
Setelah sarapan pagi bersama kini William dan Sarah kembali ke dalam kamar mereka. Keduanya akan membicarakan perjalanan mereka kali ini karena William sudah meminta liburan 1 bulan penuh pada Jordan dan dia tidak ingin diganggu sama sekali.
"Sayang," panggil William pada istrinya yang masih sibuk bermain ponsel di atas tempat tidur mereka.
"Hen," jawab Sarah yang masih fokus dengan ponselnya.
William hanya cemberut saja karena merasa bahwa dia tidak diperhatikan oleh istrinya.
"Sini," panggil Sarah pada suaminya dan dia meminta pria itu untuk datang mendekat padanya.
William yang duduk di atas sofa langsung menghampiri istrinya yang berada di atas tempat tidur. Dia menghampiri Sarah dan langsung merebahkan kepalanya di atas pangkuan wanita itu.
"Kenapa?" tanya Sarah pada suaminya
Dia membelai kepala pria itu dengan penuh kelembutan. Apa yang salah lakukan saat ini benar-benar membuat William merasa sangat dicintai dan dia merasa beruntung bisa menikahi wanita seperti Sarah.
"Aku sudah mengatakan pada Jordan bahwa aku meminta libur selama satu bulan penuh dan dia tidak boleh menggangguku ataupun kamu. Maka dari itu aku ingin mengajak kamu berlibur selama satu bulan penuh dan terserah kamu ingin pergi ke mana." tangan Sarah berhenti bergerak di atas kepala suaminya dan dia sedang memikirkan apa yang di tanyakan suaminya.
Doa belum memiliki rencana ke mana mereka akan pergi karena dia tidak tahu tempat apa yang akan mereka datangi.
Jujur saja, Sarah tidak terlalu suka berlibur karena jika memang sudah makin yang berlibur maka dia akan memilih tidur 1 hari di dalam rumahnya tanpa diganggu oleh siapapun.
__ADS_1
Jadi jika William bertanya ke mana mereka akan pergi maka jawabannya tidak tahu karena memang dia benar-benar tidak memiliki keinginan untuk pergi ke luar negeri atau hanya sekedar berlibur.
"Sayang,"
"Aku tidak tahu ingin pergi ke mana karena aku merasa bahwa kita tidak perlu pergi berlibur ke luar negeri. Bagaimana jika kita berlibur di dalam rumah saja. Kita melakukan banyak hal di sana. Kamu bilang sudah menyiapkan rumah impian untuk kita berdua, lalu bagaimana jika kita berlibur di rumah dan merancang rumah impian kita?" tanya siapa yang memberi saran pada suaminya untuk tidak pergi berlibur ke manapun dan ibu membeli di rumah saja.
"Kita bisa melakukan hal itu nanti. Saat ini aku hanya ingin fokus mengajak kamu berlibur dengan menikmati kebersamaan kita berdua. Aku dan kamu, kita berdua juga membutuhkan waktu untuk berlibur sayang m Jadi ayo katakan ke mana kamu ingin pergi." ucap William.
Sarah terlihat sedang memikirkan sesuatu saat ini hingga tiba-tiba saja dia teringat akan suatu tempat.
"Austria," jawab Sarah spontan karena dia mengingat dengan jelas bahwa dia pernah menonton serial dari thailand yang di perankan oleh aktris Davikah Honre dan itu terlihat sangat luar biasa dengan pemandangan kota Austria.
"Hallstatt, kota itu sangat indah dan kabarnya tempat di sana itu sangat bersih dan aku penasaran dengan tempat itu." William mengerti dan dia juga juga pernah mendengar bahwa tempat itu adalah salah satu destinasi terbaik di Eropa dengan kesejukan dan kebersihan lingkungannya.
Tidak akan ada yang mengganggu mereka karena William sudah memastikan pada istrinya jika Jordan tidak akan pernah bisa mengganggu mereka berdua.
"Jika seperti itu ayo pergi kesana dan akan ku kuras seluruh harta milikmu itu termasuk Jai di kartu yang kamu berikan padaku." ucap Sarah yang sengaja mengatakan hal itu karena dia ingin mengetahui apa reaksi William tentang dirinya nanti.
"Habiskan saja sayang. Semua itu sudah menjadi milikmu. Kamu bisa menggunakannya sepuas kamu." jawab William yang membuat Sarah kembali menggerakkan tangannya di atas kepala William hingga tanpa sadar apa yang dilakukannya berhasil membawa pria itu ke dalam alam mimpinya.
Melihat William yang tertidur begitu nyaman di atas pangkuannya membuat Sarah merasa bangga karena dia bisa menjadi wanita yang sangat di cintai oleh William.
__ADS_1
"Aku berharap kau aku benar-benar bisa mencintaimu dengan tulus William. Bukan aku tidak mencintaimu, hanya saja aku masih takut dengan diriku sendiri karena aku merasa bahwa ada darah wanita jahat itu dalam diriku. Aku takut tidak bisa menjadi wanita yang terbaik bagimu karena ada darah wanita sialan itu dalam diriku." ucap Sarah dengan lembut.
Tangannya terus saja bergerak di atas kepala suaminya untuk mengusap kepala pria itu dengan penuh cinta dan kelembutan di setiap sentuhannya.
"Tidak banyak yang ku minta pada Tuhan karena aku hanya meminta agar Tuhan memberi kekuatan dan ketabahan dalam menjalani rumah tangga ini. Aku hanya ingin menjadi istri yang terbaik bagimu dan juga menjadi ibu yang baik bagi anak-anak kita nantinya. Tolong bantu aku untuk menjalani semua ini William. Tolong bantu aku untuk menghilangkan segala rasa ketakutanku. Rasa takutku terhadap pernikahan agar rumah tangga kita berjalan dengan baik. Aku harap aku bisa mencintai kamu sama besarnya dengan apa yang kamu berikan padaku. Aku harap kita bisa terus bersama selamanya."
Cup...
Sarah mencium kening William dan pergi meninggalkan suaminya setelah dia memastikan bahwa pria itu tidak terganggu setelah dia memindahkannya ke atas bantal.
Setelah kepergiannya, William membuka matanya karena dia mendengar semua yang Sarah katakan padanya tadi. Awalnya memang William tertidur, tapi dia terbangun ketika mendengar suara seorang wanita yang seperti sedang berbisik dan dia tau siapa yang mengatakan hal itu padanya.
"Setakut itukah kamu dengan masa lalu kamu Sarah? jika memang kamu tidak percaya dengan dirimu maka aku akan membuatmu percaya bahwa kamu bisa menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga kita. Aku akan membantumu untuk menjadi ibu yang baik. Aku percaya padamu Sarah dan terima kasih karena telah percaya padaku dengan segala yang aku miliki untukmu sayang." ucap William yang membuka matanya lalu kembali memejamkan ya ketika mendengar bahwa istrinya yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Melihat bahwa suaminya masih tidur membuat sarah juga ikut bergabung dengan suaminya dan dia merapatkan tubuhnya kepada sang suami lalu memeluknya.
Tak lama Sarah juga menyusul William yang sebenarnya sudah terbangun sejak tadi.
Sarah benar-benar tertidur karena dia juga merasakan lelah dengan kegiatan mereka tadi malam karena William kembali mengambil jatahnya setelah jam 3 pagi.
Cup...
__ADS_1
William mencium kening Sarah dengan penuh cinta lalu ikut terlelap bersama sang istri tercinta.