
Hari ini adalah hari tujuh bulanan Dahlia. Seluruh keluarga besar Brussels datang ke kediaman keluarga Dahlia untuk menghadiri acara pengajian untuk kandungan Dahlia yang sudah memasuki 7 bulan.
Begitu juga dengan Laura yang mengajak Jeff untuk datang ke acara tersebut. Mereka terlihat sangat antusias menghadiri acara tersebut. Bisik-bisik mulai terdengar karena banyak para tetangga yang menceritakan tentang keluarga mereka. Lebih tepatnya keluarga Laura yang membiarkan anaknya mengikuti keyakinan Dahlia dsn keluarganya juga masih sangat akrab untuk semuanya.
"La, kenapa senjata di mereka berbisik-bisik seperti itu? mereka berbisnis seolah mengatakan bahwa keluarga ini adalah keluarga yang aneh. Memangnya salah jika salah satu dari mereka memilih mengikuti kegiatan pasangan mereka? seperti yang kamu katakan di dalam agama manapun Tuhan selalu menjamin kebahagiaan umatnya bukan?" Laura menganggukkan kepalanya karena memang Dia pernah mengatakan hal seperti itu pada Jeff. Memang orang-orang kampung seperti itu banyak jenisnya dan salah satunya mereka yang bergosip sana-sini.
"Aku tidak ingin mengatakan orang-orang kampung itu sering bergosip tapi kebanyakan dari mereka memang seperti itu. Negara Konoha memang sangat luar biasa bukan. Mereka bisa menceritakan aib orang lain tanpa berpikir mereka juga memiliki aib yang bisa saja suatu saat dibongkar oleh orang lain. Menurutku, jika tidak suka dengan orang lain sudah jangan urusi kehidupannya. Ini tidak, sudah tidak suka dengan kehidupannya menceritakannya lagi. Apa pun alasannya, menurutku perasaan iri hati dan dengki itu antara yang menjadi penyebab utama bagi mereka. Susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah. Kebanyakan seperti itu!" jelas Laura. Memang kebanyakan model seperti itu di negara ini, karena mereka para ibu rumah tangga yang tidak memiliki kegiatan apapun selain mengurusi kehidupan orang lain.
"Aku setuju. Lihat, bahkan saat ini mereka mengambil begitu banyak makanan dan ada yang memasukkan beberapa kue ke dalam tas mereka yang ada kantung kreseknya." Jeff terlihat kaget ketika melihat beberapa tamu undangan yang hadir di acara 7 bulanan kakak iparnya Laura. Mereka membawa kantong plastik di dalam tas mereka dan memasukkan beberapa makanan ke dalamnya.
"Itu namanya kolombus."
__ADS_1
"Apa itu kolombus?" tanya Jeff yang tidak mengerti apa maksud dari perkataan Laura.
"Kolombus itu kelompok para pembungkus. Kamu melihat mereka membungkus makanan dan memasukkannya ke dalam tas bukan?" dengan polosnya Jeff mengganggukan kepalanya karena memang seperti itu yang dilihatnya tadi.
"Nah, itulah segerombolan parah Kolombus kelompok para pembungkus." keduanya tertawa karena pembicaraan mereka berdua. Rasanya Jeff benar-benar tidak percaya bahwa dia akan menghadapi kehidupan seperti ini bersama Laura. Untuk pertama kali dalam hidupnya dia melihat acara yang aneh seperti ini. Menurutnya bukan acaranya yang aneh tapi orang-orang yang hadir di sini yang aneh. Ada kelompok pembungkus tadi, ada yang berbicara dengan tangannya yang bergoyang memamerkan emasnya, dan banyak hal lagi.
"Lihat La, ibu-ibu yang memakai kerudung berwarna merah menyala itu yang sama seperti warna lipstiknya. Dia bercerita sambil tangan yang bergoyang dan memamerkan apa yang dipakainya saat ini padahal mungkin saja yang dipakainya itu kalah dengan apa yang kamu pakai. Cincinmu itu bisa membeli apa yang mereka pakai dua kali lipat banyaknya."
Plak!
"Apa? kenapa kau selalu saja memukulku seperti ini?" tanya Jeff ketika dia mendapatkan kekerasan dari Laura.
__ADS_1
"Itu karena kamu memang pantas mendapatkannya. Sudahlah, jangan terlalu banyak bicara lagi. Sekarang ayo kita lihat dan kita ikuti saja acara adat ini. Indonesia kentang sekali dengan adat-adatnya jadi kita lihat saja apa yang akan terjadi nantinya." mereka berdua fokus pada acara yang dilaksanakan hari ini. Semuanya tidak pernah mereka lihat sebelumnya dan ini adalah pertama kalinya bagi sepasang kekasih itu melihat acara 7 bulanan orang yang sedang mengandung. Dari mulai siraman dan pengajian semua mereka ikuti walau mereka berbeda keyakinan.
Acara terus saja berlangsung sampai di mana ada seorang tamu yang duduk di dekat Jeff dan itu membuat Laura kesal. Dalam hatinya Laura berpikir kenapa banyak sekali wanita-wanita yang mengincar Jeff? dia tahu Jeff itu tampan tapi tidak harus selalu direbutkan oleh wanita-wanita itu bukan.
"Ayo sayang, aku lapar. Kita sudah boleh makan lagi kan?" Jeff sengaja mengatakan hal seperti itu agar wanita yang baru saja mendekatinya itu langsung menjauh ketika dia memanggil Laura sayang.
"Cih, gaya kamu menggelikan sekali. Aku Meir sing seketika mendengarmu memanggilku sayang seperti itu."
"Apa gunanya kamu jika tidak di manfaatkan dengan baik! Sudah jangan banyak bicara lagi. Ayo kita makan. Aku lapar!" ucap Jeff yang memang sudah lapar.
"Halah, Kamu lapar karena terlalu banyak menceritakan orang. Lagian kenapa harus menceritakan orang-orang yang ada di sini dengan segala sikap dan perilaku mereka? kamu menceritakan mereka seolah-olah mereka adalah tontonan gratis bagimu."
__ADS_1
"His, sudah jangan di balas lagi. Aku geli melihat bibir merah mereka. Bahkan ada yang giginya juga merah."
"Terus saja menceritakan mereka! Kamu ini lama-lama sudah jadi tukang gosip!"