Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Fitting


__ADS_3

Laura dan Jeff perjanjian bahwa mereka akan bertemu di butik untuk fitting baju pengantin. Seperti saat ini, Jeff sudah sampai di butik tersebut dan hanya menunggu calon istrinya saja yang belum juga sampai hingga saat ini. Cukup lama dia berada di ruang tunggu sampai tiba-tiba ada seorang wanita yang masuk ke dalamnya dan itu adalah Laura.


"Ada apa dengan penampilanmu? kamu sudah seperti selebritis Korea yang dikejar oleh dispatch saja," ucapkan ketika dia melihat penampilan Laura. Sedangkan Laura sendiri hanya bisa mendengus kesal ketika mendengar apa yang calon suaminya katakan. Tidak tahukah laki-laki itu jika dia sengaja berdandan seperti ini agar tidak ada orang yang mengenalinya? pernikahan mereka ini sangat dirahasiakan dari publik lalu bagaimana bisa dia dengan begitu mudah keluar masuk butik gaun pengantin seperti ini. Mau jadi apa pemberitaannya nanti pikir Laura.


"La, are you okay?" tanya Jeff ketika dia tidak mendapatkan respon apapun dari Laura.


"Apa lagi? untuk hari ini tolong jangan mengajakku berdebat dengan hal-hal seperti itu. Aku lelah dan ayo kita selesaikan semuanya dengan cepat. Belum lagi ujian yang akan di langsungkan besok. Sudah ayo cepat," ucap Laura lagi.


Karena tidak ingin membuat mood wanita ini semakin buruk akhirnya Jeff yang mengalah saat ini. Dia melakukan hal itu semua demi kebaikan banyak orang jadi lebih baik dia mengalah saja daripada mendapatkan hal yang tidak terduga nantinya.


"Oh oke. Baiklah, jika seperti itu tuan putri Brussels," ucap Jeff yang mempersilahkan Laura untuk masuk ke ruang ganti dan mencoba gaun pengantin yang sudah mereka pilih. Tidak yang dipilih oleh keluarga besar mereka. Satu persatu gaun pengantin dicoba oleh Laura dan untuk gaun pertama yang dicobanya cukup menjadi beban baginya karena terlalu berat.



"Bagaimana yang ini?" tanyalah orang ketika dia keluar dari ruangan ganti dengan gaun pertama yang dipilih oleh keluarga mereka.


Jeff yang melihat itu hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya saja karena menurutnya itu tidak buruk. Tapi semua itu kembali lagi pada Laura karena dia yang akan mengenakan gaun itu nantinya.


"Aku bertanya bagaimana dengan gaun ini, tapi tidak ada jawaban apapun dari kamu dan hanya mengagumkan kepalamu saja."


"Lalu apa yang harus aku lakukan? gaun itu cantik dan menurutku apapun yang kamu gunakan pasti akan juga terlihat cantik. Sekarang semua tergantung pada dirimu sendiri ingin mengenakan yang mana karena aku hanya bisa menurutimu saja. Bagus dan nyaman bagimu, berarti itu pilihanmu."

__ADS_1


"Apa gunanya kamu jika semua pilihan di serahkan padaku!" gerutu Laura yang kembali masuk ke ruang ganti untuk mencoba gaun pengantin yang kedua. Jeff sendiri merasa khawatir dengan apa yang mereka lakukan saat ini karena menurutnya nyawanya sedang tidak baik-baik saja saat ini karena hanya berdua dengan Laura. Dia jadi berpikir apakah Laura sedang datang bulan? Karena jika wanita yang datang bulan itu pasti cenderung lebih emosional dari biasanya jika calon istrinya itu sedang datang bulan.


Setelah 15 menit berlalu Laura kembali keluar dengan gaun pengantin kedua yang dicobanya. Tidak jangan berbeda seperti apa yang dipakainya yang pertama tadi, gaun kali ini juga terlihat berat dan begitu mengembang di bawahnya hingga membuat tubuhnya seperti tenggelam.



"Bagaimana dengan yang ini?" Laura kembali bertanya pada calon suaminya dengan gaun pengantin yang dipakainya kali ini. Dia juga ingin mendengar bagaimana respon dan komentar Jeff untuk gaun pengantin yang akan dipakainya nanti.


"Tidak buruk, hanya sajak itu terlalu besar dan membuat tubuhmu seperti tenggelam di dalam gumpalan kain. Apa ada yang lain lagi?" jawab Jeff dengan bertanya. Laura sendiri tidak menanggapinya karena dia kembali masuk ke ruangan ganti meninggalkan Jeff yang ada di ruang tunggu tamu VVIP seperti mereka saat ini.


Melihat Laura yang semakin badmood seperti itu membuat Jeff semakin bingung dan takut. Tapi dia harus kembali berpikir positif bahwa semua ini akan baik-baik saja.


"Ya Tuhan, aku baru akan menikah dengannya sudah merasa spot jantung seperti ini. Lalu bagaimana jika kamu sudah menikah nanti?" tanya Jeff pada dirinya sendiri. Dia kembali fokus pada iPad miliknya karena dia mulai menerima tawaran desain interior sebuah mobil. Jeff memang sudah memutuskan bahwa dia akan fokus di bidang otomotif. Banyak hal yang bisa dilakukannya di bidang yang disukainya itu, maka dari itu dia harus berusaha dengan keras dan lebih giat lagi untuk bisa membahagiakan Laura dan juga keluarganya nanti.



Laura kembali masuk ke dalam ruangan gantinya setelah mengatakan hal seperti itu pada Jeff. Sedangkan Jeff sendiri hanya bisa terdiam dan belum mau melihat kelakuan calon istrinya. Dia berpikir jikalau orang memang tidak menyukai gaun itu makanya dia langsung pergi meninggalkannya begitu saja.


"Astaga, cobaan apa lagi ini?" tanya Jeff frustrasi dengan kegiatan mereka saat ini. Tapi dia tidak boleh mengeluh karena semua ini dilakukan demi berjalan dengan lancarnya pesta pernikahan mereka nanti. Dia harus lebih semangat lagi agar Laura mau mengerti ya. Saat lara sedang sibuk di ruang ganti untuk mencoba gaun pengantin yang kesekian, Jeff memilih untuk membelikan Boba coklat hazelnut kesukaan calon istrinya itu karena dia tau jika Laura badmood maka dia membutuhkan mood booster, dan Boba coklat hazelnut adalah kesukaannya..


"Semoga dia tidak marah lagi!" Jeff kembali menunggu Laura yang keluar dari ruang gantinya untuk mencoba gaun pengantin yang keempat jika tidak salah.

__ADS_1


Brak!


Terdengar suara pintu yang dibanting dengan keras dan dia yakin jika itu adalah Laura. Calon istrinya itu mulai terlihat kesal dengan apa yang mereka lakukan saat ini karena dia merasa lelah mencoba empat gaun pengantin yang belum menemukan apa yang akan dipakainya nanti.


"Lihat, aku sudah mulai lelah dan jangan menyuruhku untuk mencoba yang lebih lagi dari ini. Sekarang katakan saja apa kamu menyukainya atau tidak?" tanya Laura saat dia keluar dengan gaun pengantin keempatnya.



"Sebelum aku memberikan komentar, coba ini dulu. Aku sudah memesannya untukmu karena aku tahu kamu membutuhkan mood booster saat ini." Jeff datang membawa minuman kesukaan Laura yang langsung disambut baik oleh gadis itu. Laura langsung menyedot minuman coklat berlemak tersebut dan setelahnya dia kembali merasa hidup.


"Ahh ..., aku seperti merasa terlahir kembali untuk itu. Sekarang ayo lanjutkan lagi. Masih ada satu gaun yang harus ku coba lagi Dan aku harap kamu menyukainya nanti."


"Tapi ini juga sudah sangat cantik dan cocok untuk kamu. Aku rasa yang ini saja sudah cukup dan jangan mencoba yang kelima lagi karena aku takut kamu akan terasa lelah nantinya,"


"Tidak! aku akan tetap mencoba yang kelima dan aku harap kamu menyukainya." Jeff hanya bisa pasrah mengikuti dengan apa yang Laura katakan saja. Menolaknya juga tidak mungkin, jadi menurutnya biarkan saja dia melakukan apa yang ingin dilakukannya.



"Nah, ini kawan terakhir jadi tentukan pilihanmu. Ingat, jangan membuatku kesal dengan jawaban terserah yang membuatku kesal nantinya!" Laura sudah memberi ancaman lebih dulu pada Jeff untuk tidak mengatakan terserah padanya.


"Apa boleh aku mengatakan jika aku menyukai yang ke empat tadi?"

__ADS_1


"Boleh! Tapi aku menyukai yang ini. Jadi aku pilih yang ke lima saja!"


...****************...


__ADS_2