
Mami Sofia merasa bahwa dirinya sedang dalam bahaya saat. Nyawanya sedang berada di ujung tanduk apalagi ketika melihat kedua putranya sudah menatap tajam ke arahnya seperti ini.
Jujur, jika Jordan sudah datang bersama William maka dia tahu bahwa ada yang membuat kedua pria itu curiga dan mami Sofia takut jika kedua putranya itu mengetahui apa yang disembunyikannya selama ini.
Terlihat bahwa William menghembuskan nafasnya dengan berat sebelum dia bicara dengan maminya.
"Mom, apa ada yang ingin mom ceritakan?" tanya William yang mencoba membuka percakapan di antara mereka. Jujur, dia ingin mengetahui apa yang disembunyikan maminya hingga membuat Jordan merasa ada yang tidak beres dengan semua ini.
"Memangnya apa? mami baik-baik saja dan tidak ada yang mau disembunyikan dari kalian berdua!" jawab mami Sofia dengan kardus karena dia tahu bahwa kedua putranya ini sedang merasa curiga dan ingin mencari tahu apa ini sembunyikannya.
"Kami tidak bertanya apakah mami baik-baik saja atau tidak. Lagi pula yang William tanyakan apa yang mau disembunyikan bukan apa yang kami rasakan. Jadi bisa ceritakan pada kami apa yang mami sembunyikan?" tanya Jordan pada maminya.
Dia tau, bahwa maminya pasti akan terjebak dengan apa yang mereka katakan saat ini.
"Baik, jika mami tidak ingin menceritakan aku yang merasakan saat ini. Ayo kita pergi sekarang." ajak William karena mereka tidak akan mungkin bisa membuat maminya bicara jika tidak melakukan hal ini.
Begitu juga dengan Jordan, dia setuju dengan apa yang dilakukan sepupunya karena mereka pasti akan menemukan jawaban dari apa yang disembunyikan maminya selama ini.
__ADS_1
"Kemana?" tanya mami Sofia yang mulai panik karena dia takut jika Jordan dan juga William mengetahui apa yang selama ini benar-benar disembunyikannya dengan rapat berharap bahwa kedua anaknya itu tidak mengetahuinya.
Tapi ternyata tidak semudah itu menyembunyikan semua ini karena apa yang disembunyikannya bisa saja diketahui oleh kedua putranya yang sangat luar biasa ini.
"Kemana?" tanya mami Sofia yang mulai panik ketika William dan Jordan sudah berdiri dari posisinya dan mengajaknya untuk pergi.
"Ke rumah sakit. Kita akan memeriksakan keadaan mami. William sudah membuat janji pada dokter dan Sarah juga sudah menunggu kita di sana." jawab Jordan karena mereka ingin menjebak maminya dan ternyata mereka berhasil. Sedikit lagi, sedikit lagi mereka berhasil mengetahui apa yang maminya sembunyikan karena mereka sudah melihat bahwa saat ini maminya sedang merasa ketakutan dan mulai panik.
"Tapi untuk apa? mau tidak sakit dan mami sehat. Mami tidak membutuhkan dokter sama sekali." jawab mami Sofia yang semakin terlihat panik dengan apa yang dilakukan kedua.
"Kita ke rumah sakit bukan untuk melihat apakah mami sakit atau tidak. Kita pergi ke sana untuk melihat apa yang mami sembunyikan, jadi sebelum kami mengetahui apa yang kamu sembunyikan jangan harap kami bisa melepaskan mami begitu saja."
Grep...
Jordan dan William langsung menghampiri wanita itu dan memberi pelukan hangat mereka. Betapa sakitnya hati mereka ketika mendengar apa yang mami Sofia katakan bahwa wanita yang telah merawat mereka selama ini kembali merasakan sakit akibat penyakit kanker yang di deritanya.
"Kenapa kami tidak mengatakannya sejak dulu, andai saja tidak di rumahmu mengatakannya maka semua ini tidak akan seperti ini. Kita akan berjuang keras, jadi ayo pergi ke Amerika untuk berobat." ajak Jordan pada maminya.
__ADS_1
Dia benar-benar akan berusaha untuk membuat mami kembali sehat dan menemani mereka semua. Jordan tidak akan membiarkan maminya pergi meninggalkan mereka secepat itu apalagi dia masih benar-benar membutuhkan kasih sayang dari wanita itu.
"Tidak perlu, mami hanya ingin hari tua mami diisi dengan kebahagiaan dan tawa dari anak cucu mami. Kalian berdua, terutama kamu William. Bawa Sarah untuk tinggal bersama kita di sini karena mami ingin merasakan bagaimana hidup bersama keluarga besar yang sangat hangat dan penuh cinta kasih. Kita aku tinggal satu atap bersama, apa kalian bisa menurutinya?"
"Bisa!" jawab William tanpa berpikir panjang lagi. Dia akan bicara pada Sarah nanti dan pastinya Sarah akan mengerti datang semua ini. Dia akan melakukan hal apapun untuk mami Sofia karena wanita inilah yang memberikannya cinta dan kasih setelah kepergian kedua orang tuanya.
William benar-benar akan melakukan segala cara agar bisa membuat manusia bertahan hidup lebih lama lagi.
"Terima kasih." jawab mami Sofia pada anak-anaknya karena dia tahu bahwa kedua putranya ini pasti bisa menuruti apa yang diinginkannya.
Selama ini dia selalu meminta uang pada anak-anaknya itu hanya untuk mengalihkan pikirannya tentang penyakit yang dia rasakan dan kini dia sudah tidak akan melakukan hal itu lagi karena dia ingin hidup bersama anak cucu dan juga menantunya.
"Kami akan melakukan apapun untuk mami dan percayalah, bahwa mami akan berumur panjang dan melihat cucu-cucu mami tumbuh dewasa." ucap Jordan yang memeluk maminya. Air matanya mengalir begitu saja karena memang dia tidak bisa menahan semua rasa sesak ini.
"Hey, siapa yang menangis di bahuku?" katanya mami Sofia walau dia sudah tahu siapa yang menangis tapi dia sengaja melakukan hal itu agar suasana kembali pecah dan tidak terasa sangat menyedihkan lagi.
"Biarkan saja, biarkan saja Jordan menangis dan bahkan Jordan ingin meraung saat ini. Mami telah membohongi kamu selama ini dan menyembunyikan semua rasa sakit mami jadi biarkan Jordan menangis saat ini." pelukannya terasa semakin erat dan itu juga membuat mami Sofia merasakan bagaimana kesedihan dari putranya.
__ADS_1
"Hais, sudahlah. Jangan terlalu mendramatisir keadaan, mami masih hidup jadi jangan terlalu berlebihan untuk ini. Kamu terlalu lebay." ucap mami Sofia yang melepaskan pelukan kedua putranya dan dia mengusap pipi kedua putranya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Apa yang dia lakukan saat ini seolah-olah mengatakan bahwa dia begitu bangga dengan pencapaian kedua putranya. Jordan dan William telah berhasil menjadi anak yang hebat dan mami Sofia bangga untuk itu.