
Sore harinya, William yang baru saja pulang bekerja sudah mendapatkan sambutan khusus dari istrinya. Dia melihat bahwa Sarah sudah menunggunya dengan senyuman manis dan itu membuat dirinya merasa takut karena sudah pasti akan ada hal aneh yang akan dilakukan istrinya itu.
Melihat istrinya yang seperti itu membuat William merasa akan ada bahaya yang mengancamnya karena dia tahu jika Sarah sudah dalam mode seperti ini, artinya sebentar lagi akan ada terjadi sesuatu dan sesuatu itu sudah bisa diperkirakan olehnya sendiri.
"Sayang..." sambutnya dengan penuh kehangatan ketika melihat pria yang dicintainya baru saja pulang dan masuk ke dalam kamar mereka.
William benar-benar harus mengantisipasi dirinya saat ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena dia tahu bahwa Sarah semakin hari semakin menjadi-jadi saja.
"Ya, ada apa Sarah?" tanya William yang berusaha untuk terlihat baik-baik saja padahal dalam hatinya saat ini dia sedang berdebar karena sedang menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya setelah hal ini.
"Sini biar aku bantu membuka baju kamu." Sarah langsung membantu suaminya untuk membuka pakaiannya dan ini adalah pembukaan. Lebih tepat acara pembukaan karena akan ada hal yang akan terjadi nantinya. William sudah mematikan semua itu karena dia tau apa yang akan terjadi setelah ini.
"Sarah, aku bisa sendiri sayang."
"No, tidak seperti itu sayang, biarkan aku yang akan membantu kamu. Kamu sudah leleh bekerja seharian di luar jadi biar aku yang membantu kamu. Aku ingin menjadi istri yang hebat untuk kamu." ucap Sarah yang terus saja berusaha untuk membuat suaminya tetap disini karena dia akan membantunya.
Jika sudah seperti ini William hanya bisa pasrah saja dengan apa yang akan di lakukan istrinya. Lalu apa lagi yang bisa dilakukannya lagi setelah ini? tidak ada lagi bukan?
"Sayang, yang ini biar aku saja yang membukanya, kamu tidak perlu membukanya karena aku bisa sendiri." ucap William yang berusaha untuk menghentikan aksi istrinya yang ingin menel*njangi dirinya karena saat ini Sarah sudah membuka sabuk yang masih mengikat di pinggangnya.
__ADS_1
"Tidak perlu, belum mandi kan aku menunggu kamu karena kita sebentar lagi akan mandi bersama kali ini."
Jeder...
Benar dugaan William bahwa akan ada yang terjadi setelah ini dan benar saja, kali ini istrinya kembali mengajak dia untuk pergi ke kamar mandi karena mereka akan mandi bersama. Entah apalagi yang akan dilakukan istrinya setelah ini tapi yang pasti William sudah menduga bahwa ada pertempuran di dalam kamar mandi nanti.
Membiarkan suami istri yang bertempur di dalam kamar mandi itu, gini di lain tempat sepasang suami istri yang tengah memulai hari-hari baru mereka bersama anak-anak membuat keduanya semakin saling mencintai dan mengasihi. Itu terlihat jelas dari bagaimana cara suaminya memperlakukan sang istri.
"Sayang," panggil Dara pada suaminya yang baru saja pulang dari kantor.
"Nanti dulu sayang, aku harus pergi membersihkan diri karena aku merindukan Laura. Ah, dia menggemaskan sekali." ucap Jordan yang langsung meninggalkan istrinya untuk membersihkan diri.
Entahlah, Dara tidak mau berpikir tentang hal itu lagi karena menurutnya itu adalah hal yang biasa.
"Ya, sekarang kamu bisa mengatakan apa yang ingin kamu katakan tadi sayang karena aku sudah selesai dan aku sudah bersih. Ayo katakan saja apa yang ingin kamu ceritakan tadi karena aku siap mendengarkan kamu lahir batin." Dara hanya bisa memutar kedua bola matanya dengan malas ketika mendapatkan pernyataan seperti itu dari suaminya.
"Bukan seperti itu, aku ingin bertanya sama kamu apakah William ada menceritakan tentang keadaan Sarah saat ini? maksudku dia memang tidak mengidam tapi dia menceritakan sendiri padaku bahwa dia lebih cenderung menginginkan hal tersebut dengan suaminya. Lebih jelasnya lagi Sarah yang selalu mengajak William untuk berhubungan badan." Jordan menatap ke arah sang istri karena apa yang ditanyakan Dara sama seperti apa yang William jelaskan padanya tadi saat di kantor karena memang itu.
Sarah sekali melakukan hal tersebut pada William, entah seperti apa ganasnya wanita itu di atas tempat tidur bahkan dia lebih sering memulainya lebih dulu dan membiarkan William menikmati segala sesuatu yang dilakukan olehnya.
__ADS_1
"Memangnya apa yang salah ceritakan sama kamu?" Dara menggelengkan kepalanya karena hanya itu saja yang diceritakan Sarah padanya selebihnya dia ingin mencari tahu kebenaran itu dari suaminya. Setidaknya William pasti menceritakan apa yang dialaminya selama ini, lebih tepatnya selama kehamilan Sarah.
"Aku juga tidak mengetahui pastinya tapi yang jelas William mengatakan padaku bahwa nafsu istrinya semakin mengerikan. Apa kamu tahu, bahkan kemarin Sarah mendatangi William di dalam kamar mandi dan dia berdiri di depan suaminya yang full naked hanya ingin melihat pria itu mandi. Bukankah itu aneh?" Dara menganggukkan kepalanya karena memang menurutnya itu juga aneh.
Nafsunya Sarah semakin meningkat ketika dia sedang mengandung dan William lah yang menjadi korban dari segala sesuatu yang dilakukannya. Jika bisa dijelaskan William lebih sering mendapatkan pelecehan dari istrinya sendiri bahkan ketika dia tidur, tiba-tiba saja tangan Sarah masuk ke dalam celana training yang dipakainya dan memegang senjata tempur milik William dan itu membuatnya kaget setengah mati.
Tapi ketika dia melihat bahwa tangan itu adalah tangan sang istri dia tidak bisa melakukan apapun lagi dan hanya bisa pasrah saja. Jika bukan karena menjaga keadaan sang istri sudah pasti dia akan menghajarnya sampai habis.
"Wah, jika begitu William senang bukan?" tanya Dara dan Jordan menggelengkan kepalanya karena dia tahu bahwa William tidak senang sama sekali.
"Hah, maksud kamu yang tidak senang?" tanya Dara tidak percaya dengan reaksi suaminya.
"Aku tidak mengatakan bahwa William tidak merasa senang dengan apa yang istrinya lakukan, hanya saja dia lebih memilih menuruti segala ngidam istrinya yang menginginkan hal-hal aneh di luar saat termasuk makanan dari pada hal ekstrim seperti itu. William takut jika sering melakukan hal tersebut bisa melukai calon anaknya, tapi jika tidak dituruti Sarah akan ngambek dan dia marah. Entah amalan apa yang William melakukan hingga bisa mendapatkan istri seperti itu. Tapi biarlah, karena semua orang pasti berbeda, lalu kapan kita bisa melakukannya?"
plak!
Dara memukul dengan suami ketika mendengar pria itu mempertanyakan hal tentang apa yang tidak seharusnya mereka bicarakan saat ini.
"Sayang," rengek Jordan dengan manja ketika dia melihat Dara yang memukul lengannya tadi. Apalagi kini dia melihat istrinya yang sudah mengeluarkan sebelah bongkahan besar miliknya yang siap untuk di nikmati Laura.
__ADS_1
"Diam dan jangan banyak bicara lagi. Kamu harus berpuasa selama 40 hari sebelum kita bisa melakukannya lagi."