
Sejak tadi Dara di dalam pelukan suaminya karena dia tahu bahwa dia tidak akan pernah sanggup untuk mengantarkan putrinya pergi maka dari itu mereka memilih untuk pergi diam-diam seperti itu.
Dara sendiri masih menangis di dalam pelukan suaminya, karena rasanya sesak dan campur aduk rasanya.
"Sudahlah Dara, jangan terus menangis seperti itu. Mereka juga pergi buat belajar. Setidaknya kita bisa melepas kepergian Laura karena ada Jeff di sampingnya. Jika tidak ada Jeff, mungkin aku tidak akan membiarkannya pergi. Jadi biarlah Laura pergi bersama dengan Jeff." ucap Jordan yang berusaha membuat istrinya tenang walau dia juga merasakan hal yang sama. Bukan hanya Dara saja yang bersedih, karena Jordan juga merasakan hal yang sama. Dia juga merasakan kehilangan atas kepergian Laura seperti ini. Tapi kembali lagi seperti apa yang dikatakannya tadi, jika mereka beruntung bahwa ada Jeff di samping Laura jadi mereka tidak terlalu bersedih dan khawatir nantinya.
"Tapi kenapa mereka pergi diam-diam seperti ini? kita sudah menyiapkan penerbangannya, tapi kenapa mereka berdua lebih memilih untuk pergi menggunakan penerbangan biasa? seharusnya Mereka bilang, jika ingin pergi hari ini," ucap Dara yang masih terus menangis.
__ADS_1
"Aku yakin anak-anak kita pergi seperti itu karena tidak ingin melihat maminya menangis. Kamu tahu sendiri bagaimana Laura bukan? jadi percaya bahwa mereka melakukan ini demi kamu. Yang terpenting saat ini kita sama-sama berdoa saja untuk keselamatan mereka. Doakan saja mereka agar bisa hidup dengan baik. Sebagai orang tua kita hanya bisa memberikan doa untuk mereka selain harta yang kita miliki. Apa kamu pikir jika kamu menangis seperti ini mereka akan senang? tidak Dara, anak-anak akan merasa sedih."
"Tapi-"
"Dara plis, aku tau jika kamu dunia pasti bersedih dengan semuanya tapi tidak perlu terus-terusan menangis. Kita bisa pergi kapanpun yang kita inginkan jika memang kamu ingin melihat mereka. Sudahlah, jangan menangis lagi," ucap Jordan pada istrinya hingga membuat Dara langsung diam karena melihat suaminya yang mulai berubah menjadi dingin.
"La, kamu sedih?" tanya Jeff pada Laura karena dia melihat sejak tadi istrinya terus saja diam menatap keluar kaca jendela.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja," jawabnya tanpa melihat ke arah Jeff. Sedangkan Jeff yang mengerti itu semua langsung menggenggam tangan Laura dan mengecup keningnya.
"Ingin menangis?" Jeff menawarkan hak itu hingga membuat Laura langsung berpindah duduknya dan memeluk Jeff. Dia benar-benar terisak di dalam pelukan suaminya hingga membuat beberapa orang menatap ke arah mereka. Bahkan ada pramugari yang menghampiri mereka dan bertanya apa yang terjadi sebenarnya di sana.
"Maaf, istriku sedih kami harus pergi meninggalkan keluarga besar yang ada. Kami akan ke Amerika untuk melanjutkan studi kami, jadi dia bersedih karena itu."
"Oh oke. Maaf, kami kira ada apa-apa. Percayalah bahwa keluarga kalian akan bangga dengan kalian nantinya. Semangat untuk kalian berdua," pramugari tersebut memberikan semangat untuk Jeff dan juga Laura.
__ADS_1
"Sudah jangan menangis lagi, jika ingin menangis jangan keluar suaranya agar mereka tidak mendengar tangisnya kamu. Ayo menangis dalam diam ala sinetron," ucap Jeff yang sengaja menggoda istrinya hingga membuat Laura yang kesal langsung mengigit dada bidang laki-laki itu.