Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Hadiah Keluarga


__ADS_3

"Ahhhkkk... akan menjadi kakek," teriak Jordan ketika dia mengetahui kita menantunya sedang mengandung calon keturunan mereka selanjutnya. Dia dia berteriak seperti orang kesurupan dan itu membuat William kesal mendengarnya.


"Tidak bisakah kau diam? apa kau tahu karena teriakanmu itu bisa membuat calon cucumu terkejut?" Jordan langsung diam seketika ketika mendengar apa William katakan. Entah apa maksud saudara sepupunya tetapi yang pasti Jordan tahu jika William juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakannya. Hanya saja ya memang gengsinya terlalu tinggi, jadi ya begitu deh.


"Halah, kau bisa mengatakan hal seperti ini karena kau belum merasakannya, jadi kau bisa bersikap begitu. Lihat saja nanti jika memang sudah waktunya kau bahkan bisa lebih gila lagi dari aku. Jika memang nantinya kau tidak bahagia dengan kehadiran cucumu maka itu artinya kau yang salah, bukan anak dan cucumu." balas Jordan telak hingga membuat William tidak berkutik lagi dan tidak bisa mengatakan apa-apa. Kini fokus Jordan kembali pada berita utama hari ini dan Dia merasa bahwa ini jauh lebih membahagiakan. Dia akan menjadi seorang kakek dan itu artinya sebentar lagi dia akan memiliki cucu.


"Papi tidak bisa mengatakan apapun lagi tapi yang pasti tapi harap kalian bisa menjaga calon anak kalian sampai lahir. Bukan hanya sampai lahir saja tapi kalian harus bisa menjadi orang tua yang hebat untuk anak-anak kalian nantinya. Papi hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian semua." Dahlia menganggukan kepalanya ketika mendengar penuturan dari papi mertuanya. Lagi bola yang dibutuhkan hanya doa dari keluarga besar suaminya dan dia juga sudah sangat bersyukur karena anak yang dikandungnya saat ini diterima dengan begitu baik oleh keluarga besar suaminya. Dahlia sempat berpikir jika anaknya nanti akan dibanding-bandingkan seperti yang di sinetron sinetron orang kaya tersebut dan itu yang ditakutkannya. Apalagi keyakinan mereka saat ini berbeda jadi itu menjadi pertimbangan terbesar bagi Dahlia.


"Tapi kenapa kamu sendirian ke sini? di mana suami kamu?" tanya Dara pada menantu kesayangannya itu karena dia tahu jika Dahlia tidak mungkin pergi dengan orang lain bahkan dengan sopir sekalipun. Jadi sudah pasti dia di antar Lucas, tapi kenapa tidak singgah?


"Dahlia tadi diantar kakak mi, kakak juga katanya buru-buru mau ke sekolah jadi nggak sempet singgah sama titip salam aja sama keluarga," ucap Dahlia karena memang seperti itu kenyataannya. Dia datang ke rumah mertuanya untuk memberitahukan hal ini dan kakaknya lah yang mengantarkannya dan betapa beruntungnya dia jika keluarga suaminya menerimanya dengan begitu baik.

__ADS_1


"Sudah sarapan? Yuk, sarapan sama mami aja, atau mau makan yang lain?" tanya Dara yang terlihat begitu perhatian dengan menantunya.


"Hey, dia datang ke sini pasti sudah sarapan. Ibu hamil itu harus banyak mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin. Bukan malah makan yang banyak," sela Sarah. Mereka semua membubarkan diri sedangkan Dara dan Sarah menemani Dahlia untuk periksa kandungannya di rumah sakit karena memang tujuannya ke rumah keluarga Lucas adalah untuk menemaninya pergi memeriksakan kandungan.


Saat bertiga ingin pergi ke rumah sakit, tiba-tiba saja dua orang pria itu langsung mengikuti para istrinya. Ya, Jordan dan William langsung sigap masuk ke dalam mobil untuk mengantarkan mereka bertiga.


"Mau ke mana kalian?" tanya Sarah pada suaminya. Apalagi dia melihat William yang sudah siap dengan setelannya jadi dia penasaran mau ke mana pria itu dengan pakaian rapinya. Begitu juga dengan Dara, dia juga penasaran ke mana suaminya itu akan pergi apalagi ketika melihat William yang sudah rapi jadi dia sedikit curiga.


"Kenapa bertanya hal seperti itu? bukankah kalian ingin pergi ke rumah sakit?" tanya Jordan ketika melihat istrinya curiga.


"Ya sudah jelas kami ingin ikut. Biar William menjadi sopir, jadi ayo kita pergi, karena aku sudah lama sekali tidak melihat bayi jadi ayo kita ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan menantu kita Sayang."

__ADS_1


Dara hanya bisa pasrah saja ketika melihat suaminya seperti itu. Jordan ini tidak berubah dan tetap seperti itu saja sejak dulu, jadi mau tidak mau dia harus memaklumi dengan segala tingkah laku pria itu. Sedangkan sarah juga hanya bisa mendesah kesal karena kemanapun dia pergi pasti suaminya itu akan ikut. William itu terlihat seperti pengangguran karena memang seperti itulah kenyataannya. Dia berhenti bekerja dan lebih memilih untuk berada di rumah menikmati hari tua mereka dengan kekayaan yang dimilikinya.


Kedua pria pengangguran, di mana Sarah yang masih bekerja sebagai dokter gigi, dan William yang terlihat pengangguran kaya. Entahlah, Sarah dan Dara tidak tahu harus mengatakan apa lagi tentang suami mereka saat ini. Jadi, keduanya hanya membiarkan para pria itu dengan segala tingkah laku mereka.


Dahlia hanya tersenyum saja dan dia merasa bahagia dengan kehadiran keluarga suaminya ini. Menurutnya mereka itu sangat unik dan juga penyayang dengan cara mereka sendiri jadi dia tidak heran jika melihat perdebatan-perdebatan kecil yang terjadi saat ini karena memang suaminya sudah menjelaskan bahwa seperti itulah keluarganya. Terutama papi Jordan dan uncle William.


"Sudahlah, jika seperti ini terus kita tidak akan sampai ke rumah sakit. Jadi ayo bernagkat."


Akhirnya mereka berlima berangkat ke rumah sakit karena memang akan mengantarkan Dahlia untuk memeriksakan kandungannya. Mereka tidak menghubungi luka sama sekali padahal seharusnya dia juga ikut hadir di sini. Tapi, karena pekerjaan yang mendesak makanya dia tidak bisa datang dan menemani Dahlia.


Saat sampai di rumah sakit, bukan hanya Dahlia saja yang mengantri untuk melakukan pemeriksaan tapi William dan juga Jordan ikut hadir di sana. Apa yang mereka lakukan saat ini menjadi pusat perhatian banyak orang, dan itu membuat Dara mu dengan tingkah laku suaminya dns juga William yang menggerutu karena mereka harus mengantri bersama pasien yang lainnya.

__ADS_1


"Tidak bisakah kita tidak mengantri? seharusnya kita membuat janji lebih dulu untuk bertemu dengan dokter jadi tidak perlu harus menunggu lagi. Astaga, jika seperti ini kapan selesainya." Jordan mulai mengomel dengan keadaan mereka saat ini karena dia tidak mendapatkan tempat duduk dan harus berdiri. Sedangkan pasien yang lain hanya bisa menghilangkan kepalanya saja dan karena mereka berpikir jika Jordan itu orang kaya yang sombong seperti yang ada di film-film.


"Maaf ya buk, suami saya memang gitu. Soalnya primitif, jadi ya gitu. Biarin aja gak usah di dengerin." ucap Dara yang merasa malu pada beberapa pasien di sini. Sedangkan Sarah sendiri berpura-pura seolah dia tidak mengenal Jordan dan William karena dia merasa malu dengan kedua pria itu.


__ADS_2