Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Drama cilok


__ADS_3

Drama cilok tadi tidak berhenti sampai di situ saja karena mereka berdua harus kembali melanjutkan perjalanan mereka ke rumah kakak iparnya Laura. Jika ditanya apakah Jeff kesal maka jawabannya Dia sangat kesal. Sudah jelas dia kesal karena dia sudah lelah dan juga lapar. Tadinya dia ingin makan cilok tetapi sudah keburu bertengkar dengan anak sekolah itu hingga membuat nafsu makan menjadi hilang begitu saja.


"Tidak bisakah kamu senyum sedikit? aku janji setelah ini aku akan mentraktirmu makan di luar tapi tolong jangan perlihatkan wajah kamu ini pada kakakku. Dia akan merasa sangat bersalah nantinya jika melihat raut wajahmu seperti ini." ucap Laura ketika dia melihat raut wajah Jeff. Dia juga tahu apa yang dirasakan laki-laki itu saat ini tapi mau bagaimana lagi. Kakaknya mau minta tolong pada mereka jadi dengan ikhlas Laura melakukannya apalagi saat ini sedang ada jalan keponakannya di dalam rahim wanita itu. Maka dengan senang hati Laura melakukannya karena dia juga merasa bahagia bisa dilibatkan dalam perjalanan kehidupan calon keponakannya itu.


"Masalahnya aku sudah lapar Laura. Andai sajak anak laki-laki tadi tidak berubah dan mengambil fotomu sembarangan bahkan sudah aku habis sebanyak 15.000 cilok tadi. Tapi apa mau dikata, semuanya sudah terlanjur begitu saja dan tidak ada yang harus disesali lagi bukan?"


"Nah, itu kamu tahu apa yang harus kamu lakukan. Jadi bersabarlah sebentar lagi karena kita akan pulang setelah mengantarkannya." akhirnya Jeff terpaksa ikut dengan Laura dan mereka pun turun dari motor mereka setelah sampai di rumah dan terlihat sangat sederhana sekali menurut Jeff, tapi terlihat sangat sejuk dan hidup dengan damai seluruh keluarganya.


Dia jadi berpikir apakah memang seperti ini kehidupan orang biasa-biasa saja. Mereka tidak akan pernah membicarakan harta dan juga tahta serta masa depan yang sudah diatur oleh keluarga.


"Selamat siang," sapa Laura ketika mereka sampai di depan pintu rumah Dahlia. Mendengar suara adik ipar yang sudah sampai membuat dalil langsung menghampirinya dan ternyata memang benar bahwa itu adalah Laura bersama temannya.

__ADS_1


"Kakak, ini ciloknya." Laura memberikan kantong kresek berwarna putih tersebut pada kakak iparnya dan Dahlia menerima itu dengan senang hati. Dia makanan kesukaannya itu. Entah bagaimana jika dia harus menunggu lagi, maka mungkin dia tidak akan bisa makan seharian.


"Makasih ya dek, yuk ah masuk dulu." ajak Dahlia pada Laura dan temannya. Jeff yang pertama kali melihat kakak iparnya Laura langsung terkejut. Dia tidak percaya bahwa kakak iparnya Laura memakai pakaian yang sangat tertutup seperti itu dan hanya menyisakan bagian matanya saja yang terlihat.



"Gak usah deh kak, kita buru-buru soalnya karena kita belum izin orang tua soalnya lagian-"


"Auh, kenapa mencubitku?" tanya Laura karena merasa jika Laura ini bodoh sekali menolak makanan yang sudah ada di depan mata.


Dahlia sendiri tersenyum melihat interaksi kedua anak manusia tersebut. Mereka sangat menggemaskan sekali menurutmu maka dari itu dia kembali mengajak adik iparnya itu untuk masuk ke dalam rumahnya karena mereka akan makan siang bersama. Saat mereka masuk ke dalam rumah, Jeff kembali dibuat terkejut ketika melihat bahwa ayah dari kakak iparnya Laura itu memiliki janggut yang sangat panjang dan ibunya juga memakai pakaian yang sama dengan apa yang kakak iparnya pakai. Hanya saja memang ibu mertuanya kakak Laura itu tidak tertutup sekali seperti kakak iparnya.

__ADS_1


"Kenapa kakak iparnya terlihat seperti ninja?" bisik Jeff pada Laura hingga membuat Dahlia yang mendengar hanya tertawa dan tersenyum saja. Dia tidak akan merasa sakit hati dengan apa yang Jeff katakan karena memang bukan hanya dia saja yang mengatakan hal seperti itu tapi banyak orang yang tidak terbiasa dengan pakaiannya akan selalu mengatakannya dengan sebutan ninja.


"Kau itu bisa diam tidak? yang dipakai kakak iparku saat ini adalah baju muslim yang harus dipakai umat muslim yang berjenis kelamin perempuan. Seperti inilah memang pakaian wanita muslimah bukan mengaku muslimah tapi mengumbar auratnya. Eh iya tidak ya, aku rasa memang benar jika sebutannya itu aurat. Aku yakin itu. Pakaian yang baik dan benar itu adalah pakaian yang dipakai kakak iparku saat ini bukan malah pakaian-pakaian yang dipakai orang-orang di luar sana. Aku tidak akan menyalahkan mereka yang di luar sana dengan pakai minim mereka yang mempertontonkan lekuk tubuh mereka pada banyak orang untuk menarik perhatian mereka semua karena itu adalah urusan mereka terhadap Tuhan. Tapi setiap kali aku melihat wanita muslim dengan pakaian yang seperti kakak iparku pakai saat ini akan merasa nyaman dan aku ikut merasakan ketenangan. Mereka adalah wanita yang hebat menurutku." jelas Laura panjang lebar agar Jeff mengerti tentang arti dari pakaian kakak iparnya saat ini. Bukan malah mengatakannya seperti ninja Hatori.


"Ah, aku tidak tau. Aku tidak mengatakan pakaian kakak iparmu itu buruk hanya saja aku merasa penasaran apa dia tidak merasa panas dengan semua itu?"


"Tidak sama sekali. Sama sekali tidak panas, jadi aku harap kita sudahi pembicaraan ini adna ayo kita makan bersama." ajak Dahlia karena memang ibunya sudah menyiapkan semua ini untuk mereka. Jeff juga menataplah belum pada isi yang ada di meja makan saat ini. Tidak terlalu memang seperti apa yang ada di meja makan mereka setiap hari. Hanya saja memang ini terlihat sangat enak karena menu sederhana yang sangat Jeff sukai. Apalagi ada ikan goreng seperti itu.


"Hey, permisi dulu dengan yang punya. Bukan malah langsung makan seperti itu." tegur Laura ketika melihat Jeff yang langsung ingin mengambil makanannya.


"Nggak apa-apa dek. Udah makan aja, kakak tadi udah makan. sekarang kakak mau ke kamar dulu ya makan ciloknya. Kalian habisin aja makanannya. Ayah dan ibu kakak gak apa-apa kok, yakan ayah, ibu?" Kedua orang tua itu tersenyum dan ketika mendengar ayah kakak ipar Laura mengatakan jika mereka boleh makan semua itu dan tidak perlu khawatir lagi, Jeff merasakan kesejukan yang sangat luar biasa sekali tenangnya.

__ADS_1


__ADS_2