Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Kehancuran


__ADS_3

Jeff benar-benar memilih mom Veni. Dia meninggalkan rumah utama demi ibu sambungan, wanita yang telah membesarkannya dengan penuh kasih sayang. Dia tidak tidak peduli dengan apa yang keluarga itu lakukan setelah ini, karena yang terpenting baginya adalah mom Veni.


"Jeff, tidak seharusnya kamu melakukan hal ini sayang. Masa depan kamu masih panjang dan kamu membutuhkan bantuan dari Daddy kamu. Kamu tidak bisa melakukan ini begitu saja demi mom," ujar mom Veni. Sebagai seorang ibu tidak akan membiarkan anak yang merasa kesusahan. Masa depan Jeff dan dia membutuhkan daddy-nya.


"Jeff tidak membutuhkan siapa pun saat ini. Aku sudah memiliki mom dan juga Laura. Aku akan berusaha keras untuk diriku sendiri dan juga mom. Tidak masalah jika aku tidak bisa bersekolah di luar negeri, aku bisa memulai usahaku sendiri. Banyak hal yang bisa aku lakukan karena aku yakin di setiap kesulitan pasti ada jalan keluar. Mom, berjanjilah untuk tidak pernah meninggalkanku. Sejak kecil aku hanya melihat dan mengetahui bahwa ibuku adalah mom, walau awalnya aku tidak pernah menganggap mom sebagai ibuku, tapi aku sangat beruntung bisa memiliki mom dalam hidupku."


Betapa bahagianya mom Veni bisa mendapatkan kasih sayang dan cinta yang begitu luar biasa dari Jeff. Dia bisa dibilang wanita yang cacat karena tidak bisa melahirkan seorang anak dari rahimnya. Tapi dia bangga karena dia bisa membesarkan seorang anak yang begitu luar biasa seperti Jeff.


"Mom akan selalu bersama kamu jika memang kamu menginginkannya. Untuk sementara kita bisa tinggal di apartemen milik mom sendiri. Setelah selesai sekolah, kita bisa pergi dan tinggal di Singapura. Di sana masih ada perusahaan milik keluarga mom dan kita bisa memulai kehidupan di sana." Jeff setuju dengan apa yang mom Veni katakan. Setidaknya dia bisa merasa tenang karena tidak lagi hidup bersama keluarga yang toxic. Keluarga yang tidak pernah menghargai hubungan.


"Jeff akan ikut kemana pun mom pergi. Kita akan terus bersama selamanya bahkan jika Jeff menikah nanti," ucap Jeff dengan penuh keyakinan jika dia memilih hidup bersama mom Veni dan meninggalkan seluruh harta milik daddy-nya. Dia tidak peduli dengan semua harta itu karena dia tidak pernah menginginkannya sama sekali.

__ADS_1


***


Sedangkan di rumahnya, Laura mulai menceritakan apa yang terjadi pada Jeff dengan keluarganya. Dia merasa kasihan dengan pria itu yang sudah harus menjalani kehidupan yang sangat suram seperti ini.


"Pi, Laura boleh minta sesuatu nggak?" tanya Laura pada Jordan. Dia ingin bicara dengan papinya karena ini semua menurutmu sangat penting. Laura takut jika Jeff tidak lagi memiliki banyak harta seperti itu, hubungan mereka akan ditentang oleh papinya. Dia berpikir kakaknya bisa menikah dengan seorang wanita seperti Dahlia karena kakaknya memiliki kuasa dan harta yang banyak jadi mereka tidak terlalu dikhawatirkan lagi. Tapi berbeda dengan dirinya saat ini. Dia akan hidup bersama calon suaminya kelak dan jika Jeff tidak memiliki harta apapun dia takut jika hubungan mereka tidak akan disetujui.


"Apa itu sayang?" tanya Jordan pada Putri kesayangannya. Pasti ada hal yang ingin dibicarakan Laura dengannya dan itu mungkin sangat penting. Jika tidak, mana mungkin Laura mendatanginya ke ruangan kerja seperti ini karena itu sangat jarang sekali dilakukan oleh gadis cantik bermata sipit itu.


"Ada apa? katakan pada papi apa yang terjadi di luar sana. Apa ada yang menyakiti kamu?" tanya Jordan. Sebagai seorang ayah dia tidak akan membiarkan putrinya disakiti oleh siapapun di luar sana.


"Jeff, ini tentang Jeff Pi,"

__ADS_1


"Kenapa? memangnya ada apa dengan Jeff?" tanya Jordan, dia semakin penasaran dengan apa yang sedang dirasakan Laura saat ini.


"Jeff bertengkar dengan keluarganya tentang harta warisan. Kemarin daddy-nya sudah membagi rata harta warisannya pada Jeff dan juga kakaknya. Tapi permasalahannya tidak sampai di situ saja karena tiba-tiba saja daddy-nya membawa ibunya Jeff dan juga ibu dari kakaknya. Mereka berdua terlahir dari rahim wanita yang berbeda dan mereka dibesarkan oleh seorang wanita yang sama, yaitu mom Veni. Jeff bilang ibunya seorang wanita malam, sedangkan ibu dari kakaknya seorang sekertaris daddy-nya dulu. Masalah muncul saat daddy-nya mengatakan jika sudah menikahi ibunya Jeff sendiri dan itu menyakiti hati mom Veni. Laura kasihan pada Jeff, Pi. Dia terlihat sangat tertekan sekali dengan masalah yang dihadapinya saat ini. Laura ingin membantunya tapi nggak tahu ingin membantu dengan cara apa. Misalnya nanti, Jeff tidak memiliki harta apapun lagi apa papi masih menyetujui hubungan kami berdua? Maksudnya tidak melarang kami untuk bersama?" Jordan menatap pada putrinya. Dia ingin mengetahui bagaimana perasaan Laura terhadap Jeff. Jika mereka benar-benar serius untuk menjalani hubungan ini maka dia tidak bisa melarangnya. Sebagai orang tua Jordan hanya bisa mendukung setiap keputusan yang diambil anak-anaknya. Jika itu keputusan baik maka dia akan mendukungnya, tapi jika keputusan itu salah maka dia akan menolaknya begitu saja dan menentangnya.


"Kamu tau sayang, sekali pun Jeff itu miskin, jika kamu mencintainya maka pasti akan menyetujuinya. Dia pria baik dan gigih. Papi yakin dia akan menjadi orang yang sukses suatu saat nanti. Jadi, katakan padanya jika membutuhkan sesuatu papi bisa membantunya. Dia pernah cerita bawa impiannya untuk menjadi seorang pengusaha otomotif dan papi tertarik untuk itu. Suruh Dia belajar dengan giat dan tapi akan membantunya dari belakang. Kelak jika dia sudah sukses nanti suruh dia datang pada papi untuk melamar kamu, maka dengan senang hati papi akan menerima lamarannya. Papi jadi membayangkan bagaimana anak kalian nanti hahahaha ..." Jordan tertawa dengan begitu keras hingga membuat Laura merasa kesal. Mereka sedang bicara serius tapi tiba-tiba saja papinya mengatakan hal seperti itu hingga membuat Laura yang tadinya takut dan bersedih kini menjadi kesal. Saat ini mereka sedang membicarakan hal serius lalu bagaimana bisa tiba-tiba papinya bicara tentang cucu darinya dan juga Jeff.


"Papi menyebalkan! kita sedang bicara serius saat ini tapi bisa-bisanya papi mengatakan tentang Cucu. Astaga, papi ini," gerutu Laura dengan kesal. Pembicaraan mereka semakin tidak terkendali karena papinya membicarakan hal di luar konteks pembicaraan mereka saat ini.


"Sayang, kamu jangan marah. Papi hanya bercanda Laura."


"Tidak! Pokoknya papi menyebalkan!" teriak Laura.

__ADS_1


__ADS_2