
Persiapan pesta pernikahan Laura dan Jeff semakin dekat. Seluruh keluarga besar ikut sibuk mengurusnya terutama mom Veni yang sibuk mempersiapkan segala keperluan untuk hantaran seserahan yang akan mereka berikan pada Laura nantinya.
"Sayang," panggil mom Veni pada Jeff yang terlihat sangat santai sekali padahal pernikahannya dengan Laura akan di adakan sebentar lagi dan dia terlihat tidak sibuk sama sekali.
"Ya mom?" jawab Jeff ketika mom Veni memanggilnya.
"Mom sibuk ke sana kemari mengurus pernikahanmu bersama Laura dan memikirkan seserahannya tapi kamu terlihat sangat santai sekali. Apa kamu tidak memiliki keinginan untuk membantu mom?" Jeff yang sejak tadi memikirkan Laura langsung beranjak dari atas tempat tidurnya.
"Oh ya? apa memang harus seperti itu? maksudnya banyak persiapan yang dilakukan untuk menikah?" mom Veni hanya bisa menggelengkan kepalanya saja ketika mendengar apa yang Jeff katakan. Setidaknya dia tahu jika putranya itu memang tidak mengetahui apa-apa tentang seserahan pernikahan.
"Sudah, jika seperti itu ayo kita pergi ke mall untuk mencari seserahan untuk Laura nantinya. Katakan pada Daddy jika kamu ingin melangsungkan pernikahannya. Tapi bukankah semua seserahan sudah di antar Daddy?"
"Iya, semuanya sudah. Tinggal fitting baju pengantinnya saja. Rencananya besok baru mau fitting mom," jawab Jeff besok mereka baru akan melakukan fitting baju pengantin.
"Mom boleh bertanya sesuatu?"
__ADS_1
"Apa mom?" tanya Jeff karena dia juga merasa penasaran apa yang akan ditanyakan mom Veni dengannya.
"Nanti, setelah menikah jika bisa jangan dulu terburu-buru memiliki momongan. Maksud mom, periksakan dulu keadaan kalian berdua masing-masing Dan setelah kalian berdoa dinyatakan sehat makanya kalian berdua harus menjalani program kehamilan setidaknya sampai usia Laura itu siap. Kalian juga akan melanjutkan pendidikan kalian di sana jadi jika memiliki momongan dengan cepat itu akan semakin mempersulit keadaan kalian nantinya. Ini hanya sekedar saran saja tapi jika kalian berdua menginginkan memiliki momongan secepatnya yaitu tidak masalah. Mom tidak melarangnya untuk semua itu." jelas mom Veni pada Jeff. Sebagai orang tua Dia hanya menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Dia tidak pernah memaksakan kehendak apapun pada Jeff, dan jika dia setuju maka lakukan jika tidak juga tidak masalah.
"Kami tahu mom. Aku dan Laura sudah menjelaskan semuanya dan bercerita bahwa kami sepakat untuk menunda kehamilan. Laura menerimanya Karena dia juga ingin menggapai kita-kitanya sebagai seorang dokter begitu juga dengan Jeff. Tapi, bagaimana dengan kak Johny? apa dia sudah mengetahui bahwa kami akan menikah?" entah mengapa tiba-tiba saja Jeff terpikir dengan sosok kakaknya. Bagaimana pun Johny tetap kakaknya dan mereka berasal ayah yang sama.
"Johny belum mengetahuinya dan Daddy bilang memang sengaja merahasiakan pernikahan kamu dengan Laura. Setelah kalian menikah baru Daddy akan menceritakannya pada Johny."
"Lalu bagaimana dengan hubungan mom dan Daddy? Apa mom yakin ingin bercerai dengan Daddy?" Jeff ingin mengetahui bagaimana kelanjutan hubungan kedua orang tuanya itu. Bagaimana pun dia tahu seberapa besar momen Veni mencintai dad Erlan. Apakah dia harus bicara dengan ibu kandungnya sendiri?
"Baik jika seperti itu. Jeff hanya bisa mendukung apa pun keputusan mom jika memang riu yang terbaik. Jeff hanya ingin mengatakan begitu banyak terima kasih karena telah membesarkan Jeff dengan penuh cinta dan kasih sayang yang luar biasa."
"Itu sudah kewajiban mom sebagai seorang ibu dan terima kasih sudah menjadi anak yang hebat untuk mom. Sekarang ayo kita makan siang dulu. Kamu belum makan sejak pulang sekolah tadi." akhirnya mereka berdua pergi ke meja makan untuk menemani Jeff makan siang yang sudah terlewatkan.
***
__ADS_1
Sedangkan di rumahnya, Laura sedang bersama dengan papinya. Dia ingin waktu dengan pria itu. Pria yang telah menjadi cinta pertama dalam hidupnya. Laura sengaja masuk ke ruangan kerja sang papi untuk bicara dengan pria itu.
"Laura sayang, ada apa cantik?" tanya jawab dan ketika melihat Laura masuk ke ruangan kerjanya. Ini tidak biasa terjadi karena dia tahu bahwa Laura itu tidak ingin mengganggu apapun yang dia kerjakan dan jika Laura datang padanya seperti ini itu artinya ada yang ingin dibicarakannya.
"Tidak ada, hanya ingin bercerita saja. Apa papi sedang sibuk?" tanya Laura yang melihat papinya sedang bekerja dengan laptop miliknya. Walau papinya tidak datang ke perusahaan tapi tetap saja dia bekerja dari rumah.
"Baiklah, ayo kita bicara. Apa yang ingin kita bicarakan saat ini sayang?" tanya Jordan yang datang menghampiri Laura. Dia tau pasti ada yang ingin putrinya bicarakan dengannya saat ini. Dia berusaha untuk menjadi papi yang baik untuk putri tercintanya.
"Tidak ada. Laura hanya merindukan lapi saja. Tidak ingin bicara apapun karena ya hanya rindu saja."
"Ayo sini, tapi tahu ada yang ingin kamu ceritakan jadi ayo bercerita saja. Biar papi tebak, apa ini tentang kamu dan juga Jeff?" terlihat Laura sedang menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya secara kasar.
"Ini memang tentang Laura dan juga Jeff. Sebentar lagi kami akan menikah dan kami juga akan pergi ke Amerika untuk menilai cita-cita kami dan menjalani kehidupan rumah tangga kami di sana. Pi, tolong restui setiap langkah kami untuk memulai kehidupan ini. Laura ingin nika nantinya papi dan kakak yang mengantarkan Laura ke altar. Laura ingin papi dan kakak yang mengantarkan Laura nantinya. Laura meminta banyak pada kalian berdua dan cukup menjadi pendamping Laura berjalan di atas altar menuju Jeff itu adalah hadiah terbesar bagi Laura. Apa papi tau, jika Laura takut?"
"Hey, jangan pernah takut untuk menghadapi dunia sayang. Kamu memiliki papi, kamu memiliki papa William dan kamu juga memiliki kakak kamu Lucas. Bukan hanya kami saja, ada mami kamu, ada mama Sarah, ada Marcel juga. Kamu adalah kecintaan kami semua Laura. Kamu berkat terindah dari Tuhan. Kamu adalah bintang papi dan mami serta keluarga besar Brussel sayang, jadi jangan takutkan apa pun tentang dunia ini!"
__ADS_1