
Dara melihat Jordan yang baru saja pulang dari kantornya dengan keadaan wajah yang babak belur.
Wajahnya lebam bekas pukulan di sudut bibirnya hingga membuat Dara penasaran apa yang terjadi dengan pria itu.
" Kenapa itu Jordan? kenapa wajah kamu seperti itu?" Tanya Dara ketika melihat sudut bibir
Melihat Dara yang terlihat begitu khawatir dengan keadaan yang membuat Jordan menghampiri wanita itu dan menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
" Ini tidak buruk Dara. Hanya sebuah pukulan dari pria yang tidak seberapa. Aku akan pastikan bahwa dia tidak akan bisa melukaiku lebih jauh. Lagi pula pukulan yang tidak seberapa. Dia bahkan lebih parah dari ini." Jelas Jordan.
Dia menatap wajah cantik Dara yang terlihat jauh lebih berwarna dari sebelumnya.
" Tapi siapa yang tega melakukan hal ini sama kamu? lalu bagaimana keadaan pria yang memukulmu itu? apa yang terjadi hingga membuat kalian bertengkar seperti ini?" Tanya Dara dengan Jordan yang ingin mengetahui sebenarnya apa yang terjadi dengan Jordan.
Luka di sudut bibirnya bahkan masih meninggalkan bekas darah yang sudah mengering.
" Apa ini sakit?" Tanya Dara dengan mengeluarkan tangannya untuk menyentuh sudut bibir Jordan yang membiru dan meninggalkan bekas luka di sana.
Jordan sendiri merasa bahagia saat mendapatkan perhatian dari wanita yang dicintainya.
Bolehkah dia merasa senang saat ini? Dia mendapatkan perhatian dari Dara dan itu rasanya sangat membahagiakan sekali baginya.
__ADS_1
" Ini tidak sakit Dara. Tidak sama sekali. Bahkan rasanya aku rela mendapatkan 10 pukulan seperti ini agar mendapatkan perhatian lebih."
Plak!
Dara memukul dada bidang Jordan saat yang mendapatkan godaan seperti itu darinya. Tidak tahukah jalan jika dia merasa bahwa pipinya tiba-tiba terasa panas saat ditatap dengan begitu dekatnya oleh Jordan?
Jantungnya tiba-tiba saja berdebar di kencang dan dia takut jika Jordan mendengar suara detak jantungnya yang seperti ingin meledak.
Melihat bagaimana reaksi Dara terhadapnya semakin membuat Jordan bersemangat untuk menggoda wanita ini.
" Wah, apa AC di rumah ini tidak berfungsi dengan baik?" Tanya Jordan.
" Memangnya kenapa? aku rasa AC-nya menyala dengan baik." Jawab Dara karena dia merasa bahwa memang AC di rumah ini menyala dengan baik dan bahkan dia merasa sejuk karena AC-nya menyala.
Jawaban dari Jordan membuat Dara merasa aneh. Apa ini kurang dingin? ini cukup dingin bagi Dara. Lalu bagaimana bisa pria ini tidak merasa dingin?
" Tapi ini menyala dengan baik. Aku bahkan merasakannya."
" Aku rasa tidak Dara. Jika memang ini menyala dengan baik, lalu kenapa wajah kamu semakin memerah? bahkan pipi mu semakin memerah dua kali lipat dari sebelumnya. Apa kamu salah memakai blush on?" Tanya Jordan lagi.
Apa yang Jordan katakan semakin membuat Dara malu dan dia lebih memilih pergi meninggalkannya di sana.
__ADS_1
Dara berjalan meninggalkan Jordan begitu saja tanpa di sadari olehnya jika Dara sudah tidak memakai tongkat lagi di kedua tangannya.
Saat dia tersadar bahwa Dara sudah bisa berjalan membuat Jordan langsung berteriak seolah tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
" Astaga Dara! kau sudah bisa berjalan sayang?" Jordan bahkan tidak sadar lagi jika dia sudah memanggil sayang untuk Dara.
Dia mengatakan hal seperti itu tanpa di ketahui ya jika sang Mami sudah berada di belakangnya saat ini.
" Sayang...aahh...aku mencintaimu Dara..."
Deg!
Jordan langsung berbalik dan betapa kagetnya dia saat melihat wajah maminya yang memakai masker di wajahnya.
" Astaga Mami..! kenapa wajah mami terlihat seperti setan? kenapa menyeramkan seperti ini?" Tanya Jordan.
Dia melupakan sesuatu bahwa dia mengatakan jika wajah maminya terlihat seperti setan dan itu membuat Mami Sofia langsung mengamuk dan melupakan masker wajahnya yang bisa saja rusak jika dia marah-marah.
" What the fvck? kau mengatakan mami mirip setan?"
" Oh my God! aku melupakan bahwa ini adalah sesepuh dari setan itu sendiri." Ucapnya sebelum kabur dan melarikan diri dari Maminya.
__ADS_1
" Jordan Brussels...!" Teriak Mami Sofia dengan suara yang menggelegar hingga membuat semua orang yang berada di dalam rumah merasa kaget dengan teriakannya.
Bersambung ❤️