
Brak!
Laura membanting pintu mobil Jeff begitu saja karena dia merasa kesel dengan pria itu. Entah apa saja yang dibicarakan keluarganya tadi hingga membuatnya merasa malu bukan main. Terlebih lagi ketika mom Veni mengatakan tentang rencana perjodohan mereka, santainya laki-laki itu menjawab tidak masalah. Tidak tahukah Jeff, jika dia merasa malu dan marah sekaligus? Seharusnya dia tahu itu.
"Kenapa kau suka sekali membanting pintu mobil milikku? aku tahu kok warna orang kaya tapi tidak seharusnya kau bersihkan seperti itu. Kau memang bisa mengganti mobil ini tapi tidak dengan history-nya. Mulailah bersikap menghargai milik orang lain Laura!" tukas Jeff. Dia lama-lama tidak sabar menghadapi sikap Laura yang seperti ini. Dia tidak tahu apa kesalahannya hingga membuat gadis ini tiba-tiba saja marah dan membanting pintu mobilnya.
"Apa? seharusnya kamu tahu kenapa aku marah seperti ini. Aku marah Jeff, aku marah." balas Laura aku memang dia benar-benar marah saat ini. Siapa yang tidak marah di jodoh-jodohkan seperti itu. Apalagi di hadapan banyak orang. Sungguh, rasanya sangat kesal dan dongkol.
"Katakan apa kesalahanku agar aku bisa memperbaikinya. Seharusnya kamu tahu itu bagaimana cara bersikap dengan orang lain. Jelaskan di mana letak kesalahan orang itu agar dia tahu memperbaikinya dan meminta maaf jika memang dia bersalah. Bukan malah seperti ini," jelas Jeff. Laura terdiam karena dia merasa tertampar dengan apa yang Jeff katakan padanya. Memang benar apa yang laki-laki itu katakan bahwa dia seharusnya mengatakan apa yang salah dan di mana letak kesalahannya agar orang tersebut tahu bagaimana cara memperbaikinya dan meminta maaf jika memang dia bersalah.
__ADS_1
"Maaf, aku terlalu terbawa emosi. Hanya saja aku merasa malu dan kesel sekaligus karena tante Veni terus saja menjodoh-jodohkan kita berdua. Apalagi melihat wajah calon kakak iparmu itu, rasanya aku benar-benar ingin mencakar wajahnya saat itu juga. Tapi aku sadar, aku tidak mungkin melakukan semua itu Karena bagaimanapun dia adalah pilihan keluargamu jadi aku tidak ingin terlihat buruk di mata orang lain. Apalagi itu keluargamu, aku takut jika-" Laura terdiam dan tidak berani melanjutkan kata-katanya. Dia juga tidak tahu kenapa bisa mengatakan hal seperti itu. Entah apa yang ditakutinya dari keluarga Jeff. Laura merasa bahwa dia takut jika dianggap buruk oleh keluarga laki-laki itu padahal sebelumnya dia tidak pernah peduli sama sekali dengan penilaian orang lain tentang dirinya. Tapi kini, dia merasa bahwa dia takut terlihat buruk di depan orang lain karena untuk pertama kalinya Laura memikirkan nama baiknya.
"Kenapa diam? lanjutkan apa yang kamu katakan." Laura langsung menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin mengatakan apa maksud dari kata-katanya. Dia takut jika dia menuliskan kata-katanya Jeff akan berpikir yang tidak tidak tentang dirinya nanti.
"Terserah! sekarang aku akan mengantarmu pulang. Aku takut jika keluargamu mencarimu nantinya." Jeff melajukan mobilnya kembali ke rumah Laura karena dia akan mengantarkan gadis itu pulang ke rumahnya setelah mereka menghabiskan waktu di luar. Sebenarnya bukan hanya Laura saja yang, tapi Jeff juga merasa kesel karena rencana kencana yang bersama Laura benar-benar gagal dan itu digagalkan oleh keluarganya sendiri. Andai saja dia tidak memilih restoran tadi mungkin mereka tidak akan bertemu dan dia bisa melanjutkan kencan yang bersama Laura. Tapi tidak, karena semuanya sudah terjadi begitu saja maka mereka harus bisa menerima apa yang telah terjadi.
Sepanjang perjalanan pulang ke Laura Jeff terus aja diam dan dia tidak mengatakan sepatah kata pun pada gadis yang bersamanya karena dia masih merasa kesal.
"Aku tidak mengatakan bahwa aku marah," jawabnya karena memang dia tidak marah sama sekali. Hanya saja memang dia merasa kesal karena rencana kencan mereka berantakan.
__ADS_1
"Jika tidak marah kenapa diam saja? kamu diam begini itu artinya kamu marah."
"Aku sudah mengatakannya bahwa aku tidak marah. Tapi, jika kamu bertanya apakah aku kesal maka jawabannya iya, karena aku benar-benar kesal dengan keluargaku sendiri. Sama seperti yang kamu katakan tadi bahwa calon istri kakakku itu sangat menyebalkan. Andai saja aku bisa bicara langsung dan mengatakan bahwa aku tidak menyukainya maka aku akan melakukan hal itu. Tapi aku tidak mengatakannya karena aku masih memikirkan perasaan orang tuaku, terlebih perasaan kakakku sendiri. Ya, kenyataannya kami tidak sedekat itu tapi tetap saja aku harus menghargainya bukan?" Laura mengangguk-anggukan kepalanya karena memang apa yang Jeff katakan itu benar.
Jeff memang benar sebagai keluarga mereka harus bisa menjaga nama baik satu sama lain dan itu yang dilakukannya saat ini.
"Iya sih, tapib wajahnya itu sangat menyebalkan sekali. Dia terlihat sangat sombong dan ya, you know lah ya kalau perempuan model begitu gak bisa apa-apa, karena bisanya cuma membuang-buang waktu dengan hal yang tidak penting dan menghabiskan uang suaminya atau uang keluarganya sendiri. Tidak munafik, aku juga sering menghabiskan uang tapi itu uangku sendiri. Aku menerima beberapa endorsement, dan aku mendapatkan uang dari sana. Aku memanfaatkan sosial media dengan baik sehingga aku bisa menghasilkan uang. Tapi jangan mencela lebih dulu, karena uang itu bukan untuk kepentinganku sendiri karena 70% dari yang aku dapatkan akan ku sumbangkan setiap bulannya ke panti asuhan. Aku melakukan semua itu tanpa di ketahui keluargaku. Mereka bahkan tidak tau jika aku ini memiliki banyak pengikut dan aku bisa menghasilkan uang dari sana."
"Kalian tinggal satu rumah lalu bagaimana bisa keluargamu tidak mengetahui apa yang kau kerjakan selama ini. Tidak mungkin jika keluargamu tidak mengetahuinya," sela Jeff karena menurutnya itu adalah hal yang sangat mustahil, tapi tidak dengan Laura karena memang keluarganya tidak memiliki akun media sosial sama sekali dan hanya dia saja yang memilikinya. Jadi ya wajar saja jika keluarganya tidak mengetahui apa yang dia lakukan.
__ADS_1
"Mereka tidak memiliki akun media sosial, maka mereka tidak mengetahuinya. Tapi sudahlah, sekarang ayo cari makanan untuk keluargaku. Kau harus ingat jika keluargaku itu bule lokal, mereka sangat menyukai makanan seperti itu apalagi Papa Will dan mama Sarah, mereka suka sekali makan di lesehan pinggir jalan atau warung kaki lima lainnya, jadi jangan heran jika mereka menyukai martabak. Sekarang ayo cari martabaknya." jelas Laura.