Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Sampai


__ADS_3

Setelah melewati perjalanan panjang dari Indonesia menuju kota Hallstatt Austria yang di kenal sebagai pintu surga.


Entah mengapa tempat ini bisa di katakan salah satu pintu surga yang ada di dunia, tapi yang pasti minim yakin bahwa tempat ini dijuluki sebagai salah satu pintu surga yang ada di dunia karena keindahannya.


Jelas indah dan bahkan sangat-sangat indah menurut William karena memang apa yang dilihatnya saat ini benar-benar membuatnya takjub. Begitu juga dengan Sarah, dia permasakan hal yang sama saat pertama kali mereka memanjakan kaki mereka di Hallstatt Austria ini.


Saat mereka sampai di tempat ini, hari mulai malam dan pemandangannya sungguh sangat luar biasa dan Sarah benar-benar tidak menyesal karena telah mengatakan pada suaminya bahwa dia ingin datang ke tempat ini.



"Sayang, ayo kita harus segera pergi ke hotel karena hari mulai malam dan udaranya semakin dingin." ajak William yang mulai khawatir dengan istrinya yang terus saja betah berada di sini melihat pemandangan yang tersaji di depan mata mereka.


"Ah, iya ayo." akhirnya William dan Sarah kembali berjalan menuju kamar hotel tempat mereka akan menginap nanti.


Mereka sengaja berjalan kaki karena memang Sarah yang menginginkannya. Lagi pula jika mereka menggunakan mobil itu sangat sulit karena jalan sini sangat sempit jadi lebih baik memilih berjalan kaki saja karena itu akan terasa lebih cepat dan menyenangkan.


Saat sampai di salak kamar hotel mereka, Sarah kembali terpukau saat melihat pemandangan yang disajikan dari kamar hotel mereka tempati saat ini.

__ADS_1


William memeluk tubuh istri dari belakang dan mengatakan dagunya di atas bahu wanita yang sangat dicintainya. Entah harus dengan kata-kata seperti apa lagi William mendefinisikan kehidupan bahagianya saat ini. Tapi yang pasti kebahagiaannya itu hadir karena Sarah. Wanita yang telah membuat yang jatuh cinta dan benar-benar berjuang untuk mendapatkannya.


"Sayang,"


"Ya?" jawab Sarah ketika suaminya memanggilnya dengan lembut.


"Apa kamu bahagia dengan semua ini?" tanya William pada istrinya karena dia tidak ingin membuat Sarah merasa tidak nyaman dengan apa yang mereka rasakan saat ini.


"Apa aku terlihat tidak bahagia?" tanya Sarah balik karena dia ingin tahu bagaimana respon suaminya ketika dia mengatakan hal itu. Lagi pulang kenapa Wildan kembali bertanya padanya apakah dia marah sama dia atau tidak sementara dari raut wajahnya saja sudah menjelaskan segalanya bahwa Sarah benar-benar sangat menikmati dan sangat bahagia di tempat ini.


"Kamu tau, aku hanya ingin membahagiakan kamu dengan apa yang aku miliki saat ini."


Kini kedua tangannya sudah melingkar di leher William hingga apa yang dilakukannya saat ini membuat pria itu kembali merasakan getaran yang hebat dalam dirinya.


"Mandilah, dan kita akan segera pergi untuk makan malam. Jangan menggodaku untuk saat ini karena aku benar-benar tidak ingin membuat kamu kelelahan Sarah. Cukup, cukup untuk kita beristirahat malam ini dan beberapa hari kedepannya karena kita akan menikmati liburan. Semua haru seimbang dan aku ingin setiap sudut kota ini memiliki kenangan yang indah untuk kita berdua." ucap Willian yang langsung membuat senyuman Sarah mengembang sempurna.


Baru saja mereka sampai di kota ini namun suaminya itu sudah kembali membuatnya merasa bahagia atas apa yang telah dilakukannya. Cara William mencintainya benar-benar sangat luar biasa dan Sarah merasa sangat beruntung hingga dapatkan pria hebat seperti William.

__ADS_1


"Jika begitu, biarkan aku yang mandi lebih dulu dan setelah ya baru kamu atau kita mau bersama saja agar lebih cepat?" dengan cepat William menggelengkan kepalanya untuk menolak ajakan sang istri.


Dia tahu seperti apa Sarah dan dia tidak ingin jika mereka sampai berada di dalam kamar mandi yang sama hal itu akan terhubung kembali. Sarah memang sangat luar biasa dan William mengakuinya. Entah apa yang dikonsumsi wanita itu hingga dia bisa sekuat ini karena William tidak percaya bahwa ada wanita sekuat Sarah dan itu istrinya sendiri.


"Ya sudah kalau begitu, aku mandi dulu suamiku. Jika berubah pikiran kamu bisa datang ke kamar mandi dan dengan senang hati aku berbagi bathtub bersama kamu." ujar Sarah dengan mengedipkan matanya genit dan apa yang dilakukannya saat ini benar-benar membuat William semakin salah tingkah.


Dia memiliki istri yang sangat hebat dan itu Sarah. Istri hebatnya yang sangat luar biasa.


"Ya, cepatlah karena hari akan semakin malam dan kita belum makan sama sekali sayang."


"Oke suamiku," jawabnya dengan genit lagi sebelum benar-benar pergi meninggalkan suaminya itu untuk masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah Sarah lebih baik untuk kamar mandi William mengambil ponselnya dan menghidupkannya beberapa detik hingga saat ponselnya menyala pesan masuk dari ucapkan langsung memenuhi ponselnya.


Sedangkan Jordan, dia langsung menghubungi saudara sepupunya itu saat melihat bahwa pesannya sudah terkirim dan William sudah membacanya. Begitu juga dengan William, tidak bisa membaca apa yang akan dilakukan saudara sepupunya itu padanya nanti jika sampai ponselnya bisa dihubungi.


William sendiri langsung mengubah mode peraturan pesawat dalam pelaksanaan karena dia tidak ingin dihubungi oleh sepupunya itu.

__ADS_1


"Sialan! dia bahkan jauh lebih pintar dariku makanya dia langsung kembali mematikan jaringan ponselnya." gerutu Jordan yang semakin kesal dengan William.


__ADS_2