengganggu istriku. Jika dulu Dara istrimu maka sekarang Dara istriku. Kau sudah tidak berhak untuk apapun lagi terhadapnya. Tapi kau masih saja mengganggunya dan bahkan kau berani mengatakan bahwa istriku wanita murahan. Aku akan menghabisi mu Antoni." Jordan hendak kembali menghajar Antoni namun dengan cepat pula Dara mencegahnya untuk melakukan hal itu.
Dia tidak ingin jika suaminya membuat keributan di tempat ini.
"Sudah, jangan seperti ini."
"Dia mengatakan bahkan kau itu wanita murahan Dara. Dia merendahkan harga diri istriku. Aku tidak terima karena dia telah merendahkan-mu. Aku tidak akan membiarkannya hidup dengan tenang setelah ini." ucap Jordan dengan penuh emosi.
Rasanya bahkan Jordan ingin sekali memukul wajah menyebalkan milik Antoni itu.
"Papi..." panggil Lucas ketika dia melihat papinya tersulut emosi.
"Bawa Lucas ke tempat makan biar aku yang mengurus semua ini."
"Tapi Jordan--"
"Pergi sekarang Dara." sela Jordan dengan cepat karena dia tidak ingin jika putranya melihat apa yang diperbuatnya terhadap Antoni.
"Baik..." ucai Dara.
Melihat Dara sudah pergi membuat Jordan langsung menatap tajam pada pria yang selalu membuatnya ingin mencincang tubuh pria itu hingga tak bersisa lagi.
"Kau, aku baru saja berpikir bahwa kau memiliki kesempatan untuk kembali membangkitkan perusaan mu namun aku salah. Aku salah karena telah berpikir bahwa manusia seperti mu bisa berubah namun kenyataannya tidak seperti itu. Kau," tunjuknya pada Antoni.
"Akan ku buat kau menyesal karena telah berani melakukan hal ini pada Dara. Akan ku buat kau menyesal untuk itu!"
__ADS_1