
Jordan membawa istri untuk pergi makan bakso di pinggir jalan karena memang itu yang diinginkan oleh wanita yang sedang mengandung calon anak mereka saat ini.
Namun, ketika mereka sedang menikmati bagaimana nikmatnya pak bakso tersebut tiba-tiba saja ada seorang wanita yang datang menghampiri mereka dan langsung menyiram istrinya dengan teh manis dingin yang berada di meja makan mereka.
Byur...
Betapa kagetnya Dara ketika tiba-tiba ada seorang wanita yang datang menghampiri mereka dan menyiramkan air teh manis dingin ke atas kepalanya hingga menyebabkan pakaiannya yang basah.
Melihat istri yang diperlakukan seperti itu membuat Jordan langsung marah. Dia tidak bisa menerima semua ini karena dia tidak suka ada seseorang yang bersikap kasar dan kurang ajar pada istrinya.
"Berani sekali kau hah?" umpat Jordan dengan kedua tangan yang terkepal erat.
Dia benar-benar tidak bisa percaya dengan semua ini bahwa ada seseorang yang datang menghampiri mereka dan menyiram istrinya dengan minuman seperti itu.
Jordan sendiri sama sekali tidak mengenal siapa wanita itu tapi istrinya sangat mengenalnya. Dara sangat mengenal siapa wanita yang baru saja melakukan hal tidak pantas itu padanya.
"Mama," ucap Dara dengan suara lemburnya ketika melihat mantan ibu mertuanya lah yang melakukan hal itu padanya.
Mendengar istrinya memanggil wanita itu dengan sebutan Mama membuat Jordan paham bahwa wanita yang berada di depan mereka saat ini adalah ibunya Antoni mantan suami dari Dara.
__ADS_1
"Berhenti memanggilku dengan sebutan Mama karena aku tidak sudi dipanggil mama oleh wanita licik sepertimu."
"Hey kau! berani sekali kau mengatakan hal seperti itu pada istriku!" sentak Jordan yang tidak terima akan perbuatan wanita itu pada Dara.
"Kenapa? kenapa aku harus takut mengatakan hal itu. Kau harus tahu bahwa wanita ini adalah wanita licik. Wanita ini adalah wanita ular. Dia bisa melakukan segala cara hanya untuk mendapatkan kemewahan. Doa dulu mencerah putraku lalu meninggalkan yang begitu saja setelah mendapatkan pria yang jauh lebih kaya dari putraku dan kini putraku tidak tahu di mana keberadaannya karena wanita ini. Dia adalah wanita siluman." teriak mamanya Antoni. Dia marah dan mencaci maki Dara di depan banyak orang dengan sengaja melakukan hal itu untuk mempermalukannya di depan umum.
"Kalian harus mengetahui bahwa wanita ini benar-benar wanita ular. Dia memanfaatkan harta pria-pria kaya dan menjebaknya untuk bisa menikmati semua hartanya. Sekarang putra aku tidak tahu gimana keberadaannya setelah bermasalah dengan suami baru wanita ini." teriak mamanya Antoni lagi karena dia memang tidak mengetahui di mana keberadaan putranya saat ini.
Terhitung sudah beberapa bulan ini dia tidak mendapati kabar keberadaan Anthony setelah pada malam itu mereka bercerita bahwa dia akan menculik Dara dan membuat perhitungan pada suaminya.
Tapi kenyataannya hingga saat ini putranya itu tak kunjung kembali sementara suami dan istri itu terlihat sangat bahagia dengan kehidupan mereka saat ini.
"Satu hal yang harus anda ketahui bahwa istriku tidak terlibat apapun dengan hilangnya putra anda. Lagi itulah apa untungnya bagi kami untuk menyimpan putra Anda yang tidak berguna sama sekali. Bahkan jika pun aku mencincangnya sampai habis dan kubuang di lautan hiu saja tidak akan pernah mau memakai bangkainya. Lalu untuk apa aku menyimpannya?"
Jantung Dara setengah dihantam batu besar ketika mendengar apa yang suaminya katakan. Bagaimana bisa Jordan mengatakan hal seperti itu dengan begitu mudahnya tanpa memikirkan perasaan mereka sama sekali.
Apalagi suaminya itu mengatakan dengan begitu mudah jika dia bisa saja mencincang tumbuh Antoni sampai habis dan membuangnya ke laut.
Bukankah itu terlalu mengerikan?
__ADS_1
"Sudahlah sayang, masuk ke dalam mobil lebih dulu dan biarkan aku menyusul kamu nanti. " Dara menggelengkan kepalanya karena dia tidak ingin pergi meninggalkan suaminya dan dia juga ingin mengetahui dengan jelas permasalahan yang sesungguhnya.
Dara yakin bahwa ada yang disembunyikan suaminya ini jika tidak karena tidak akan pernah mungkin menyuruhnya untuk pergi lebih dulu sementara dia ingin bicara dengan mamanya Antoni.
"Gak mau, aku mau tetap di sini."
"Biarkan dia disini agar dia tahu siapa suaminya yang sebenarnya. Wanita licik ini harus mengetahui bahwa suami yang bukan pria baik-baik karena telah membuat putraku hilang." ucap mama Antoni lagi tanpa rasa bersalah sedikitpun. Sementara jangan sendiri benar-benar sudah muak dengan mantan mertua istrinya.
Jika dia bukan seorang wanita yang harus dihormati maka sudah sejak tadi Jordan menyampaikan dengan mobil. Entahlah, keadaan harus bersabar untuk semuanya karena dia tidak mungkin melakukan hal dengan gegabah.
"Aku bilang berhenti mengatakan hal yang tidak benar tentang istriku. Jika kau ingin mengetahui tentang keberadaan putramu maka aku akan menjawabnya bahwa aku tidak mengetahui di mana keberadaan putramu. Sudah beruntung aku melepaskannya setelah apa yang telah dia lakukan terhadap istriku. Seharusnya anda sadar apa yang telah putra anda lakukan itu bisa mengakibatkan hal buruk pada istriku. Jika bukan karena rasa belas kasih yang dimiliki istriku sudah ku bunuh putramu itu sejak dulu. Jadi berhenti menyalahkan istriku atas apa yang telah terjadi pada putramu karena memang ini semua karena ulahnya sendiri." tutur Jordan dengan penuh penekanan pada wanita itu.
"Ayo sayang!" Jordan menarik tangan istrinya dengan lembut untuk pergi meninggalkan warung bakso pinggir jalan tersebut. Tapi rupanya meninggalkan uang pecahan Rp.100.000 untuk membayar makanan yang telah mereka habiskan.
Saat sampai di dalam mobil, Dara langsung memberondong suaminya dengan beberapa pertanyaan karena dia penasaran di mana keberadaan Antoni saat ini.
"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengatakan padamu di mana keberadaan pria b******* itu. Aku sudah membuangnya jauh-jauh dari kehidupan kita jadi jangan pernah mempertanyakan hal ini lagi Dara. Aku melarangmu dengan keras untuk mempertanyakan hal ini lagi karena aku tidak akan pernah menjawabnya. Sumpah demi tuhan Dara, benar-benar tidak akan pernah mengatakan padamu di mana keberadaannya jadi jangan pernah mempertanyakan hal ini lagi." ucap Jordan semakin bertanya di mana keberadaan mantan suami itu.
Sedangkan Dara hanya bisa terdiam sambil menatap keluar jendela mobil mereka setelah mendengar kata-kata yang keluar dari bibir suaminya.
__ADS_1
Entah mengapa rasa bersalah itu semakin bersarang di hatinya. Apalagi ketika mengetahui bahwa suaminya yang telah melakukan hal itu pada Antoni.
Begitu juga dengan Jordan, tidak lagi keluar dari bibirnya setelah mengatakan kebenaran pada istrinya. Dia benar-benar sudah bertekad bahwa dia tidak akan kalah dengan Dara dan dia juga tidak akan pernah memberitakan pada wanita itu di mana keberadaan mantan suaminya.