Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Mulai terasa


__ADS_3

Malam ini William benar-benar tidak bisa tidur. Entah mengapa dia terus saja memikirkan apa yang terjadi pada mereka berdua tadi saat di tempat makan seafood.


Pembicaraan mereka mengalir begitu saja, bahkan yang membuat William terkesan dengan sikap Sarah adalah saat tanpa rasa jijik wanita itu meminum bekas minumnya dan lebih parahnya lagi Sarah mengupas kulit udang untuknya agar membuat dirinya lebih mudah untuk memakan makanan pesanannya.


"Astaga, bagaimana bisa aku terus memikirkannya di saat aku tau bahwa dia adalah wanita yang sangat cerewet dan berisik. Aku harus menghilangkannya dari pikiranku agar aku bisa tidur dengan tenang malam ini." ucap William yang berusaha menghilangkan bayangan Sarah di pikirannya.


Sementara wanita yang bayangannya terus saja berputar di ingatan seorang pria bernama William itu tengah bersandar di kepala tempat tidurnya sambil menggunakan masker yang memang setiap hari di pakainya juga tengah memikirkan pria itu.


"Ya Tuhan, kenapa aku bisa terus memikirkannya?" tanya Sarah yang langsung membuka masker di wajahnya karena menurutnya percuma saja jika dia memakai benda itu tapi dia sendiri terus saja mengomel tentang apa yang telah terjadi di antara mereka tadi.


"Tidak seharusnya aku memikirkannya seperti ini. Besok aku harus melakukan pemeriksaan diriku, apakah aku memang sudah melakukan semua itu atau tidak dan semoga saja tidak." ucap Sarah yang langsung mencuci wajah ha setelah dua melepaskan masker yang di pakainya tadi.


Akhirnya Sarah tidur dengan tenang setelah meyakinkan dirinya bahwa tidak ada yang terjadi dengan dirinya dan juga William kemarin.


Pagi harinya, Sarah sudah bersiap untuk pergi ke rumah sakit namun, saat dia membuka pintu pagar rumahnya dia melihat bahwa ada mobil William di sana.


Melihat Sarah yang membuka pintu pagar rumahnya membuat William langsung keluar dari dalam mobilnya dan menghampiri wanita itu.



Begitu juga dengan Sarah yang melihat pria itu datang menghampirinya dan kali ini Sarah benar-benar terpukau dengan pria yang memakai jas lengkapnya pagi ini.



"Tapi lihatlah, bahkan wajahnya tidak tersenyum sama sekali." ucap Sarah dengan pelan karena takut jika pria itu mendengar apa yang dikatakannya saat ini.


Sarah menunggu apa yang akan pria ini katakan karena datang ke rumahnya pagi ini.

__ADS_1


"Kau ingin berangkat bekerja?" tanya William yang merasa tiba-tiba saja gugup ketika melihat Sarah dengan penampilannya yang menurut William itu adalah style wanita impiannya.


"Menurutmu?" tanya Sarah balik hingga membuat William merasa semakin canggung dengan keadaan mereka saat ini.


"Aku rasa kau memang ingin pergi bekerja, terlihat jelas dengan penampilanmu hari ini." jawab dulu yang berusaha untuk menetralkan dirinya.


Jujur, ini adalah pertama kalinya William merasa gugup di depan seorang wanita dan itu Sarah. Kenapa harus ada yang mengetahui kegugupannya saat ini?


Entahlah, bila benar-benar merasa malu dengan keadaan mereka saat ini yang membuatnya tidak bisa mengatakan hal lain lagi.


"Lalu kenapa bertanya lagi?" tanya Sarah hingga membuat William terdiam tidak bisa menjawab lagi apa yang akan dikatakannya nanti.


"Oh oke, aku hanya kebetulan saja lewat sini karena aku ingin ke rumah Jordan, jadi aku tidak sengaja mampir." ucap William yang semakin tidak masuk akal karena salah tahu bahwa rumahnya dan juga rumah Jordan itu sangat jauh dan beda arah. Lalu bagaimana bisa pria ini mengatakan bahwa dirinya tidak sengaja melewati rumahnya hingga memutuskan untuk singgah.


"Astaga, katakan saja kalau memang sengaja ingin pindah ke rumahku tidak perlu harus berbelit-belit dan berada yang sangat ingin ke rumah biarkan karena rumahku dengan rumah Jordan itu sangat jauh dan lagi pula jalurnya berbeda." ucap Sarah hingga membuat William semakin malu.


"Ayo pergi bersama ku."


Duar...


Meledak dada Sarah saat mendengar apa yang William katakan. Dia tidak salah dengar bukan jika pria ini benar-benar mengajaknya untuk berangkat kerja bersama?


"Katakan sekali lagi agar aku mendengarnya." pinta Sarah dan William langsung menarik tangan wanita itu tanpa mengatakan apapun lagi.


William membuka pintu mobilnya dan langsung mendorong Sarah agar masuk ke dalam mobilnya dan duduk di depan bersamanya.


"Hey, apa-apaan ini? kenapa memaksa?"

__ADS_1


"Karena kau terlalu banyak bicara. Kau ini seorang wanita lalu bagaimana bisa kau sangat cerewet seperti ini?" tanya William yang semakin tidak percaya dengan Sarah. Wanita ini benar-benar sangat unik dan luar biasa. Entah bagaimana lagi cara William bersikap padanya tapi yang pasti jika sudah seperti ini William akan kembali pada mode lebih dingin.


"Sekarang diam dan duduk dengan tenaga tempatmu. Kau harus lebih anggun lagi."


"Untuk apa?" tanya Sarah karena dia tidak mengerti apa yang dimaksud pria ini.


"Lagi pula namaku Sarah bukan Anggun, jadi jangan pernah menyamakan aku dengan wanita manapun lagi." jawab Sarah lagi dan itu semakin membuat William semakin frustasi dengan sikap wanita ini.


"Astaga, sudahlah Sarah. Aku tidak tau harus bersikap bagaimana lagi dengan kamu."


"Ya sudah!" jawab Sarah yang langsung fokus ponsel miliknya.


Sepanjang perjalanan dari rumahnya menuju rumah sakit tidak ada lagi pembicaraan apapun di antara mereka berdua. Baik Yulia maupun Sarah, kerjanya sama-sama diam dan bergelut dengan pikirannya masing-masing.


Saat Sarah tengah bergelut dengan pikirannya tentang William yang datang ke rumahnya pagi-pagi untuk menjemput dan mengantarkannya pergi bekerja, lain halnya dengan apa yang William pikirkan saat ini.


Pria itu tengah memikirkan bagaimana caranya berbicara dengan Sarah yang memiliki sikap jutek seperti itu. William tidak pernah memiliki pengalaman dekat dengan seorang wanita, jadi saat dia berhadapan dengan Sarah dia benar-benar bingung dan kehilangan akal sehatnya. Hanya untuk berpikir apa yang ingin dikatakannya lagu pun dia sudah tidak tahu lagi.


"Sudah sampai." ucap William saat mereka memang sudah sampai dir umah sakit tempat dimana Sarah bekerja saat ini.


"Oke, terima kasih." jawab Sarah tanpa melihat ke arah William dan langsung turun begitu saja dari dalam mobilnya.


brak!


Sarah membanting pintu mobil William dan pergi meninggalkan pria itu yang masih termenung di tempatnya.


"Ahk, bodoh sekali kau William. Menangani seorang wanita saja kau tidak bisa. Lalu bagaimana ingin memiliki kekasih?" tanya William tanpa sadar bahwa dirinya berpikir untuk memiliki seorang kekasih yang bahkan tidak pernah di pikirannya selama ini.

__ADS_1


"Oh God, bagaimana bisa aku memikirkan ini memiliki kekasih saat ini. Astaga, aku benar-benar sudah kehilangan kendali atas diriku." ucap William dengan frustasi menuruti kebodohannya.


__ADS_2