Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Maaf


__ADS_3

Karena tidak akan menahan rasa rindunya terhadap sang suami, Akhirnya Dara lebih memilih menghubungi suaminya lebih dulu daripada menunggu pria itu menghubunginya.


Awalnya pengin telepon dari yang tidak diangkat oleh Jordan namun hingga beberapa kali akhirnya panggilan itu tersambung setelah dia menghubungi untuk yang ketiga kalinya.


"Halo," siapanya Jordan ketika sambungan telepon mereka tersambung.


Dara sendiri berusaha untuk menguatkan dirinya agar dia bisa menjawab sapaan dari suaminya dan berbicara pada pria itu.


"Ya, halo." jawab Dara dengan gugup. Keduanya sama-sama hening setelah saling menyapa karena tidak ada satupun dari mereka yang ingin memulai percakapan ini dulu.


"Aku tutup jika tidak ingin bicara lagi." ujar Jordan karena merasa bahwa istrinya tidak ingin bicara dengannya lagi.


Namun, kenyataannya tidak seperti itu karena jujur, Dara sendiri benar-benar sangat merindukan suaminya karena biasanya dia tidur dalam pelukan dan dekapan sama Jordan tapi tadi malam tidak sama sekali karena mereka sedang marahan.


"Jangan!" jawab Dara dengan suara yang terdengar keras karena dia tidak ingin suaminya memutuskan sambungan telepon mereka begitu saja karena dia masih merindukan pria itu.

__ADS_1


"Lalu?" hening lagi karena Dara bingung harus mengatakan apa pada suaminya saat ini. Sedangkan Jordan sendiri, dia ingin istrinya itu mengerti dengan apa yang dilakukannya selama ini hanya untuk wanita tercintanya, siapa lagi jika bukan Dara.


"Aku merindukanmu," ucap Dara dengan suara lembutnya.


Bahkan sangking lembutnya Jordan sampai hampir tidak mendengarnya karena Dara mengatakannya dengan sangat lembut dan suara yang kecil.


Beruntung Jordan memiliki pendengaran yang sangat luar biasa hingga membuatnya bisa mendengar dengan jelas apa yang istrinya katakan tadi.


"Katakan sekali lagi Dara, aku tidak mendengarnya." jawab Jordan yang sengaja ingin melakukan hal itu karena dia tau bahwa istrinya akan marah setelah Jordan melakukan hal ini padanya.


Jordan sendiri tertawa mendengar apa yang istrinya katakan karena dia memang sengaja melakukan hal itu untuk membuat wanita itu kembali terlihat lebih baik dari sebelumnya.


"Maaf, sayang. Aku tidak bermaksud melakukan hal itu padamu hanya saja memang aku terlalu kesal karena kamu terus saja mempertanyakan tentang keberadaan pria itu. Jujur Dara, aku tidak suka kamu menyebut pria lain selain diriku karena aku cemburu. Terserah jika kamu ingin mengatakan bahwa aku lebih baik atau berlebihan aku tidak peduli sama sekali karena memang itu kenyataannya. Aku larangan aku tembus setiap kali kamu mempertanyakan tentang keadaannya karena dia adalah masa lalu kamu dan sekarang aku adalah masa depanmu dan masa. Berjanjilah padaku untuk tidak membicarakan pria lain lagi denganku karena aku tidak menyukainya." ujar Jordan yang mengatakan pada istrinya bahwa dia keberatan setiap kali wanita itu membicarakan pria lain selain dirinya.


Dara sendiri hanya bisa menghela nafasnya saja mendengar apa yang suaminya katakan. Inilah Jordan dan memang itu kenyataannya. Kenyataan bahwa pria itu adalah pria yang paling cemburu. Lagi pula siapa yang tidak cemburu saat mengetahui bahwa istri yang sangat dicintainya mempertanyakan pria lain yang jelas-jelas sudah menjadi masa lalu baginya.

__ADS_1


"Aku juga minta maaf, tapi di sini kamu jauh lebih bersalah. Setidaknya jangan pernah melakukan hal kotor hanya untuk mementingkan kebahagiaanku. Aku sudah mengatakan semua ini pada kamu bahwa aku tidak menyukai suami yang bisa melakukan hal-hal kotor di luar sana. Dulu aku pernah merasakan bagaimana sulitnya hidup bersama mantan suamiku dengan segala kebohongan yang disembunyikannya jadi aku tidak ingin kembali merasakan hal yang sama. Kamu dan dia itu sangat berbeda sayang, kamu adalah pria paling hebat di dunia ini yang pernah aku miliki dan dia tidak akan pernah bisa menjadi kamu begitu juga dengan kamu. Belajarlah dari apa yang pernah dia lakukan terhadapku dan berjanjilah untuk tidak pernah melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya. Aku pernah merasakan bagaimana sakitnya dikhianati dan hancur jadi aku tidak ingin merasakan kehancuran untuk kedua kalinya." ujar Dara panjang lebar karena dia memang sengaja mengatakan hal seperti itu untuk suaminya.


Semoga dengan apa yang dikatakannya saat ini bisa benar-benar membuat suami yang sadar bahwa apa yang dilakukannya itu salah. Tidak perduli sebesar apa kesalahan yang telah diperbuat mantan suaminya tapi sebagai manusia mereka tidak pantas menghakimi seseorang karena bagaimanapun derajat manusia sama di mata tuhan. Yang membedakan derajat mereka adalah iman dan ketakwaan mereka terhadap Tuhannya.


"Oke, aku berjanji tidak akan pernah melakukan hal yang sama entah itu seperti yang pernah dia lakukan atau tidak tapi aku benar-benar berjanji bahwa aku tidak akan pernah membuatmu kecewa atas apa yang telah aku perbuat. Sekarang, biarkan aku bekerja dengan tenang agar aku bisa kembali pulang dengan cepat. Tolong sampaikan salamku juga pada mami dan juga Lucas. Aku tahu bahwa mereka pasti merindukanku." ucapnya dengan penuh rasa percaya diri tanpa diketahui olehnya bahwa sejak tadi sang mami mendengarkan apa yang mereka bicarakan.


"Kau terlalu percaya diri dengan apa yang kau katakan. Aku heran, bagaimana bisa wanita secantik menantuku ini bisa menikahi pria bodoh sepertimu. Astaga, dunia semakin terasa sempit dan rasanya para wanita cantik saat ini sulit sekali mendapatkan pria tampan dan pintar," sindir maminya karena dia tau bawa apa yang dikatakannya saat ini pasti bisa menurut emosi sang putra.


Benar saja dugaannya bahwa saat ini Jordan sedang menggerutu di balik ponselnya. Bahkan dia sedang mengomel dan ingin mengingat dengan keras ketika mendengar suara wanita yang sangat di kenali olehnya.


"Oh ya, tolong jangan lupakan bahwa putra Anda ini adalah orang kaya raya nyonya. Jika hanya melupakan siapa nama putra anda maka aku akan mengatakannya bahwa putra anda adalah Jordan Brussels dan dia termasuk dalam jajaran pria paling kaya di Eropa walau dalam urutan ke 8, setidaknya akui saja kehebatan putra anda dengan apa yang telah dicapainya nyonya." ujar Jordan dengan penuh kesombongan hingga membuat wanita itu merasa muak dengan kesombongan yang dimiliki putranya.


Lagi pula mami Sofia salah jika dia bisa mengalahkan Jordan karena putranya itu tidak akan pernah kalah dengan siapapun jika bukan dengan istrinya sendiri. Perdebatan itu terus saja terjadi sampai Dara merasa pusing dengan apa yang ibu dan anak bicarakan saat.


Entahlah, keduanya selalu saja berdoa dengan hal-hal yang seperti ini dan itu membuat Dara merasa lelah dengan semua itu.

__ADS_1


__ADS_2